Cara Meminimalisir Bau Prengus pada Daging Kambing



Cara paling awal mengurangi bau prengus pada daging kambing adalah dengan cara memisahkan kepala dan kaki depannya sesaat setelah kambing disembelih. Hal tersebut disebabkan pada kepala kambing terdapat kelenjar yang mengandung BCFA asam hircinoic dalam jumlah cukup tinggi. Demikian juga pada kaki depan, terutama pada hewan jantan, merupakan sumber bau yang berasal dari urin yang disemprotkan untuk menarik lawan jenis, atau kambing betina.

Pratikno memberi saran lain untuk meminimalkan bau prengus kambing, yakni dengan berhati-hati dalam menguliti kambing. Hal ini disebabkan BCFA asam hircinoic yang terdapat pada kelenjar sebaceus kulit dipakai untuk meminyaki rambut kambing.

Untuk menghindari bau yang berasal dari kulit kambing, maka dapat dilakukan dengan memisahkan pisau yang dipakai untuk menyayat kulit dengan yang untuk memotong daging. Demikian juga pada saat menguliti, harus dilakukan dengan konsisten, seperti tangan yang memegang kulit jangan memegang karkas dan sebaliknya, kemudian cuci tangan dengan bersih tangan sebelum memegang daging.

Setelah daging kambing dikuliti, maka akan diperoleh karkas yang biasanya dapat ditemukan adanya lemak di bawah kulit. Lemak di bawah kulit tersebut juga banyak mengandung BCFA asam hircinoic, sehingga harus ditrim atau pisahkan dari dagingnya.
Waspadai juga BCFA asam hircinoic yang terdapat pada jeroan karena BCFA asam hircinoic merupakan hasil metabolisme mikroba saluran pencernaan. Jeroan yang juga merupakan sumber bau prengus pada daging kambing, perlu segera dipisahkan dari daging.

Bagaimana jika daging kambing sudah terlanjur terkena BCFA asam hircinoic dan menjadi prengus? Cara mengatasinya adalah dengan pemberian rempah-rempah yang dapat meminimalkan bau prengus, yakni pemberian kunyit, jahe, dan bawang putih. Ketiga rempah tersebut diulek sampai halus, kemudian direndam sekitar 30 menit bersama daging prengus. Selanjutnnya daging dicuci lagi sampai bersih untuk kemudian dapat diolah lebih lanjut.

Cara lain menghilangkan daging yang terlanjur prengus adalah dengan menggunakan buah nanas yang dipotong kecil-kecil. Setelah daging kambing dicuci bersih, campurkan daging dengan potongan buah nanas di dalam satu wadah yang sama, kemudian dicampur secara merata sambil diremas menggunakan tangan. Diamkan sekitar 30 menit sebelum diolah lebih lanjut.

Selengkapnya tentang Bijak Memilih Daging dan Unggas dapat dibaca di Kulinologi Edisi September 2017

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...