Indonesia’s Biggest Business Expo, Gabungkan Tiga Pameran Bisnis



Menurut data dari Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), maraknya aplikasi digital mampu menumbuhkan bisnis waralaba terutama pada sektor makanan dan minuman, sehingga pemilik terbantu dalam memasarkan produk mereka. Tren digitalisasi pada merek waralaba, seperti e-commerce atau marketplace pun semakin diminati, sehingga memberikan multiplier effect kepada sektor bisnis lainnya, seperti logistik dan jasa pengiriman barang.

Reed Panorama Exhibitions (RPE) kembali menyelenggarakan pameran bisnis dengan tema Indonesia’s Biggest Business Expo yang menggabungkan tiga pameran bisnis, yaitu Franchise and License Expo Indonesia (FLEI) 2017, Cafe and Brasserie Indonesia (CBI) 2017, serta Retail Solution Expo Indonesia (RSEI) 2017. Acara ini menawarkan solusi bisnis yang terintegrasi dan terlengkap baik bagi pihak investor maupun pengusaha yang bergerak di ketiga industri tersebut.

FLEI 2017 merupakan gerbang bagi pemilik waralaba dan merek dalam negeri yang ingin mengembangkan usahanya ke seluruh Indonesia dan Go International serta pemain waralaba internasional, pemegang merek dan lisensi yang ingin melakukan penetrasi ke pasar Indonesia juga ASEAN. Selain pameran, ada berbagai kegiatan-kegiatan edukasi dan berbagi pengetahuan yang diselenggarakan, seperti Indonesia Franchise Conference, Franchise Corner, Franchise Clinic dan Business Matching (Bizmatch).

Pameran yang akan diselenggarakan di Hall A dan B Jakarta Convention Center pada 8 hingga 10 September 2017 mendatang ini terdapat sebanyak 5 paviliun negara, serta 450 merek dari 18 negara yang hadir di pameran waralaba, lisensi, cafe dan retail terbesar di Indonesia untuk menawarkan peluang usaha dan supplier cafe terbaik, serta menjadi solusi bisnis bagi investor dan cafe owner di Indonesia.

Hal tersebut, membuktikan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi pengembangan usaha dan para pelaku usaha waralaba Indonesia telah siap untuk Go International. “Melalui FLEI 2017 ini diharapkab potensi waralaba yang ada di Indonesia semakin terlihat di mata dunia, baik dari segi potensi sumber daya manusia maupun secara potensi ekonomi.” Pungkas Ketua Umum Wali dan Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan, Levita G. Supit SH, MH.

Pemerintah sudah membuat paket kebijakan yang fokus untuk meningkatkan iklim usaha di Indonesia. Kementerian Perdagangan pada tahun 2017 berencana melakukan sosialisasi usaha waralaba pada komunitas Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal ataupun bekerja di luar negeri. Hal tersebut bertujuan untuk menjaring para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri menjadi pelaku usaha atau memiliki usaha waralaba saat kembali ke Indonesia. Selain itu, dengan memanfaatkan kekuatan jaringan diaspora WNI, maka diharapkan mampu untuk mengembangkan merek waralaba Indonesia di luar negeri.

            Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno mengungkapkan bahwa KADIN Indonesia berkomitmen untuk mendorong dan menciptakan iklim usaha yang positif bagi industri waralaba, sehingga menumbuhkan ekonomi nasional.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah ikut senang melihat banyak peluang untuk melahirkan pengusaha waralaba baru dari berbagai sektor, termasuk F&B, serta e-commerce. Hal ini sejalan dengan program pemerintah, yaitu menjadikan brand lokal yang dapat go international. “Melihat tren digitalisasi akan semakin meningkat di masa mendatang yang di dorong oleh permintaan pasar yang kuat akan membuat waralaba lokal bisa go global,” tambahnya.

Selain FLEI, CBI 2017 merupakan ajang bertemu bagi mitra-mitra utama dalam industri cafe untuk terhubung, memamerkan, dan memasarkan secara langsung kepada audiens yang tepat, baik itu para pemiik cafe dan brasserie, investor, maupun para pelaku dan profesional yang berkecimpung di industri.

CBI 2017 juga akan menjadi tempat untuk membuka pasar baru bagi komoditas kopi dan teh, di mana peserta dari mancanegara maupun lokal, serta instansi pemerintah terkait, akan berkumpul dan mengekspresikan tujuan masing-masing untuk melakukan ekspansi, serta meningkatkan performa bisnisnya di sektor cafe dan industri terkait. KI-34

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...