Penanganan Awal Sebelum Produk Pangan Dibekukan



Pembekuan pada berbagai macam produk pangan dapat dilakukan, baik yang masih mentah maupun yang sudah diolah.  Sebagai contoh, buah dalam bentuk utuh, puree, atau konsentrat; aneka sayuran; daging; ikan atau hasil laut lainnya dan produk-produk olahannya; produk-produk bakeri; pangan yang telah dimasak lalu dibekukan; juga produk yang dapat dikonsumsi langsung, seperti es krim.

Perhatian khusus perlu diberikan ketika akan membekukan buah dan sayur segar. Buah dan sayur segar masih memiliki berbagai enzim yang dapat bereaksi dengan komponen pangan lainnya yang dapat menyebabkan perubahan atau kerusakan pada warna, zat gizi, dan flavor.  Enzim ini harus diinaktifkan untuk mencegah terjadinya reaksi enzimatis tersebut.

Enzim yang ada di dalam sayuran dapat diinaktifkan dengan proses blansir.  Proses blansir yang umum dilakukan adalah dengan menggunakan air panas pada suhu 70 – 100°C atau dengan uap panas(steam). Lama waktu blansir berkisar antara 3 – 15 menit, tergantung pada jenis dan ukuran sayur, serta metode dan suhu blansir yang digunakan.

Proses pendinginan dilakukan dengan cara memasukkan bahan ke dalam air es segera setelah proses blansir dilakukan. Tujuannya adalah untuk menghentikan proses pemasakan, mencegah pelunakan jaringan yang berlebihan sekaligus juga berfungsi sebagai proses pencucian. Blansir juga membantu merusak sebagian mikroba yang ada di permukaan sayur. Lama waktu pendinginan biasanya sama dengan lamanya waktu yang digunakan untuk blansir. 

Reaksi enzimatis pada buah terutama menyebabkan pencokelatan dan hilangnya vitamin C.  Akan tetapi, pada buah potong yang akan dimakan dalam bentuk segar dan buah beku setelah proses thawing, proses blansir biasanya tidak diinginkan. 

Hal ini karena blansir dapat menyebabkan buah kehilangan karakteristik sensoris ‘khas buah segar’-nya dan pada beberapa jenis buah, seperti apel dan mentimun akan menyebabkan perubahan flavor dan tekstur, yaitu tekstur menjadi porous seperti gabus setelah proses thawing dilakukan.  

Beberapa metode yang bisa digunakan sebagai pengganti blansir pada pembuatan buah beku adalah inaktivasi enzim secara kimia, menghindarkan kontak dengan oksigen, yaitu dengan mengemas buah dalam larutan gula; serta perendaman dalam larutan yang mengandung anti oksidan, seperti asam askorbat atau vitamin C.

Lemak yang terdapat pada bahan hewani dapat menyebabkan flavor tengik selama penyimpanan beku ketika makanan beku kontak dengan oksigen. Untuk mengatasi hal ini, perlu menggunakan bahan kemasan yang dapat menghambat masuknya udara ke dalam produk atau dapat menggunakan kemasan vakum, yaitu untuk mengeluarkan oksigen dari dalam produk, sehingga reaksi oksidasi lemak dapat diminimalkan.

Bumbu dan rempah biasanya mengalami perubahan selama pembekuan dan penyimpanan beku. Ada yang flavornya menjadi lebih kuat, ada yang rasanya menjadi pahit, dan ada juga yang mengalami penyimpangan flavor. 

Penggunaan garam pada produk olahan, seperti pada produk yang sudah dimasak juga berpotensi mempercepat oksidasi. Disarankan, jika akan membekukan makanan yang telah dimasak, gunakan hanya sedikit bumbu dan lakukan penambahan bumbu pada saat pemanasan kembali.

Beberapa bahan pangan mengalami kerusakan jika disimpan beku. Contoh produk seperti ini adalah kuning telur mentah yang akan mengubah tekstur menjadi seperti gel saat setelah dithawing; putih telur matang teksturnya akan menjadi seperti karet; mayones, salad dressing, sour cream dan santan emulsinya akan pecah dan berair.

Artikel Lainnya

  • Apr 18, 2019

    Tips Memilih Whipped Cream

    hipped cream merupakan krim yang timbul di bagian atas dari susu pada waktu didiamkan atau dipisahkan, sehingga whipped cream juga disebut sebagai ‘kepala susu’.Kegagalan dalam pengolahan whipped cream biasanya ada pada suhu, pengocokan, dan perbandingan air (khusus untuk bubuk whipped cream). “Penggunaan air es dalam pengocokkan bubuk whipped cream sangat penting, karena air es tersebut membantu whipped cream mengembang secara maksimal.  ...

  • Apr 16, 2019

    Bahan-bahan yang mempengaruhi tekstur es krim

    Es krim dibuat dengan cara membekukan campuran susu, lemak hewani atau nabati, gula, dengan atau tanpa penambahan ingridien lain yang diizinkan. Bentuk dan ukuran masing-masing bahan penyusun es krim tersebut sangat menentukan kualitas es krim, terutama tekstur. Tekstur yang diinginkan pada es krim adalah lembut, creaminess (seperti kondisi kaya akan lemak) dan homogen. Sedangkan body yang diinginkan adalah firm dengan substansi padatan yang bersatu dalam bentuk buih/busa. Ketahanan es krim untuk tidak mudah meleleh juga menentukan apresiasi konsumen.   ...

  • Apr 15, 2019

    Costing Menu Honey Blended

    Honey Blended  adalah smoothie yang berbahan dasar raspberry, yoghurt, dan madu. Raspberry merupakan jenis buah yang banyak menyumbangkan manfaat untuk tubuh karena mengandung vitamin C dan magnesium yang cukup tinggi. Dipadukan dengan yogurt maka semakin melengkapi menfaat dari buah ini. ...

  • Apr 15, 2019

    Kenali Perbedaan Alergi Susu dengan Intoleransi Laktosa

    Alergi protein susu dan intoleransi laktosa merupakan dua masalah utama mengapa orang tidak dapat mengonsumsi susu. Perlu diketahui bahwa keduanya merupakan hal yang berbeda, meskipun dapat memberikan gejala yang sama. Alergi susu, biasanya yang berasal dari sapi, timbul akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang menganggap bahwa protein susu yang masuk ke dalam tubuh ialah zat yang berbahaya. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh memberikan respon penolakan dan menghasilkan gejala alergi. Susu sapi mengandung dua jenis protein, yaitu whey dan kasein yang keduanya dapat memicu reaksi alergi.   ...

  • Apr 11, 2019

    Jenis-Jenis Susu dan Kandungan Lemaknya

    Susu sebagai bahan makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sifatnya mudah dicerna dan diserap,sehingga baik untuk dikonsumsi. Susu cair, selain dikonsumsi langsung, juga banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri jasa boga, seperti untuk pembuatan yoghurt, pendamping breakfast cereal, pengganti santan, dan lainnya. Di pasaran terdapat berbagai jenis susu cair. Oleh sebab itu, industri perlu membaca label untuk memilih produk susu yang sesuai dengan kebutuhan. ...