Enam Camilan Indonesia Khas Lebaran



Menjelang hari raya banyak orang berlomba menyiapkan aneka jenis kue spesial sebagai suguhan, kue kering yang disajikan tidak hanya kue kering modern seperti, nastar, kastengel, dan kue putri salju. Kue kering tradisional pun menjadi incaran untuk dijadikan hidangan saat hari raya, berikut beberapa jenis kue kering tradisional khas lebaran:

Kacang Telur

Kacang tanah merupakan salah satu jenis biji-bijian yang sering dimanfaatkan menjadi berbagai macam makanan dan juga cemilan, salah satunya yaitu cemilan kacang telur. Untuk hari spesial seperti hari lebaran jenis cemilan ini tidak luput dari daftar suguhan para ibu-ibu untuk menjamu tamu dalam rangka silaturahminya. Kacang telur memiliki rasa gurih, manis, dan juga pedas manis. Cara membuatnya cukup mudah dan bahan yang diperlukan pun mudah ditemukan, seperti kacang tanah, tepung terigu, telur, garam, gula, minyak goreng dan juga cabai jika ingin menciptakan rasa pedas manis. Kemudian cara membuatnya dengan mencampurkan kocokan telur, garam dan gula dengan kacang tanah. Lalu tabari dengan tepung terigu, ulangi cara tersebut hingga 2-3 kali setelah itu goreng kacang tersebut dengan api kecil.

Marning

Marning merupakan makanan ringan tradisional yang terbuat dari jagung. cemilan ini termasuk pada jajaran cemilan yang ada ketika lebaran, walaupun ini merupakan jenis cemilan tradisional tapi masih banyak peminat cemilan ini, banyak dari ibu-ibu yang membuatnya sendiri maupun membelinya. Ada beberapa varian rasa marning, yaitu marning gurih, pedas, manis dan pedas manis. Proses pembuatannya terdiri dari empat tahapan, pertama pilih jagung yang berkualitas, kedua jagung tersebut direbus lalu dikeringkan, setelah itu tahap pembumbuan dan yang terakhir proses penggorengan hingga menghasilkan jagung yang renyah. Bahan utama penganan ini adalah jagung, kemudian ditambahkan beberapa bumbu seperti gula pasir, garam, lada, dan cabai sesuai selera. Daerah yang tersohor dengan produk marning, yaitu di kota Kediri.

Telur Gabus

Kue yang satu ini termasuk makanan ringan tradisional khas Jawa Barat yang sering dihidangkan ketika lebaran. Telur gabus memiliki dua macam rasa, yaitu manis dan gurih. Cara membuatnya pun cukup mudah dan bahan-bahannya sederhana yaitu tepung kanji atau sagu, putih telur, garam, dan gula merah jika ingin menghasilkan rasa manis. Cara membuatnya dengan mencampurkan tepung sagu dengan garam yang kemudian dicampurkan dengan putih telur sedikit demi sedikit lalu diuleni hingga adonan kalis bentuk adonan menjadi panjang membulat goreng hingga matang menguning dengan api sedang. Uniknya kue ini digoreng ketika minyak dalam keadaan dingin.

Kembang goyang

Kembang goyang merupakan kue tradisional yang berasal dari betawi. Sesuai dengan namanya kue ini berbentuk kembang, sedangkan kembang goyang sendiri merupakan perhiasan yang sering digunakan di konde (sanggul) yang bisa bergoyang-goyang. Kue ini mulai jarang di jumpai seiring perkembangan kue-kue kering modern, namun masih dapat dijumpai di acara pernikahan tradisional dan juga acara lebaran. Walaupun popularitas kue kembang menurun tapi masih banyak masyakarat yang mau melestarikan kue tradisional ini. Hal ini dapat terlihat dari semakin banyaknya varian rasa yang dulu nya hanya menciptakan rasa asin, kemudian berkembang menjadi rasa manis, keju, pandan, dan vanilla. Selain itu kue kembang goyang ini juga diberi warna sesuai dengan rasanya. Kue ini terbuat dari tepung, santan, gula pasir, garam, perisa pandan atau vanilla. Cara membuatnya dengan mencampurkan tepung beras, gula pasir, garamm perisa dan telur yang kemudian di aduk hingga rata dan di cetak kepada cetakan kembang yang sudah di panaskan dengan api kecil.

Kuping Gajah

Kue dengan dua warna ini tentunya tidak asing lagi kita dengar. Kuping gajah masih cukup terkenal di kalangan masyakarat dan bisa dijumpai di pasar-pasar tradisional ataupun swalayan. Kue ini juga sering dijadikan suguhan ketika ada pernikahan tradisional dan juga ketika hari raya. Kue kuping gajah berasal dari kota Brebes. Kue ini memiliki bentuk yang unik, bulat dan lebar, seperti kuping gajah. Bahan-bahan yang digunakan cukup sederhana, seperti tepung terigu, santan, telur, margarin, gula, garam dan vanilla yang kemudian dicampurkan sedikit-sedikit menjadi adonan yang kalis dan dibagi menjadi dua adonan putih dan cokelat, kemudian digilas tipis ditumpuk antara adonan coklat disusul kemudian dengan adonan putih, lalu disimpan di lemari es selama dua jam lalu dipotong-potong.

Rengginang

Siapa tak kenal rengginang? Makanan asli pulau Jawa ini terbuat dari beras atau beras ketan yang dikukus lalu dibentuk bulat dan dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari lalu digoreng pada minyak goreng panas dalam jumlah yang banyak.
Cara membuatnya cukup mudah. Beras ketan yang sudah dicuci ditambahkan garam dan bawang putih yang sudah dihaluskan, diamkan hingga bumbu meresap, tambahkan air yang mendidih secukupnya, masak dan tunggu hingga air mengering, kemudian kukus beras ketan tersebut hingga matang. Beras lalu dibentuk menjadi bulat, dijemur hingga kering lalu digoreng dengan api sedang. Beberapa produsen rengginang menambahkan terasi, agar rengginang yang dihasilkan memiliki rasa dan aroma yang nikmat. Riska

 Ingin tahu lebih banyak tentang industri jasa boga selama Ramadhan? Silahkan download free artikel dan majalahnya di www.kulinologi.co.id

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...