Tips Membuat Empal dengan Cermat



Empal merupakan hidangan daging sapi goreng bercita rasa gurih dan beraroma khas rempah. Diolah dengan cara daging sapi dimasak dalam bumbu hingga kering. Hidangan ini popular dan umum ditemukan di pulau Jawa, dan berasal dari tanah Sunda, Jawa Barat. Daging sapi yang digunakan dalam hidangan ini adalah bagian sengkel. Empal paling pas disajikan dengan taburan bawang goreng, bersama nasi putih, dan sambal terasi.

Untuk membuat empal dengan cita rasa yang enak dan juga tekstur yang empuk, perlu memperhatikan beberapa langkah berikut:

  1. Daging sapi sebaiknya tidak dicuci sama sekali. Juicy dalam daging akan ikut keluar terbawa air saat dicucu, sehingga daging menjadi kering dan akan keras.
  2. Empal harus lebih dulu direbus setengah matang dalam keadaan utuh.
  3. Setelah itu, potong daging dengan cara searah serat daging agar penyerapan bumbu menjadi lebih mudah.
  4. Kemudian daging dimemarkan sampai agak tipis. Hindari melapisi daging dengan plastik sebelum dimemarkan, agar daging tidak menjadi hancur.
  5. Jangan menambahkan garam diawal proses pemasakan tetapi berilah garam setelah daging dalam keadaan yang cukup empuk. Hal ini disebabkan garam dapat mengikat air dalam daging, sehingga membuat empal menjadi keras dan tidak juicy.
  6. Ketika memasak empal dan bumbu, gunakan api yang sedang saja. Tujuannya agar penguapan cairan tidak terlalu banyak dan waktu didih menjadi lebih lama, sehingga penyerapan bumbu bisa terjadi secara maksimal.
  7. Empal yang sudah matang terlebih dahulu digoreng sebelum disajikan. Dengan cara memasukkan daging di dalam minyak panas lalu balik dan angkat ketika matang. Proses penggorengan ini dilakukan di dalam minyak yang sudah panas dan tidak boleh terlalu lama agar daging tidak keras.
  8. Gunakan minyak hanya secukupnya saja karena empal akan membuat minyak menjadi cepat kotor.

Empal biasanya bisa jadi stok makanan siap santap, sehingga biasanya empal dibuat dalam jumlah cukup banyak. Empal yang tidak langsung disantap, disimpan dalam wadah kedap udara dan dimasukkan ke dalam freezer. Saat ingin dimakan, empal tinggal digoreng sebentar saja.

Selengkapnya tentang Bijak Memilih Daging dan Unggas dapat dibaca di Kulinologi Edisi September 2017

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...

  • Sep 20, 2018

    Keamanan Pengemas Jajanan dan Makanan Cepat Saji

    Penggunaan kemasan adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya cemaran pada produk olahan pangan. Selain berfungsi sebagai pelindung, kemasan juga berperan sebagai media untuk promosi. Kemasan dapat mempengaruhi berbagai aspek pada pangan seperti nilai jual, estetika, dan keamanan pangan. Makin kompleks suatu kemasan, maka nilai tambah produk pangan juga akan dapat meningkat. Konsumen cenderung memilih kemasan yang menarik dan mampu menunjukkan mutu produk pangan. ...

  • Sep 17, 2018

    Apa itu Gaya Hidup Ketofastosis?

    Diet ketogenik merupakan salah satu tren diet yang cukup populer di Indonesia. Prinsip diet ini ada pada pengaturan pola makanan harian untuk mencapai kondisi ketosis. Diet ini dipandang efektif untuk penurunan berat badan. Saat ini, diet ketogenik dikombinasikan dengan puasa pada kondisi ketosis dengan tujuan mempertahankan metabolisme lemak yang optimal sehingga disebut dengan ketofastosis....

  • Sep 14, 2018

    Kemeriahan Lomba Cipta Menu Berbahan Lokal

    Crafting Special Recipe (CRISPY) Competition merupakan lomba cipta menu dan masak dengan menggunakan bahan pangan lokal. CRISPY tahun 2018 mengangkat tema “Kreasi olahan cemilan sehat untuk keluarga : one bite size” dan menggunakan buah sukun sebagai bahan dasar utama.  Acara yang berlangsung pada 9 September 2018 lalu di Kampus IPB Dramaga tersebut diikuti oleh 24 tim peserta dari masyarakat umum dan berbagai instansi, di antaranya adalah Stikes Mitra Keluarga, UPN Jakarta, Poltekkes Jakarta II, UHAMKA, Bhi, Poltekkes Kemenkes Bandung, Universitas Negeri Jakarta, STP Bogor, Akpar Pertiwi, Universitas Djuanda, Universitas Ibnu Khaldun, Bina Sarana Informatika, Sekolah Vokasi IPB, dan IPB. ...

  • Ags 30, 2018

    Efektifitas Rantai Pasok untuk Peningkatan Kualitas Susu Segar

    Susu merupakan salah satu produk industri peternakan yang potensial di Indonesia. Sebagian besar (98%) susu di Indonesia diproduksi di Pulau Jawa yang berasal dari peternakan rakyat. Terdapat tiga permasalahan utama terkait produksi susu di Indonesia yaitu kurangnya pengetahuan peternak tentang penanganan susu, lahan peternakan dan skala kepemilikan, serta persoalan regenerasi....