Ragam Hidangan Ketupat Nusantara (bagian 1)



Di Indonesia, penyajian ketupat di hari Lebaran sudah mendarah daging sebagai sebuah tradisi turun-temurun. Ketupat bahkan tidak melulu hadir dalam bentuk santapan. Dalam suasana lebaran, kartu ucapan hingga dekorasi dimeriahkan dengan ikon ketupat. Ketupat seolah menjadi simbol dari momen lebaran dan halal bihalal.

Tentu bukan secara kebetulan tradisi ketupat lebaran bisa muncul dan berlangsung hingga sekarang. Karena bila coba menghubungkan ketupat dengan posisi geografis Indonesia, negara kita kaya akan pantai tempat tumbuhnya puluhan pohon kelapa. Untuk memanfaatkan daun kelapa (muda) tersebut, dibuatlah rangkaian selongsong untuk dijadikan pembungkus ketupat. Tek heran, alasan yang masuk akal ini yang bikin ketupat mudah ditemukan di seluruh daerah di Nusantara.

Ketupat yang umum dikenal adalah yang terbuat dari beras, dibungkus daun kelapa, dan berbentuk jajaran genjang. Namun, dalam perjalanan waktu, ‘variasi baru’ ketupat bermunculan seiring dengan arus modernisasi dan kreativitas masyarakat yang semakin berkembang. Ketupat mengalami perubahan bentuk, bahan kulit, dan bahan isi yang disesuaikan dengan kebiasaan dan budaya setempat. Mengisi selongsong ketupat tidak hanya dari beras saja. Di wilayah Sumatra Barat dan Sulawesi, ketupat dibuat dari beras ketan putih dan dimasak dengan santan. Ketupat ini mempunyai tekstur yang lebih liat dan citarasanya lebih gurih. Di Sumatra Selatan, ada beberapa yang membungkus beras ketannya dengan daun pandan, sehingga aromanya jauh lebih wangi.

Lauk-pauk pendamping ketupat pun banyak macamnya, umumnya disesuaikan dengan makanan khas di daerah masing-masing. Contohnya, di Pulau Jawa, ketupat dimakan bersama opor ayam, sambal goreng hati, dan sayur godog, sedangkan di Sumatra, masyarakatnya lebih senang menyantap ketupat dengan rendang daging dan sayur labu yang pedas. Penyajian ketupat berikut, bisa jadi ide untuk menjamu tamu saat lebaran nanti!

KETUPEK BAREH

Ketupat ini banyak dibuat di daerah Sulawesi dan pesisir barat Sumatra Utara (Sibolga). Terbuat dari beras putih yang dibungkus dengan daun kelapa muda, kemudian direbus dengan santan supaya gurih. Biasa dihidangkan bersama sambal kelapa dan asam padeh ikan.

KETUPEK SIPULUT

Besarnya seperti ketupat pada umumnya. Terbuat dari beras ketan putih, yang bagian luarnya dilumuri santan kental. Jadi, isi ketupatnya agak lunak. Banyak dibuat di Sumatra Barat. Sedangkan di pesisir barat Sumatra Utara, ketupat ketan dibuat agak kecil dan disangrai setelah direbus matang, sehingga hasilnya lebih kering dan tahan lama. Ketupat ini biasa disajikan bersama tapai ketan hitam atau rendang.

KETUPAT PALAS

Ketupat ketan yang dibuat dengan menggunakan daun palas sebagai bahan kulitnya. Bentuknya segitiga dan dimasak dengan santan. Banyak dibuat di daerah Kalimantan. Biasa disajikan bersama rendang, serundeng, serta kuah kacang.

KETUPAT BEBANCI

Ketupat beras berkuah santan khas dari Betawi. Diberi nama bebanci, kabarnya karena penggunaan air kelapa muda sebagai campuran yang tidak biasa untuk sayur. Karena tidak lazim, maka keluarlah kata ‘banci’ untuk menunjukkan kejanggalan dari sayur ini. Namun, untuk mengurangi kekasaran dari arti kata ‘banci’, ditambahkan imbuhan be-untuk memperhalus. Meski cerita ini belum terbukti kebenarannya, yang pasti untuk membuat sayur bebanci harus ada 3 bahan wajib: gerusan bubuk tai angin, botor, dan kedaung yang tidak bisa ditemui di sembarang pasar. Bahan-bahan ini harus melengkapi racikan kuah sayur bebanci yang berwarna merah kekuningan. Pendamping ketupat bebanci adalah sate pentul yang manis gurih, dari olahan daging cincang bercampur parutan kelapa. Melia

Ingin tahu lebih banyak tentang industri jasa boga selama Ramadhan? Silahkan download free artikel dan majalahnya di www.kulinologi.co.id

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...