Penanganan Produk Beku di Industri Jasa Boga



Seringkali kerusakan produk beku, terjadi karena penanganan yang tidak tepat. Hal ini tentu menimbulkan kerugian ekonomi, dan dalam tingkat tertentu juga dapat menyebabkan masalah bagi keamanan pangan.

Industri jasa boga merupakan salah satu pengguna produk beku yang utama. Produk beku dapat mempermudah industri jasa boga untuk mendapatkan jaminan suplai bahan baku. Guna menjaga mutu dan keamanan produk beku, industri jasa boga perlu memberikan perhatian terhadap beberapa hal. Berikut adalah beberapa diantaranya:

1. Penerimaan bahan beku

Pada saat penerimaan produk beku, industri jasa boga perlu memperhatikan mutunya. Bisa jadi produk mengalami temperature abuse selama distribusi. Oleh karena itu, pengecekan yang cermat sangat diperlukan saat penerimaan barang. Salah satunya dengan kembali mengukur suhu produk. Produk beku dengan suhu di atas (-12)oC sebaiknya ditolak.

Begitu produk  telah diterima, pastikan industri jasa boga memiliki fasilitas yang cukup untuk menjaga suhu produk tersebut. Pastikan fasilitas penyimpanan berada pada suhu (-18)oC atau lebih rendah, tergantung pada produknya.

Selain itu, sangat direkomendasikan gudang penyimpanan memiliki alat monitor suhu yang terkalibrasi. Bahkan beberapa praktisi menyarankan agar gudang beku juga dilengkapi oleh alarm sebagai penanda jika terjadi temperature abuse.

Sistem inventory juga sangat penting. Pastikan produk yang masuk gudang penyimpanan memiliki label dan kode yang jelas, termasuk tanggal inventory-nya.  Sistem first in first out sebaiknya diaplikasikan dengan baik, sehingga rotasi dapat berjalan dengan semestinya.
Walau berada dalam kondisi beku, ruangan juga harus memiliki sirkulasi udara dingin yang memadai. Menyimpan produk di atas pallet sangat direkomendasikan untuk membantu sirkulasi aliran udara berjalan dengan baik.

Fasilitas penyimpanan produk beku juga harus dibersihkan setiap saat. Lakukan defrosting jika telah ditemui kristal-kristal es. Ruang penyimpanan yang overloaded juga harus dihindari, karena dapat mengakibatkan temperature abuse dan kontaminasi silang. Selain itu, hindari membuka tutup lemari pendingin yang terlalu sering.

Untuk mempermudah penanganan dan meminimalkan kesalahan, alangkah baiknya jika dibuat standar operasi tertulis. Pada standar tersebut, juga perlu ditulis mengenai risiko-risiko yang dapat terjadi serta cara penanganannya. Sebagai contoh bagaimana jika terjadi mati lampu, seperti apa tindakan yang perlu diambil oleh operator.

2. Penggunaan bahan beku

Jika bahan beku akan digunakan, ambil jumlah secukupnya. Sebab jika berlebih sangat tidak direkomendasikan untuk membekukan kembali produk.

Kemudian untuk thawing, sebaiknya dilakukan pada suhu refrigerasi, namun tidak lebih dari 50oC.  Atau bisa juga dengan menggunakan air minum mengalir. Penggunaan microwave juga dapat menjadi solusi dalam melakukan thawing.

Dengan menangani produk beku secara baik, industri jasa boga dapat mengoptimalkan keuntungan yang akan diperoleh. Salah satunya adalah dengan meminimalkan kehilangan produk yang dapat memberikan kerugian, baik secara mutu maupun ekonomi.

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...