Rhodamin B: Bahaya Penggunaannya pada Produk Pangan



Beberapa zat pewarna sintetik yang digunakan dalam pengolahan makanan tidak sesuai dengan batas maksimal penggunaan, bahkan ada beberapa penjual makanan menggunakan zat pewarna sintetik yang dilarang, seperti rhodamin B.

Rhodamin B adalah salah satu bahan pewarna sintetik makanan yang dilarang penggunaannya di Indonesia utamanya sejak 1985. Lembaga Kesehatan Dunia (WHO- World Health Organization) secara resmi juga telah mengumumkan bahwa zat tersebut berbahaya karena kandungan logam berat dan sifat kimiawinya, sehingga apabila dikonsumsi secara berkala dan dalam jangka panjang akan meyebabkan terjadinya gangguan fisiologis pada tubuh, seperti pembesaran hati dan pembesaran ginjal.

Di Indonesia rhodamin B masih banyak digunakan, seperti pada makanan tradisional yang dijual di pasaran dan juga pada jajanan anak sekolah. Selain itu, rhodamin B juga banyak ditemukan pada buah semangka yang disuntik. Cara untuk mengetahui buah semangka disuntik menggunakan rhodamin B atau tidak adalah dengan dibelah. Jika terdapat warna merah pada daging putihnya dan warna daging buah semangka tersebut berwarna merah tidak wajar serta apabila dikonsumsi akan terasa gatal di tenggorokan, maka dapat dipastikan bahwa buah tersebut mengandung rhodamin B.

Golongan pangan fungsional yang apabila dikonsumsi bersamaan dengan rhodamin B, maka fungsionalitas bahan pangan tersebut akan hilang. Contohnya saja, apabila mengonsumsi teh oolong dengan dicampurkan gula cakar yang mengandung rhodamin B, maka kandungan katekin yang terdapat di dalamnya akan hilang. Sifat fungsionalitas teh tersebut juga telah hilang karena katekin yang seharusnya bermanfaat bagi tubuh malah menetralkan sifat berbahaya rhodamin B.

Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan upaya untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya penggunaan zat pewarna sintetik dengan cara, seperti tidak membeli produk pangan dengan warna yang mencurigakan, meyakinkan bahwa mengonsumsi pangan tanpa pewarna itu lebih baik, menyosialisasikan bahaya penggunaan zat pewarna sintetik, menegakkan aturan tentang pangan sesuai dengan UU Pangan, dan menghindari membeli makanan jajanan sekolah.

Artikel Lainnya

  • Jul 24, 2018

    Tren Keju dalam Produk Pangan Indonesia

    Tren keju seakan tidak pernah ada habisnya. Meskipun bukan produk dan ingridien asli Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sangat akrab dengan cita rasa keju di berbagai produk pangan. Meningkatnya animo pasar dengan keju ini tentu harus disambut dengan inovasi produk pangan yang inovatif.  ...

  • Jul 16, 2018

    Promosi Hotel, Restoran dan Katering Indonesia dengan Kopi

    Keberhasilan Pameran Hotelex yang telah diselenggarakan di sepuluh negara Asia menjadi salah satu alasan kuat PT Pamerindo Indonesia untuk mengadakan Pameran Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 mendatang di Jakarta International Expo. "Pameran ini merupakan pameran business to business. Kami harapkan Pameran Hotelex Indonesia akan dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung yang merupakan para pelaku industri hotel, restoran dan katering," tutur Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwik Roberto dalam konferensi pers Hotelex Indonesia di Jakarta pada 6 Juli 2018. ...

  • Jun 29, 2018

    Tepat Menggunakan Rempah

    Berbagai rempah memiliki variasi komponen kimiawi yang berperan dalam pembentukan profil flavornya....

  • Jun 28, 2018

    Manfaat Rempah Bagi Kesehatan

    Berbagai rempah dan bumbu dapur yang selama ini dekat dengan...

  • Jun 27, 2018

    Mengenal Kunyit

    Kunyit merupakan salah satu suku tanaman temu-temuan (Zingiberaceae)....