Cara Menangani Rempah Segar



Rempah segar mempunyai kerentanan yang tinggi dalam kontaminasi bakteri pembusuk. Kadar air yang tinggi membuat rempah segar menjadi media yang sangat baik untuk pertumbuhan jamur atau kapang, sehingga menyimpan rempah segar perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain:

  • Disimpan di ruang yang gelap, kering dan sejuk (20oC, kelembaban 60%). Penyimpanan di suhu sejuk akan memperlambat proses penguapan komponen flavor sehingga dapat dipertahankan lebih lama.  Beberapa rempah memerlukan suhu penyimpanan yang lebih rendah (0 – 7oC) untuk mencegah pertumbuhan kapang, menghambat kerusakan warna, dan mencegah ketengikan. Secara umum, makin rendah suhu maka reaksi penurunan mutu akan berlangsung lebih lambat. 
  • Untuk rempah dalam bentuk daun atau batang, dipilih yang masih segar dan helaian daun masih utuh. Perlakuan yang diberikan, yaitu dicuci hingga bersih, kemudian dikeringkan lalu disimpan. Rempah jenis ini tidak tahan lama, sehingga beli sesuai dengan kebutuhan saja.
  • Untuk rempah rimpang, dipilih yang masih segar, mulus, utuh, tidak ada bercak putih, dan tidak ada bagian yang busuk. Bercak putih biasanya berasal dari kapang atau jamur yang menjadikan rempah berbau tidak sedap dan akan cepat membusuk apabila disimpan dalam waktu lama.
  • Rempah rimpang dapat bertahan hingga 14 hari. Sebelum disimpan, terlebih dahulu rempah tersebut dicuci hingga bersih, dikeringkan dengan kertas bersih, dikemas dalam plastik atau tempat kedap udara. Kemudian dimasukan ke dalam refrigerator.
  • Adapun rempah rimpang dapat bertahan hingga 6 bulan, jika disimpan di dalam freezer. Perlakuan yang diberikan sama dengan ketika disimpan di dalam refrigerator. Bedanya, dikemas dalam jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan saja, agar jika ingin digunakan cukup mengambil per kemasan. Jangan menyimpan rempah dalam wadah besar di dalam freezer. Proses pembekuan berulang karena kemasan berulangkali keluar masuk freezer, akan menyebabkan kondensasi dan hilangnya komponen flavor. Kondisi rempah yang beku, biasanya agak layu tetapi tidak mengurangi aroma dan rasa khasnya.
  • Terkadang rempah rimpang perlu digiling sebelum digunakan. Perlakuan sebelum penggilingan adalah dipanggang sebentar untuk mengeluarkan rasa dan aroma khas rempah tersebut.

 Selengkapnya tentang Rempah Populer di Industri Jasa Boga dapat dibaca di Kulinologi Edisi Agustus 2017

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...

  • Sep 20, 2018

    Keamanan Pengemas Jajanan dan Makanan Cepat Saji

    Penggunaan kemasan adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya cemaran pada produk olahan pangan. Selain berfungsi sebagai pelindung, kemasan juga berperan sebagai media untuk promosi. Kemasan dapat mempengaruhi berbagai aspek pada pangan seperti nilai jual, estetika, dan keamanan pangan. Makin kompleks suatu kemasan, maka nilai tambah produk pangan juga akan dapat meningkat. Konsumen cenderung memilih kemasan yang menarik dan mampu menunjukkan mutu produk pangan. ...

  • Sep 17, 2018

    Apa itu Gaya Hidup Ketofastosis?

    Diet ketogenik merupakan salah satu tren diet yang cukup populer di Indonesia. Prinsip diet ini ada pada pengaturan pola makanan harian untuk mencapai kondisi ketosis. Diet ini dipandang efektif untuk penurunan berat badan. Saat ini, diet ketogenik dikombinasikan dengan puasa pada kondisi ketosis dengan tujuan mempertahankan metabolisme lemak yang optimal sehingga disebut dengan ketofastosis....

  • Sep 14, 2018

    Kemeriahan Lomba Cipta Menu Berbahan Lokal

    Crafting Special Recipe (CRISPY) Competition merupakan lomba cipta menu dan masak dengan menggunakan bahan pangan lokal. CRISPY tahun 2018 mengangkat tema “Kreasi olahan cemilan sehat untuk keluarga : one bite size” dan menggunakan buah sukun sebagai bahan dasar utama.  Acara yang berlangsung pada 9 September 2018 lalu di Kampus IPB Dramaga tersebut diikuti oleh 24 tim peserta dari masyarakat umum dan berbagai instansi, di antaranya adalah Stikes Mitra Keluarga, UPN Jakarta, Poltekkes Jakarta II, UHAMKA, Bhi, Poltekkes Kemenkes Bandung, Universitas Negeri Jakarta, STP Bogor, Akpar Pertiwi, Universitas Djuanda, Universitas Ibnu Khaldun, Bina Sarana Informatika, Sekolah Vokasi IPB, dan IPB. ...

  • Ags 30, 2018

    Efektifitas Rantai Pasok untuk Peningkatan Kualitas Susu Segar

    Susu merupakan salah satu produk industri peternakan yang potensial di Indonesia. Sebagian besar (98%) susu di Indonesia diproduksi di Pulau Jawa yang berasal dari peternakan rakyat. Terdapat tiga permasalahan utama terkait produksi susu di Indonesia yaitu kurangnya pengetahuan peternak tentang penanganan susu, lahan peternakan dan skala kepemilikan, serta persoalan regenerasi....