Diet Ketogenik: Amankah untuk Kesehatan?



Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton.

Dengan mengubah komposisi makan menjadi tinggi lemak dan rendah karbohidrat, maka diharapkan akan mengubah kondisi metabolisme glukosa menjadi metabolisme lemak (ketogenesis) di mana tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Hal tersebut membuat lemak dalam sel-sel tubuh diproses menjadi energi melalui mekanisme lipolisis membentuk asam lemak bebas (ALB) dan senyawa keton. Metabolisme lemak memerlukan proses respirasi yang tinggi di dalam sel, sehingga hanya sel tubuh yang normal dan sehat saja yang dapat menggunakan ALB dan keton sebagai sumber energi. Dengan demikian sel-sel yang abnormal seperti sel kanker, patogen, atau sel yang terinfeksi virus akan kehilangan energi utama yaitu glukosa, sehingga akan berkurang dengan metode diet ketogenik ini.

Diet ini secara mendasar dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu diet ketogenik umum dan diet ketogenik terapi. Diet ketogenik umum biasanya digunakan untuk mereka yang bertujuan membentuk pola hidup sehat ataupun menurunkan berat badan, sedangkat aplikasi diet ketogenik terapi digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan seperti kanker, epilepsi, dan lain sebagainya. Selain tujuannya yang berbeda, kedua diet tersebut juga membedakan persentase asupan zat gizi di dalamnya.

Selengkapnnya baca di Kulinologi Indonesia edisi Juli 2017

Artikel Lainnya

  • Jun 27, 2019

    Kelemahan Asam Lemak Tidak Jenuh

    Selain memiliki banyak kelebihan seperti mampu menurunkan kolesterol dan mengandung omega-3, asam lemak tak jenuh ternyata juga memiliki kekurangan. Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan atom karbon rangkap yang mudah terurai dan bereaksi dengan senyawa lain, sampai mendapatkan komposisi yang stabil berupa asam lemak jenuh. Semakin banyak jumlah ikatan rangkap, semakin mudah bereaksi atau berubah minyak tersebut. Namun jika digunakan untuk menggoreng secara berulang-ulang, maka asam lemak tidak jenuh (baik dari minyak penggoreng maupun dari makanan yang digoreng) akan berubah menjadi asam lemak “trans”, gugus peroksida, serta senyawa radikal bebas lainnya. ...

  • Jun 26, 2019

    Efek Konsumsi Lemak Trans terhadap Kesehatan

    Lemak trans ialah semua isomer geometrik dari asam lemak tidak jenuh tunggal dan asam lemak tidak jenuh jamak yang tidak terkonjugasi, dipengaruhi setidaknya oleh satu kelompok metilen, dengan ikatan rangkap karbon-karbon dalam konfiurasi trans. Lemak trans ini dapat terbentuk secara alami dalam bahan pangan serta selama proses pengolahan pangan pada temperatur yang sangat tinggi (proses deodorisasi dan penggorengan) dan melalui reaksi hidrogenasi. ...

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...