Tujuh Fakta Tentang Yogurt



Popularitas yoghurt meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sensasi rasanya yang khas dengan segudang manfaatnya, membuat yoghurt tumbuh sebagai bidang bisnis yang menggiurkan. Penelitian mengenai manfaat yoghurt bagi kesehatan telah banyak dilakukan. Hasilnya menunjukkan, bahwa yoghurt memiliki nilai fungsionalitas yang tinggi. Fermentasi yang dilakukan oleh bakteri asam laktat (BAL) adalah faktor utama membuat yoghurt lebih kaya manfaat, di samping susu-sebagai bahan baku yoghurt, yang juga sudah istimewa dari segi gizi. Berikut adalah beberapa fakta mengenai manfaat yoghurt bagi kesehatan:

Bakteri asam laktat

Beberapa jenis yoghurt, selain mengandung BAL yang memfermentasi komponen di dalam susu, juga mengandung BAL yang mampu bertahan hidup dalam saluran pencernaan manusia. BAL tersebut mampu memperbaiki mikroflora usus, sehingga dapat mendukung kesehatan tubuh. BAL yang mampu bertahan hidup dalam saluran pencernaan manusia dan memberikan dampak positif bagi kesehatan disebut sebagai probiotik.

Nilai pH

Metabolit BAL mampu menurunkan nilai pH. Kondisi ini dapat meningkatkan penyerapan kalsium di dalam saluran pencernaan. Sebab dalam kondisi asam, komponen anti gizi yang dapat mengikat kalsium (seperti asam fitat) akan berkurang kemampuannya.

Lipid

Yoghurt memiliki konsentrasi conjugated linoleic acid (CLA) yang lebih tinggi dibandingkan susu aslinya. CLA merupakan golongan lipid yang dilaporkan memiliki sifat antikarsinonegik. Mengonsumsi yoghurt juga dilaporkan dapat menstabilkan kolesterol di dalam darah.

Rendah/Bebas laktosa

Keistimewaan lain dari yoghurt adalah rendah atau bebas laktosa. Seperti diketahui, laktosa merupakan disakarida yang banyak terdapat susu. Di dalam saluran pencernaan, laktosa akan dipecah oleh enzim laktase menjadi galaktosa dan glukosa. Sayangnya tidak semua orang memiliki jumlah laktase yang cukup. Jika demikian, mereka akan mengalami diare ketika mengonsumsi susu. Beruntungnya, yoghurt memiliki kandungan laktosa yang lebih rendah dibandingkan susu. Aktivitas BAL dapat membantu memecah laktosa, sehingga produk susu tersebut lebih ramah terhadap penderita lactose intolerance.

Protein

Salah satu parameter mutu protein adalah daya cernanya. Semakin tinggi daya cernanya, maka mutu proteinnya juga semakin baik. BAL yang terdapat di dalam yoghurt memiliki sejumlah enzim proteolisis yang mampu memecah protein menjadi peptida dan asam amino penyusunnya. Asam amino memiliki daya cerna yang lebih baik dibanding protein utuh. Selain itu sejumlah peptida, seperti kasein, laktoferin, albumin, dan lainnya memiliki manfaat penting untuk menunjang kesehatan.

Vitamin

Kombinasi BAL yang tepat dapat meningkatkan kadar vitamin dalam yoghurt. Sebagai contoh, penggunaan Streptococcus thermophilus dan Bifidobacterium dapat meningkatkan konsentrasi asam folat.

Mineral

Seperti telah disebutkan sebelumnya, selain dari segi jumlah, mineral dalam yoghurt juga memiliki bioavailabilitas yang baik. Kalsium merupakan mineral utama yang terdapat pada yoghurt.

Dengan berbagai manfaat tersebut, yoghurt kemudian diidentikkan dengan berbagai penurunan risiko penyakit seperti diare, kanker kolon, dan inflammatory bowl disease. Apabila yoghurt digunakan dengan benar dan tepat, maka kita dapat memperolah manfaat optimal dari produk dengan rasa original asam tersebut. LF

Artikel Lainnya