Frozen Dough: Membuat Produksi Bakeri menjadi Lebih Praktis



Pembekuan ternyata tidak hanya dapat diterapkan pada bahan pangan hewani ataupun nabati.  Teknik ini juga dapat diterapkan untuk mengawetkan adanan pada produksi bakeri.

Produk bakeri menjadi semakin populer dan dekat dengan konsumen Indonesia dewasa ini.  Tidak aneh jika kemudian berkembang kafe-kafe ataupun toko bakeri, baik skala kecil maupun skala besar. Permintaan yang ada saat ini, mendorong produsen untuk menghasilkan produk bakeri dengan standar mutu yang lebih berkualitas dan konsisten.  Oleh sebab itu, sejak tahun 1950-an telah mulai dikembangkan penggunaan frozen dough.

Penggunaan frozen dough dianggap memberikan beberapa keuntungan, antara lain dapat menghemat waktu, menjaga konsistensi produk, memberikan kepraktisan, dan mempermudah manajemen waktu. Bisa dibayangkan, jika pada suatu saat pemesan produk bakeri meningkat dengan tajam, tentu industri jasa boga akan kesulitan menyiapkan adonannya.

Apalagi jika adonan tersebut harus difermentasi. Bisa jadi hasilnya tidak optimal yang berakibat pada kekecewaan konsumen. Namun, dengan kehadiran frozen dough, semua masalah tersebut dapat diatasi.

Bahan baku frozen dough

Pada prinsipnya, bahan baku yang digunakan untuk pengolahan frozen dough tidak jauh berbeda dengan pembuatan adonan pada umumnya. Bahan baku utamanya terdiri dari tepung terigu, air, gula, garam, lemak, dan juga yeast.

Setiap ingridien tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Sebagai contoh tepung terigu, yang berperan sebagai sumber protein dalam pembentukan jaringan gluten. Sedangkan gula sebagai sumber energi bagi yeast. Garam berfungsi untuk memperkuat struktur jaringan gluten yang terbentuk.  Lemak untuk memperbaiki tekstur roti, sekaligus berkontribusi terhadap flavor. 

Sementara itu, yeast berperan dalam menghasilkan gas CO2, sehingga roti dapat mengembang.  Terdapat dua jenis yeast yang bisa digunakan untuk frozen dough, yakni compressed yeast dan dan juga active dry yeast.

Proses pengolahannya juga tidak berbeda jauh dengan pembuatan adonan secara reguler. Mula-mula semua bahan baku dicampur, dan diaduk hingga kalis. Kemudian dibekukan.  Suhu yang digunakan untuk pembekuan umumnya antara (-35) hingga (-40)oC dengan suhu pada inti sekitar (-10)oC.  Jika akan digunakan, frozen dough harus terlebih dahulu di thawing. Setelah itu, adonan di proofing, kemudian dipanggang.

Faktor yang perlu diperhatikan

Walaupun frozen dough memberikan beberapa keuntungan, namun beberapa penelitian juga menunjukkan kelemahan dari frozen dough. Salah satunya adalah volume roti yang lebih kecil dibandingkan dengan metode pembuatan roti reguler. Selain itu, roti yang terbuat dari frozen dough cenderung mengalami bread staling lebih cepat.

Untuk mengatasi hal tersebut, sejumlah penelitian telah dilakukan. Wolt dan D’Appolina (1984) berusaha mengevaluasi pengaruh yeast, jenis tepung dan additives terhadap kestabilan frozen dough. Hasilnya adalah frozen dough dengan penambahan SSL (Sodium Stearoyk Lactylate) mengalami perbaikan pengembangan volume.

Penelitian lain dilakukan oleh Jinhee Yi (2008), yang menyebutkan bahwa kombinasi antara tepung terigu dengan waxy wheat flour dapat menghasilkan produk bakeri dari frozen dough dengan volume yang lebih baik.

Artikel Lainnya

  • Apr 18, 2019

    Tips Memilih Whipped Cream

    hipped cream merupakan krim yang timbul di bagian atas dari susu pada waktu didiamkan atau dipisahkan, sehingga whipped cream juga disebut sebagai ‘kepala susu’.Kegagalan dalam pengolahan whipped cream biasanya ada pada suhu, pengocokan, dan perbandingan air (khusus untuk bubuk whipped cream). “Penggunaan air es dalam pengocokkan bubuk whipped cream sangat penting, karena air es tersebut membantu whipped cream mengembang secara maksimal.  ...

  • Apr 16, 2019

    Bahan-bahan yang mempengaruhi tekstur es krim

    Es krim dibuat dengan cara membekukan campuran susu, lemak hewani atau nabati, gula, dengan atau tanpa penambahan ingridien lain yang diizinkan. Bentuk dan ukuran masing-masing bahan penyusun es krim tersebut sangat menentukan kualitas es krim, terutama tekstur. Tekstur yang diinginkan pada es krim adalah lembut, creaminess (seperti kondisi kaya akan lemak) dan homogen. Sedangkan body yang diinginkan adalah firm dengan substansi padatan yang bersatu dalam bentuk buih/busa. Ketahanan es krim untuk tidak mudah meleleh juga menentukan apresiasi konsumen.   ...

  • Apr 15, 2019

    Costing Menu Honey Blended

    Honey Blended  adalah smoothie yang berbahan dasar raspberry, yoghurt, dan madu. Raspberry merupakan jenis buah yang banyak menyumbangkan manfaat untuk tubuh karena mengandung vitamin C dan magnesium yang cukup tinggi. Dipadukan dengan yogurt maka semakin melengkapi menfaat dari buah ini. ...

  • Apr 15, 2019

    Kenali Perbedaan Alergi Susu dengan Intoleransi Laktosa

    Alergi protein susu dan intoleransi laktosa merupakan dua masalah utama mengapa orang tidak dapat mengonsumsi susu. Perlu diketahui bahwa keduanya merupakan hal yang berbeda, meskipun dapat memberikan gejala yang sama. Alergi susu, biasanya yang berasal dari sapi, timbul akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang menganggap bahwa protein susu yang masuk ke dalam tubuh ialah zat yang berbahaya. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh memberikan respon penolakan dan menghasilkan gejala alergi. Susu sapi mengandung dua jenis protein, yaitu whey dan kasein yang keduanya dapat memicu reaksi alergi.   ...

  • Apr 11, 2019

    Jenis-Jenis Susu dan Kandungan Lemaknya

    Susu sebagai bahan makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sifatnya mudah dicerna dan diserap,sehingga baik untuk dikonsumsi. Susu cair, selain dikonsumsi langsung, juga banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri jasa boga, seperti untuk pembuatan yoghurt, pendamping breakfast cereal, pengganti santan, dan lainnya. Di pasaran terdapat berbagai jenis susu cair. Oleh sebab itu, industri perlu membaca label untuk memilih produk susu yang sesuai dengan kebutuhan. ...