Macam-Macam Freezer (Bagian I)



Selain chest freezer, ada beragam jenis freezer yang lain. Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam pemilihan freezer adalah kecepatan pembekuan. Berdasarkan kecepatan pembekuannya, freezer dapat dikategorikan menjadi beberapa macam, yaitu ultra rapid freezer yang memiliki kecepatan pembekuan sangat tinggi, yaitu 10-100 cm/jam, contohnya adalah  cryogenic freezer; rapid freezer, yaitu jenis freezer yang memiliki kecepatan pembekuan 5-10 cm/jam, contohnya adalah fluidised bed freezer; slow freezer dan sharp freezer memiliki kecepatan pembekuan 0,2 cm/jam, contohnya adalah still air freezer   dancold stores; serta quick freezer yang memiliki kecepatan 0,5-3 cm/jam, contohnya adalah air blast freezer dan plate freezer.

Selain pengelompokan secara umum di atas, freezer dapat dikelompokkan lebih spesifik lagi, yaitu berdasarkan refrigeran dan mekanisme kerjanya, antara lain sebagai berikut:

1. Blast freezer

Menggunakan udara sebagai refrigeranyang disirkulasikan pada suhu (-30)℃ sampai (-40)℃ dengan kecepatan 1,5 - 6 m/s. Udara yang mengalir cepat menipiskan lapisan film dan meningkatkan koefisien perpindahan panas permukaan. Pembekuan menggunakan blast freezer dapat dilakukan secara batch maupun kontinu.

Pada metode batch, makanan disimpan pada rak di dalam ruang pendingin. Pada metode kontinu, makanan bergerak pada conveyor belt melalui ruang yang diinsulasi. Hembusan udara pada blast freezer dapat bersifat paralel atau tegak lurus dengan bahan pangan dan melewati setiap bagian dari makanan. 

Keunggulan blast freezer, yaitu ekonomis dan fleksibel karena harganya tidak mahal namun tinggi kapasitasnya, serta dapat membekukan makanan dalam berbagai bentuk dan ukuran. Sedangkan kelemahannya adalah dapat terjadi pembentukan es di kumparan, sehingga perlu dilakukan defrosting.

Bahan pangan yang  dibekukan menggunakan blast freezer dapat mengalami dehidrasi sampai 5 persen dan perubahan oksidatif pada makanan yang tidak dikemas. Bahan pangan yang memiliki berat jenis rendah dan ruang kosong lebih banyak, lebih besar kemungkinan untuk mengalami dehidrasi yang dapat mengakibatkan kebakaran freezer.

2. Cold stores

Menggunakan udara sebagai refrigeran seperti halnya blast freezer. Cold stores digunakan untuk membekukan daging, menyimpan makanan yang telah dibekukan dengan metode lain dan memperkeras es krim.

Kelemahan cold stores adalah sering terbentuk timbunan es pada dinding, sehingga efisiensi freezer berkurang. Hal ini disebabkan energi yang seharusnya digunakan untuk membekukan bahan makanan, dipakai untuk membentuk es. Pembentukan es dapat diatasi dengan mengurangi kelembaban udara yang masuk sehingga es yang terbentuk berkurang dan efisiensi bertambah.

3. Plate freezer

Terdiri dari beberapa plat berlubang yang tersusun vertikal atau horisontal. Refrigeran pada suhu (-40)℃ dipompakan melalui lubang-lubang ini. Teknik pembekuan pada plate freezer bisa dilakukan secara batch, semi kontinu, dan kontinu.

Plate freezer digunakan untuk membekukan makanan berbentuk lembaran atau dikemas. Pangan yang akan dibekukan ditempatkan di antara plat, kemudian plat digerakkan secara bersamaan hingga dihasilkan sedikit tekanan untuk meningkatkan kontak antara permukaan makanan dan plat sehingga meningkatkan laju perpindahan panas.

Kelebihan plate freezer adalah nilai ekonomi baik, efisiensi tempat, biaya operasi rendah, dehidrasi rendah,  defrosting minimal, dan perpindahan panas tinggi. Kelemahan metode ini adalah biaya investasi tinggi karena harganya mahal, serta makanan yang dibekukan harus tipis dan berbentuk lembaran.

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...