Empat Langkah Sukses Bisnis Kuliner di Bulan Ramadhan



Bulan Ramadahan adalah saat yang penuh berkah dan tantangan bagi industri jasa boga. Pada saat ini, biasanya restoran sepi pengunjung pada saat siang hari. Namun sebaliknya, menjelang berbuka, pengunjung restoran cenderung meningkat, bahkan tidak jarang menimbulkan “keriuhan” tersendiri. Di sinilah restoran dituntut sigap untuk memberikan pelayanan yang prima.

Hal yang sama juga terjadi pada industri katering. Permintaan untuk melayani acara buka bersama juga menjadi potensi bisnis tersendiri. Penyiapan masakan pun menjadi lebih padat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Saking padatnya, tidak jarang industri jasa boga yang mengalami over capacity. Jika tidak ditangani dengan baik, keadaan tersebut dapat mengecewakan konsumen. Apalagi bila sampai mengabaikan prinsip-prinsip keamanan pangan. Sebagai contoh, untuk menghindari kepadatan pada saat berbuka, seringkali restoran memasak lebih awal menu yang akan disajikan. Akibatnya, ketika dihidangkan dihadapan konsumen, masakan tersebut sudah dingin. Lebih parah lagi, jika makanan tersebut terkontaminasi selama masa tunggunya tersebut, yang kemudian bisa menimbulkan bahaya.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, industri jasa boga harus tetap memperhatikan tata kelelola masakan dengan baik. Berikut adalah beberapa tips mengelola industri jasa boga pada saat Ramadhan.

Mempersiapkan fasilitas pengolahan dan penyimpanan.

Bila berdasarkan pengalaman, saat berbuka selalu menghadapi suasana yang padat, maka industri jasa boga perlu mempersiapkan fasilitas pengolahan dan penyimpanan dengan lebih baik. Misalnya lemari pendingin untuk menyimpan bahan baku, pastikan berada dalam kondisi yang optimal sehingga tidak terjadi temperature abuse. Jangan menumpuk bahan baku berlebihan di lemari pendingin, sehingga dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang dan tidak tercapainya suhu pendinginan. Jika dirasa kurang, tambah jumlah lemari pendingin.

Pengaturan sumber daya manusia

Sumber daya manusia adalah faktor penting dalam menjaga keamanan pangan. Pastikan, walau dalam kondisi berpuasa, para karyawan dan chef tetap disiplin dalam menerapkan sistem jaminan keamanan pangan. Agar karyawan tetap memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap keamanan pangan, menjelang baiknya untuk tidak memaksakan. Jumlah pengunjung sebaiknya dibatasi sesuai kemampuan.

Mempertahankan praktek sanitasi dan higiene.

Tidak ada alasan untuk mengendorkan praktek sanitasi dan higiene pada saat bulan Ramadhan. Praktek seperti mencuci tangan dengan benar perlu diterapkan secara sungguh-sungguh. Begitupun ketika menangani piring kotor atau peralatan lainnya.

Memperpendek waktu penyiapan dengan penyajian

Salah satu cara terbaik untuk meminimalkan risiko keamanan pangan adalah memperpendek waktu masak dengan konsumsi. Terlalu lama membiarkan makanan matang di suhu ruang dapat menciptakan danger zone, yakni dimana suhu pangan berada dalam kondisi yang sesuai bagi pertumbuhan mikroba.

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Oleh sebab itu, industri jasa boga perlu menyambutnya secara baik dan penuh antusias. Namun demikian, penerapan prinsip-prinsip keamanan pangan tidak boleh berkurang sedikitpun. Hendry Noer F.

Ingin tahu lebih banyak tentang industri jasa boga selama Ramadhan? Silahkan download free artikel dan majalahnya di www.kulinologi.co.id

Artikel Lainnya

  • Feb 15, 2019

    Dangke: Produk Keju dengan Kearifan Lokal

    Dangke merupakan produk keju tradisional dari susu kerbau khas Sulawesi Selatan dan telah diproduksi sejak tahun 1905. Dangke banyak diproduksi di daerah Enrekang, Curio, Baraka, Anggeraja dan Alla. Menurut cerita, nama Dangke berasal dari bahasa Belanda, “dank u well” yang berarti terimaksih banyak. Saat itu seorang peternak kerbau memberikan olahan fermentasi susu kepada orang Belanda yang sedang melintas dan orang Belanda tersebut mengucapkan “dank je” yaitu ucapan singkat dari “dank u well”. Sejak saat itulah susu fermentasi kerbau ini disebut dangke. Dangke memiliki tekstur yang elastis, berwarna putih, dan memiliki rasa mirip dengan keju pada umumnya. ...

  • Feb 14, 2019

    Costing Menu Summer Fresh

    Summer Fresh merupakan smoothies buah mangga, pisang, dan peach yang dihaluskan dengan tambahan susu dan yogurt. Teksturnya agak kental mengandung butiran halus es buah beku yang dingin, sangat pas disajikan saat siang atau udara panas. Kaya akan vitamin C, kalium, kalsium, dan zat gizi lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan yogurt selain memberi rasa asam segar juga memberikan manfaat bagi kesehatan percernaan karena mengandung probiotik. Bahan smothies ini antara lain mangga, peach, pisang, susu segar, dan yogurt. Kandungan gizi per porsinya antara lain; energi 251 kkal, protein 7,6 gram, lemak 8,2 gram, dan karbohidrat 39,8 gram. Berikut adalah costing dari Summer Fresh: ...

  • Feb 13, 2019

    Jus Martabe Khas Sumatra Utara

    Jus martabe merupakan minuman dari Sumatera Utara yang tergolong unik dan jarang dijumpai pada daerah lain. Keunikannya terletak pada bahan dasar yang digunakan yakni terong Belanda dan markisa. Martabe sendiri merupakan singkatan dari Markisa-Terong-Belanda. Jus ini tinggi serat pangan dan pektin, gula buah fruktosa, vitamin C, vitamin E, asam folat, kalium, dan magnesium. Mengonsumsi jus  martabe dapat memperbaiki kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang, mengefektifkan sistem pembersihan racun dalam tubuh, memacu peremajaan sel, menggiatkan fungsi hati dan ginjal, serta mengatasi radang saluran kencing.   ...

  • Feb 12, 2019

    Audit untuk Menjaga Keamanan Pangan Restoran

    Salah satu usaha yang mengombinasikan antara produk dan jasa adalah restoran. Dalam menyajikan menu di restoran perlu adanya proses yang memastikan bahwa prosedur yang telah dibuat sesuai dengan praktiknya. Oleh karena itu, audit sangat dibutuhkan bagi restoran. Tujuan dari proses audit adalah sebagai proses verifikasi untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan yang dibentuk oleh restoran benar-benar diimplementasikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, audit juga dilakukan sebagai evaluasi untuk memastikan apakah sistem tersebut masih dapat menjaga produk pangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan untuk kebutuhan sertifikasi atau validasi pengesahan terhadap sistem untuk kebutuhan branding produk maupun persyaratan akan suatu bentuk status komersial.   ...

  • Feb 11, 2019

    Kecukupan Gizi Konsumen Vegetarian

    Konsumen vegetarian biasanya menghindari beberapa makanan khusunya yang menjadi sumber protein hewani. Oleh karena itu, asupan gizi seperti protein yang biasa didapat dari sumber hewani harus digantikan dari sumber lain. Menurut Prof. Ali, masalah terbesar utama yang sangat sering dialami para vegetarian adalah kekurangan asupan protein yang berkualitas dan kekurangan zat besi (Fe). Mereka bisa saja mendapatkan asupan protein dari pangan nabati. Namun, kebanyakan sumber protein dari pangan nabati tidak memiliki nilai biologis yang cukup, sehingga memerlukan proses yang lebih lama agar bisa diserap dengan baik oleh tubuh.   ...