Kurma, Raja Buah Selama Ramadhan



Kurma merupakan salah satu buah paling kuno yang tumbuh di sepanjang sungai Nil pada awal abad ke-5 SM. Buah yang kaya akan zat gizi ini sudah sejak dulu dijadikan camilan dan juga diolah menjadi hidangan lezat lainnya. Kurma memiliki rasa yang manis dan dagingnya bertekstur lembut sehingga mudah dicerna. Kandungan gula sederhana, seperti fruktosa dan dekstrosa dapat menghasilkan energi dan merevitalisasi tubuh. Oleh karena itu, kurma ini juga dikenal sebagai buah khas Ramadhan yang menjadi menu berbuka puasa.

Di Indonesia, buah kurma menjadi salah satu buah favorit saat Ramadhan. Pasar kurma di Indonesia bisa mencapai 20 ton per tahun dengan nilai lebih dari 30 juta dolar. Hampir semua jenis kurma dapat ditemukan di Indonesia karena didatangkan dari beberapa negara, seperti Australia, Arab Saudi, Iran, Mesir, Cina dan Amerika Serikat. “Dalam beberapa tahun terakhir ini, konsumen Indonesia menyukai kurma medjool. Jenis ini disukai karena ukuran buahnya yang besar, legit dan gurih, serta dalam keadaan alamil yang artinya tidak diawetkan dengan larutan madu, sehingga memiliki rasa manis yang alami,” terang Kafi Kurnia dari Peka Consult, Inc. Lebih lanjut Kafi menjelaskan, kebanyakan konsumen memilih jenis kurma sesuai dengan seleranya. Namun, jika melirik lagi pada tren kesehatan, maka kurma medjool lebih banyak dipilih.

Sebagai konsultan pemasaran buah dan sayur, Peka Consult, Inc. merancang berbagai promosi untuk membangun awareness konsumen selama bulan suci Ramadhan untuk lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur, termasuk kurma. “Menyambut bulan puasa nanti kami menggalang kerja sama dengan 300 toko retailer untuk mempromosikan kurma medjool dari Arizona, Amerika yang ditanam oleh koperasi petani kurma Bard Valley,” jelas Kafi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain dengan retailer promosi kurma ini pun digelar bersama 100 kafe dan restoran di Surabaya. Kafe dan restoran tersebut menyajikan berbagai menu berbahan kurma, mulai dari masakan tradisional Indonesia, Jepang, hingga Cina. Kegiatan ini juga tidak hanya sebagai kegiatan promosi tapi juga sebagai ajang kompetisi yang bertujuan untuk memotivasi agar para chef selalu melakukan inovasi di bidang menu-menu pilihan dengan menyajikan bahan baku yang berkualitas tinggi. K-15

Ingin tahu lebih banyak tentang industri jasa boga selama Ramadhan? Silahkan download free artikel dan majalahnya di www.kulinologi.co.id

Artikel Lainnya

  • Jul 24, 2018

    Tren Keju dalam Produk Pangan Indonesia

    Tren keju seakan tidak pernah ada habisnya. Meskipun bukan produk dan ingridien asli Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sangat akrab dengan cita rasa keju di berbagai produk pangan. Meningkatnya animo pasar dengan keju ini tentu harus disambut dengan inovasi produk pangan yang inovatif.  ...

  • Jul 16, 2018

    Promosi Hotel, Restoran dan Katering Indonesia dengan Kopi

    Keberhasilan Pameran Hotelex yang telah diselenggarakan di sepuluh negara Asia menjadi salah satu alasan kuat PT Pamerindo Indonesia untuk mengadakan Pameran Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 mendatang di Jakarta International Expo. "Pameran ini merupakan pameran business to business. Kami harapkan Pameran Hotelex Indonesia akan dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung yang merupakan para pelaku industri hotel, restoran dan katering," tutur Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwik Roberto dalam konferensi pers Hotelex Indonesia di Jakarta pada 6 Juli 2018. ...

  • Jun 29, 2018

    Tepat Menggunakan Rempah

    Berbagai rempah memiliki variasi komponen kimiawi yang berperan dalam pembentukan profil flavornya....

  • Jun 28, 2018

    Manfaat Rempah Bagi Kesehatan

    Berbagai rempah dan bumbu dapur yang selama ini dekat dengan...

  • Jun 27, 2018

    Mengenal Kunyit

    Kunyit merupakan salah satu suku tanaman temu-temuan (Zingiberaceae)....