Pengolahan Beras Merah dan Pengaruhnya terhadap Nilai Gizi



Beras merah memiliki kandungan serat lebih tinggi, sehingga pemasakannya membutuhkan waktu yang relatif lebih lama jika dibandingkan dengan pemasakan beras putih. Apabila pemasakan dilakukan secara biasa seperti memasak beras putih, yaitu  dalam waktu sebentar dan kurang air, biasanya nasi menjadi kurang matang dan masih keras.

Pemasakan beras merah memerlukan cara yang sedikit berbeda, yaitu pertama beras dicuci bersih, kemudian direndam kurang lebih setengah jam. Perendaman bertujuan melunakkan beras, sehingga pemasakan dapat dilakukan dalam waktu tidak terlalu lama.

Tahap berikutnya adalah pemasakan beras merah menggunakan air dalam jumlah lebih banyak daripada air yang digunakan untuk memasak beras putih. Serat merupakan bahan yang banyak menyerap air, sehingga beras merah memerlukan jumlah air yang lebih banyak dibandingkan beras putih.

Pada saat nasi sudah setengah matang dan air yang digunakan untuk merebus sudah habis, maka pindahkan nasi ke kukusan atau dandang, lalu ditanak sampai matang. Saat air yang digunakan memasak telah mendidih, turunkan perlahan temperaturnya.

Hal yang perlu diperhatian saat pemasakan adalah penggunaan api jangan terlalu tinggi. Jika suhu pemasakan terlalu tinggi, air akan cepat menguap sedangkan beras belum matang sehingga nasi bisa cepat gosong. Sebaliknya jika temperaturnya rendah suhunya akan stabil dan nasi bisa matang dengan sempurna.

Selain menggunakan dandang, pemasakan beras merah juga bisa dilakukan menggunakan rice cooker, yaitu dilakukan dengan cara menambahkan jumlah air dua kali lebih banyak dari air yang digunakan untuk memasak beras putih.

Pemasakan tidak banyak mempengaruhi nilai gizi beras merah. Serat yang terkandung di dalamnya relatif tidak berkurang selama proses pemasakan, demikian juga beberapa vitamin dan mineral. Tanpa adanya proses penyosohan, vitamin seperti B1 (thiamin) jumlahnya lebih tinggi dibandingkan pada beras putih.

Artikel Lainnya

  • Apr 13, 2018

    Clean eating pada Menu Balita

    Clean eating pada menu balita dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi asupan gizi balita....

  • Apr 12, 2018

    Hidup Sehat Mencegah Penyakit Degeneratif

    Ada yang bilang, kondisi masa tua merupakan cerminan dari apa yang kita konsumsi di masa muda....

  • Apr 11, 2018

    Menyusun Menu Terpadu

    Dalam menjalankan bisnis restoran, hal-hal kecil yang luput diperhatikan dapat menyebabkan beberapa kendala yang signifikan....

  • Apr 10, 2018

    Tepat Menangani Katering

    Menangani katering berbeda dengan menangani sarapan setiap paginya....

  • Apr 10, 2018

    Fun Kitchen Festival: Sarana Informasi Kuliner Indonesia

    Memadukan cita rasa memang bukan perkara yang mudah tetapi, bukan berarti pula tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan teknik, pengolahan, serta pengetahuan terhadap bahan yang tepat sebuah hidangan baru yang merupakan pencampuran dari dua hal yang berbeda. Tidak melulu soal rasa, pencampuran juga terkadang memberikan sentuhan pada penampilan maupun ukuran. Hal tersebutlah yang ingin diusung pada Fun Kitchen Festival yang mengangkat tema “Trend Modern and Traditional Food & Beverages 2018” acara yang diselenggarakan pada 13-18 Maret 2018 lalu di Atrium Tengah Mall Taman Anggrek ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri peserta  dari segala latar belakang. ...