Klasifikasi Karbohidrat



Karbohidrat merupakan zat gizi makro yang penting bagi manusia. Salah satu fungsinya adalah sebagai sumber energi yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas tubuh. Beberapa contoh sumber karbohidrat utama adalah nasi, ubi, roti, kentang, dan lainnya.

Energi yang bisa diperoleh dari asupan karbohidrat adalah 4 kkal/g. Namun demikian, tidak semua jenis karbohidrat sama. Secara umum terdapat dua jenis karbohidrat, yakni karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

Pembagian dua jenis karbohidrat tersebut didasarkan pada susunan senyawa kimianya. Karbohidrat sederhana biasanya terdiri dari monosakarida dan disakarida. Glukosa dan sukrosa (gula) merupakan contoh yang paling tepat untuk karbohidrat sederhana.

Selain dalam bentuk murni, karbohidrat sederhana tersebut juga dapat ditemukan pada aneka produk olahan, seperti permen, minuman ringan, atau lainnya. Penambahan gula juga sering dilakukan ketika mengolah masakan, baik di industri jasa boga maupun rumah tangga.

Karbohidrat kompleks merupakan kelompok yang terdiri dari polisakarida. Sering ditemukan pada bahan pangan alami, seperti biji-bijian yang belum disosoh, gandum, umbi-umbian, sayur, dan beberapa jenis buah –terutama yang dikonsumsi bersama kulitnya.

Ternyata, perbedaan dua jenis karbohidrat tersebut dapat memberikan pengaruh yang berbeda bagi kesehatan. Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga kenaikan kadar glukosa darah terjadi secara perlahan. Sebaliknya, karbohidrat sederhana dapat dengan cepat meningkatkan kadar glukosa darah.

Artikel Lainnya

  • Jan 23, 2019

    Mikroba Penyebab Kerusakan Jus Buah

    Umur simpan jus buah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan, peralatan dan mesin pengolahan, pengemasan, serta kondisi penyimpanan. Akan tetapi faktor utama kerusakan jus buah tak lepas dari adanya mikroba penyebab kerusakan. Kandungan zat gizi pada jus buah merupakan tempat hidup yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba, selain itu didukung dengan kadar air yang tinggi dan nilai aktifias air (aw) yang juga tinggi (0,97-1,00). Jenis mikroba umum yang menjadi penyebab kerusakan jus buah yaitu dari golongan bakteri (misalnya E. coli, dan Klebsiella), kapang (misalnya Aspergillus sp.), dan khamir. Bakteri, kapang, dan khamir dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap, toksin, gas, alkohol, busa, lendir, cemaran fisik, perubahan rasa, warna, bentuk dan kekentalan.   ...

  • Jan 22, 2019

    Branding Restoran Masa Kini melalui Teknik Memorable Experience

    Membuat masakan yang enak bukan menjadi satu-satunya modal membangun bisnis resto. Menyajikan makanan terenak sekalipun belum tentu dapat mendatangkan pelanggan yang banyak tanpa strategi pemasaran yang bagus. Strategi pemasaran yang harus dipikirkan oleh resto modern adalah bagaimana menciptakan pengalaman luar biasa yang belum pernah diberikan oleh resto-resto yang sudah ada sebelumnya. ...

  • Jan 21, 2019

    Membuat Roti dengan Teknik Sourdough

    Metode sourdough juga dikenal dengan metode biang, merupakan teknik lawas yang digunakan untuk membuat adonan roti jauh sebelum ditemukannya ragi instan pada tahun 1800-an. Prinsip teknik sourdough adalah membuat adonan biang sebagai starter (seperti starter untuk yoghurt) dan menjadikan biang tersebut sebagai leavening agent dalam adonan roti. Adonan biang tersebut mengandung yeast dan bakteri hidup Lactobacillus yang ditangkap secara alami dari udara dan dari dalam terigu, kemudian dibiakkan secara terus menerus. ...

  • Jan 18, 2019

    Jus VS Buah Segar

    Buah adalah salah satu bahan pangan penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Di dalam buah terkandung sejumlah zat gizi, serat pangan, dan berbagai komponen bioaktif. Terdapat beberapa cara dalam menikmati buah dan sayur. Salah satunya yang cukup populer adalah mengolahnya menjadi jus. ...

  • Jan 17, 2019

    Cara Mencegah Chilling Injuries pada Buah

    Chilling injuries merupakan luka atau kerusakan yang disebabkan pendinginan sehingga menurunkan mutu buah. Kerusakan yang terjadi dapat berupa timbulnya bintik-bintik pada permukaan, pencokelatan, pelunakan tekstur dan pematangan yang tidak normal. Terjadinya chilling injuries tidak hanya disebabkan oleh besarnya suhu yang digunakan, namun juga lama paparan suhu tersebut terhadap produk. Beberapa buah tahan terhadap pendinginan dengan waktu yang pendek (Aked, 2002). Pada chilling injuries, jika buah atau sayur telah mengalami kerusakan maka akan lebih rentan mengalami kebusukan. Hal ini salah satunya karena kontaminasi bakteri Alternaria sp., yaitu mikrobia yang tidak tumbuh pada jaringan sehat, tetapi berkembang pada jaringan yang lemah akibat kerusakan suhu rendah. ...