Beras Analog: Alternatif Beras Putih bagi Penderita Diabetes



Diabetes merupakan suatu penyakit yang erat kaitannya dengan bahan pangan sumber karbohidrat, seperti nasi. Untuk mengurangi konsumsi nasi, penderita diabetes dapat mengganti salah satu sumber karbohidratnya dengan mengonsumsi beras analog.

Beras analog, yaitu produk yang dibuat dari bahan karbohidrat lokal non padi yang dibentuk seperti beras padi. Produk ini mengatasnamakan beras agar menarik minat masyarakat, yang ketergantungannya terhadap beras padi yang masih sangat tinggi. Selain itu, salah satu tujuan diciptakan beras analaog juga untuk mengubah paradigma masyarakat bahwa sumber karbohidrat tidak hanya berasal dari beras padi.

Beras analog mulai dikembangkan pada tahun 2011 hingga saat ini, dengan melakukan berbagai percobaan dan penelitian yang akhirnya berhasil membuat empat formula beras analog yang mengandung indeks glikemik rendah, yakni dibawah 55, sehingga baik untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Formula dengan nilai indeks glikemik rendah tersebut berbahan dasar jagung, singkong dan sagu. Sumber karbohidrat dan zat gizi lainnya yang terkandung dalam beras analog sama dengan beras padi. Kandungan seratnya pun setara dengan beras pecah kulit, beras merah, dan beras hitam.

Sama halnya dengan nasi, beras analog dapat dikonsumsi dengan macam-macam masakan dan dapat diaplikasikan menjadi aneka hidangan. Cara pengolahannya pun sama dengan mengolah nasi tetapi airnya dididihkan terlebih dahulu.

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...