Fakta Seputar Pembekuan



Teknologi pembekuan menjadi salah satu upaya favorit untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Penggunaan suhu rendah dianggap menjadi cara terbaik untuk menjaga mutu dan keamanan pangan, dibanding menggunakan suhu tinggi. Berikut adalah beberapa fakta yang perlu diketahui seputar pembekuan.

Produk yang dapat dibekukan. Hampir semua produk pangan dapat dibekukan, kecuali telur yang masih ada cangkangnya atau pangan dalam kaleng. Namun demikian, bukan berarti semua produk cocok untuk dibekukan. Terdapat beberapa produk yang justru mengalami penurunan mutu akibat dibekukan.

Keamanan pangan beku. Pada prinsipnya, pembekuan dapat menjadi salah satu metode menjaga keamanan produk pangan yang efektif. Penurunan suhu mendorong mikroba untuk masuk ke dalam fase dorman dan tidak mampu tumbuh, sehingga tidak memungkinkan untuk beraktivitas. Namun demikian, penanganan produk beku selama berada dalam rantai pangan harus diperhatikan dengan baik. Jangan sampai terjadi temperature abuse, yang “membangunkan” mikroba.

Pembekuan tidak membunuh mikroba. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pembekuan hanya menginaktifkan mikroba.  Namun setelah produk di thawing, maka mikroba akan kembali aktif dan tumbuh. Oleh sebab itu, penanganan thawing dan proses sesudahnya perlu diperhatikan dengan cermat, terutama untuk produk yang mudah rusak atau perishable food.

Kesegaran dan mutu. Kesegaran dan mutu bahan pangan sangat menentukan hasil akhir proses pembekuan. Produk bermutu baik, bila dibekukan dengan cara yang tepat, maka pada saat thawing juga akan menghasilkan produk dengan mutu yang tidak jauh berbeda. Sebaliknya, jika sebelum dibekukan mutunya sudah buruk, maka hasil akhirnya juga dapat dipastikan buruk.  Oleh sebab itu, lakukan sortasi terlebih dahulu sebelum produk dibekukan.

Zat gizi. Proses pembekuan tidak terlalu mempengaruhi nilai gizi suatu bahan pangan. Oleh sebab itu, metode ini sangat disukai dibanding metode pemanasan.

Pengemasan. Penggunaan kemasan yang tepat akan sangat membantu penyimpanan beku. Pengemasan dapat meminimalkan risiko kontaminasi silang dan juga freezing injuries.

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...