Mengenal Jagung dan Aplikasinya pada Produk Pangan



Jagung merupakan tanaman yang berasal dari Amerika yang kemudian meyebar ke wilayah Asia dan Afrika pada abad ke-16. Tanaman ini adalah salah satu jenis bahan pangan sumber karbohidrat selain, padi dan gandum.

Tanaman yang termasuk jenis rumput-rumputan ini menjadi sumber karbohidrat utama di wilayah Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Masyarakat di beberapa daerah di Indonesia pun menjadikan jagung sebagai makanan poko, seperti di Madura dan Nusa Tenggara.

Jagung kaya akan lemak nabati dan asam folat yang bermanfaat untuk mengurangi resiko bayi mengalami kerusakan otak pada saat lahir. Selain itu jagung juga merupakan sumber vitamin B1 yang dibutuhkan tubuh untuk memaksimalkan kinerja sel-sel otak.

Asam pantotenat atau vitamin B5 juga banyak terkandung dalam jagung, vitamin B5 berfungsi dalam proses metabolisme karbohidrat, protein dan lemak untuk diubah menjadi energi. Menurut bentuknya ada tujuh jenis tanaman jagung yang tumbuh di dunia, yaitu

Jagung Gigi Kuda (Dent Corn). Jagung jenis ini memiliki ukuran biji yang besar yang terbagi dalam beberapa baris dan berwarna kuning, putih atau kadang-kadang berwarna lain.

Jagung Mutiara (Flint Corn). Biji jagung jenis ini bentuknya agak bulat seperti mutiara dan ukurannya lebih kecil daripada biji jagung kuda. Warna biji ada yang putih, kuning, dan ada juga yang merah.

Jagung Manis (Sweet Corn). Ciri khas jagung manis terletak pada biji-biji yang masih muda dan berwarna jernih, sedangkan biji yang telah masak dan kering akan menjadi berkerut.

Jagung Berondong (Pop Corn). Ciri jagung berondong merupakan jagung yang bijinya kecil dan hampir seluruh endosperm bagian yang keras.

Jagung Pod (Pod Corn). Jagung jenis ini memiliki ciri khas tersendiri, yakni bijinya diselubungi oleh glume atau kelobot sehingga bijinya tidak terlihat jelas.

Jagung Ketan (Waxy Corn). Ciri jagung ini adalah bijinya kecil berwarna mengkilap seperti lilin dan zat patinya menyerupai tepung tapioka. Jagung Tepung (Flour Corn) Seluruh bijinya terdiri dari pati yang menyerupai tepung dan lunak, sehingga apabila terkena panas akan mudah pecah.

Jenis Jagung ini paling banyak dimanfaatkan untuk pembuatan tepung maizena. Selain bentuk bijinya yang beragam, jagung juga memiliki warna biji yang beragam, umumnya jagung berwarna kuning tapi ada juga jagung yang berwarna merah, putih, biru, ungu bahkan hitam.

Jagung dapat diaplikasikan dalam berbagai jenis hidangan mulai dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup, seperti nasi jagung, sup jagung, asinan jagung bakar, pudding jagung, dan cake jagung.

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...