Tujuh Kelebihan Beras Merah dalam Gizi dan Kesehatan



1. Brown rice kaya akan serat. Kadar serat pada brown rice sebesar 1,9 persen, sedangkan beras putih hanya memiliki 0,4 persen. Walaupun bukan merupakan zat gizi, serat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Serat merupakan jenis karbohidrat kompleks yang tidak tercerna dalam tubuh. Kadar serat yang tinggi membantu mempermudah sistem pencernaan dan menjadikan perut kenyang dalam waktu lebih lama, sehingga porsi makan menjadi lebih kecil. Hal ini menguntungkan karena walaupun menjadikan kenyang, serat tidak dapat tercerna di dalam tubuh sehingga dapat mencegah kenaikan berat badan.

Bagi orang yang sedang berdiet, brown rice dapat sebagai alternatif makanan yang dapat dikonsumsi. Sumber energi dalam tubuh manusia berasal dari karbohidrat. Untuk mencapai bentuk diet yang proporsional, dalam sehari seseorang perlu karbohidrat sejumlah 50 sampai 60 persen dari energinya. Selain faktor kecocokan dengan perut orang Indonesia yang sudah terbiasa mengonsumsi nasi, bahkan sampai ada joke di tengah masyarakat “kalau belum ketemu nasi rasanya belum makan” muncullah cara diet yang banyak serat, yaitu perut bisa kenyang setelah mengkonsumsi nasi dari brown rice.

2. Kadar serat yang tinggi pada brown rice akan mempercepat masa tinggal sisa makanan dalam usus, sehingga menurunkan risiko kanker usus besar (kolon). Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kurang lebih sepuluh gram serat setiap hari, risiko terkena penyakit kanker usus menurun sekitar sepuluh persen. Serat mengikat senyawa penyebab kanker dan senyawa toksik dalam tubuh, dan mencegah senyawa-senyawa tersebut agar tidak melekat pada dinding usus besar. Terlebih lagi, brown rice juga kaya selenium, yang dapat mengurangi risiko kanker usus. yang menunjukkan potensi meningkatnya gula darah yang berasal dari karbohidrat.
Brown rice yang dikukus memiliki nilai indeks glikemik (IG) 17, sedangkan beras putih yang dikukus memiliki nilai IG 26 (Rohman et al., 2014). Dengan indeks glikemik yang rendah, brown rice mempunyai andil dalam mengatur kadar gula darah dan juga produksi insulin. Potensi indeks glikemik yang rendah memberikan manfaat brown rice sebagai bahan pangan yang tepat untuk menghindari terjadinya diabetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi satu cup brown rice tiap hari dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes sebesar 60 persen.

4. Asam lemak alami pada brown rice memberikan keuntungan bagi tubuh yakni membantu menormalkan kadar kolesterol pada darah. Brown rice dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (high density lipoprotein/HDL).

5. Brown rice kaya beberapa senyawa antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Beberapa jenis antioksidan pada brown rice tersebut adalah mangan, zink dan zat besi. Mangan, yang berperan penting dalam menghasilkan energi bagi tubuh merupakan komponen enzim dan merupakan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas yang biasanya terbentuk saat energi diproduksi. Mangan juga berperan dalam membantu pembuatan asam lemak yang penting bagi sistem saraf. Satu cup brown rice dapat memenuhi 80 persen keperluan Mn dalam sehari. Brown rice juga kaya akan zinc, antioksidan yang membantu mempercepat penyembuhan luka dan menjaga sistem imun dalam tubuh agar berfungsi dengan baik.

6. Adanya beberapa mineral yang berperan terhadap fungsi kesehatan tubuh. Magnesium merupakan mineral yang menguatkan tulang dan menjadi bagian dari 300 enzim di dalam tubuh, termasuk enzim yang mengatur penggunaan insulin, yang berperan dalam penyakit diabetes. Selenium merupakan mineral yang berfungsi mengurangi risiko beberapa penyakit seperti kanker, jantung dan arthritis. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, selenium mengurangi resiko kanker usus besar.

7. Mencegah infeksi karena pertumbuhan jamur candida. Daya cerna alami brown rice karena indeks glikemiknya rendah, ditambah kadar serat yang tinggi dapat membantu sistem pencernaan yang sensitif terhadap pertumbuhan mikroorganisme Candida.

8. Brown rice mengandung vitamin B6 dalam jumlah cukup. Konsumsi satu porsi brown rice dapat mencukupi 23 persen vitamin B6. Vitamin B6 dibutuhkan untuk membantu menjaga keseimbangan pertumbuhan hormon serotonin, sel darah merah dan membantu produksi sel DNA. Dr. Nur Aini, Dosen Universitas Jenderal Soedirman

Referensi
Anderson, J. W. and Pasupuleti, V. 2008. Future trends and directions. In Nutraceuticals, Glycemic Health and Diabetes, ed. V Pasupuleti, JW Anderson. Ames, IA: Blackwell, USA.
Rohman A., S Helmiyati, M Hapsari and D L Setyaningrum. 2014. Rice ini health and nutrition. International Food Research Journal. 21(1): 13-24

 

Selengkapnya tentang Diet sebagai gaya hidup sehat dapat dibaca di Kulinologi Indonesia edisi Juli 2017

Artikel Lainnya

  • Feb 15, 2019

    Dangke: Produk Keju dengan Kearifan Lokal

    Dangke merupakan produk keju tradisional dari susu kerbau khas Sulawesi Selatan dan telah diproduksi sejak tahun 1905. Dangke banyak diproduksi di daerah Enrekang, Curio, Baraka, Anggeraja dan Alla. Menurut cerita, nama Dangke berasal dari bahasa Belanda, “dank u well” yang berarti terimaksih banyak. Saat itu seorang peternak kerbau memberikan olahan fermentasi susu kepada orang Belanda yang sedang melintas dan orang Belanda tersebut mengucapkan “dank je” yaitu ucapan singkat dari “dank u well”. Sejak saat itulah susu fermentasi kerbau ini disebut dangke. Dangke memiliki tekstur yang elastis, berwarna putih, dan memiliki rasa mirip dengan keju pada umumnya. ...

  • Feb 14, 2019

    Costing Menu Summer Fresh

    Summer Fresh merupakan smoothies buah mangga, pisang, dan peach yang dihaluskan dengan tambahan susu dan yogurt. Teksturnya agak kental mengandung butiran halus es buah beku yang dingin, sangat pas disajikan saat siang atau udara panas. Kaya akan vitamin C, kalium, kalsium, dan zat gizi lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan yogurt selain memberi rasa asam segar juga memberikan manfaat bagi kesehatan percernaan karena mengandung probiotik. Bahan smothies ini antara lain mangga, peach, pisang, susu segar, dan yogurt. Kandungan gizi per porsinya antara lain; energi 251 kkal, protein 7,6 gram, lemak 8,2 gram, dan karbohidrat 39,8 gram. Berikut adalah costing dari Summer Fresh: ...

  • Feb 13, 2019

    Jus Martabe Khas Sumatra Utara

    Jus martabe merupakan minuman dari Sumatera Utara yang tergolong unik dan jarang dijumpai pada daerah lain. Keunikannya terletak pada bahan dasar yang digunakan yakni terong Belanda dan markisa. Martabe sendiri merupakan singkatan dari Markisa-Terong-Belanda. Jus ini tinggi serat pangan dan pektin, gula buah fruktosa, vitamin C, vitamin E, asam folat, kalium, dan magnesium. Mengonsumsi jus  martabe dapat memperbaiki kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang, mengefektifkan sistem pembersihan racun dalam tubuh, memacu peremajaan sel, menggiatkan fungsi hati dan ginjal, serta mengatasi radang saluran kencing.   ...

  • Feb 12, 2019

    Audit untuk Menjaga Keamanan Pangan Restoran

    Salah satu usaha yang mengombinasikan antara produk dan jasa adalah restoran. Dalam menyajikan menu di restoran perlu adanya proses yang memastikan bahwa prosedur yang telah dibuat sesuai dengan praktiknya. Oleh karena itu, audit sangat dibutuhkan bagi restoran. Tujuan dari proses audit adalah sebagai proses verifikasi untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan yang dibentuk oleh restoran benar-benar diimplementasikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, audit juga dilakukan sebagai evaluasi untuk memastikan apakah sistem tersebut masih dapat menjaga produk pangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan untuk kebutuhan sertifikasi atau validasi pengesahan terhadap sistem untuk kebutuhan branding produk maupun persyaratan akan suatu bentuk status komersial.   ...

  • Feb 11, 2019

    Kecukupan Gizi Konsumen Vegetarian

    Konsumen vegetarian biasanya menghindari beberapa makanan khusunya yang menjadi sumber protein hewani. Oleh karena itu, asupan gizi seperti protein yang biasa didapat dari sumber hewani harus digantikan dari sumber lain. Menurut Prof. Ali, masalah terbesar utama yang sangat sering dialami para vegetarian adalah kekurangan asupan protein yang berkualitas dan kekurangan zat besi (Fe). Mereka bisa saja mendapatkan asupan protein dari pangan nabati. Namun, kebanyakan sumber protein dari pangan nabati tidak memiliki nilai biologis yang cukup, sehingga memerlukan proses yang lebih lama agar bisa diserap dengan baik oleh tubuh.   ...