Inilah Faktor yang Mempengaruhi Flavor Yogurt



Yogurt merupakan susu fermentasi yang cukup populer dewasa ini. Produk tersebut cukup diminati oleh konsumen, sebab selain memberikan manfaat bagi kesehatan, yogurt juga memiliki cita rasa yang lezat. Manfaat yogurt bagi kesehatan telah dibuktikan melalui berbagai penelitian ilmiah.

Sebagai produk yang terbuat dari susu, yogurt merupakan sumber kalsium dan vitamin D yang cukup baik. Kedua jenis zat gizi mikro tersebut memiliki peranan penting dalam mendukung kesehatan tulang, gigi, dan lainnya. Keistimewaan lain dari yogurt adalah cocok bagi penderita intoleransi laktosa (lactose intolerance). Proses fermentasi telah memecah laktosa menjadi komponen yang lebih mudah dicerna. Tidak hanya itu, yogurt yang mengandung bakteri probiotik (dalam jumlah cukup) dapat memberikan manfaat lebih bagi kesehatan saluran pencernaan.

Berbagai keunggulan yogurt tersebut tentu saja membuat konsumen semakin terpikat dengan yogurt. Apalagi saat ini konsumen semakin sadar akan pentingnya pangan dalam mendukung gaya hidup sehat. Namun demikian,industri jasa boga tidak boleh mengabaikan faktor lain yang membuat yogurt begitu disukai, yakni aspek sensori. Yogurt yang diformulasikan untuk memberikan manfaat kesehatan lebih, tetap juga harus memperhatikan faktor-faktor kelezatan agar dapat diterima oleh konsumen. Salah satu aspek sensori yang cukup penting bagi yogurt adalah aroma dan rasa.

Banyak produsen yogurt yang secara kreatif menambahkan buah, baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi ke dalam yogurt. Menariknya, buah tersebut dapat disajikan sebagai topping maupun filling dalam yogurt. Buah yang digunakan pun bisa dalam bentuk selai, kering, hingga segar. Kombinasi tersebut tentu menambah kenikmatan tersendiri bagi pecinta yogurt. Selain dengan menambahkan ingridien tambahan –seperti buah, flavor yogurt ternyata juga bisa dimodifikasi dengan mengandalikan beberapa faktor. Berikut adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi flavor yogurt.

Faktor mikrobiologi
Proses pengolahan yogurt melibatkan bakteri asam laktat (BAL) yang terlibat dalam proses fermentasi. Terdapat beberapa jenis BAL yang bisa digunakan, seperti Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Penggunaan BAL tersebut dalam bentuk tunggal akan menghasilkan flavor yang berbeda dengan bila digunakan dalam bentuk campuran. Tabel 1 menunjukkan perbandingan komponen aroma yang terbentuk bila BAL yang digunakan dalam kondisi tunggal dan campuran.

Tabel 1. Komponen flavor yang terbentuk dengan starter berbeda (µg/g)


Jenis BAL

Asetaldehid

Aseton

Asetoin

Diasetil

S. thermophillus

1.0-13.5

0.2-5.2

1.5-7.0

0.1-13.0

L. delbrueckii subsp. Bulgaricus

1.4-77.5

0.3-3.2

0-0.2

0.5-13.0

Kultur campuran

2.0-41.0

1.3-4.0

2.2-5.7

0.4-0.9

Sumber: Routray dan Mishra, 2010

Bahan baku susu

Faktor penting lainnya yang mempengaruhi flavor yogurt adalah jenis susu yang digunakan. Penggunaan susu dengan komposisi susu yang berbeda juga akan menghasilkan komponen flavor yang berbeda pula. Sebagai contoh, yogurt yang terbuat dari susu kambing memiliki kandungan glisin yang lebih tinggi dibandingkan yogurt yang terbuat dari susu sapi. Tidak hanya itu, yogurt yang sama-sama terbuat dari susu sapi pun dapat memiliki karakter flavor yang berbeda, jika komposisinya juga berbeda.

Pengaruh teknik pengolahan

Pengolahan yogurt melibatkan berbagai macam proses, seperti homogenisasi, pasteurisasi, fermentasi, hingga pendinginan. Setiap tahapan proses tersebut dapat menentukan flavor yogurt yang akan terbentuk pada produk akhir. Sebagai contoh proses pasteurisasi yang ditujukan untuk membunuh mikroba patogen. Di sisi lain, proses panas tersebut juga menginaktifkan kinerja enzim lipase yang juga dapat mempengaruhi pembentukan komponen flavor.

Penggunaan bahan tambahan pangan (BTP)

Selain susu dan bakteri asam laktat, produsen yogurt juga sering menggunakan BTP untuk berbagai tujuan. Terdapat dua jenis BTP yang umum digunakan oleh produsen yogurt, yakni BTP Perisa dan BTP penstabil. Penggunaan BTP tersebut telah diatur, baik melalui Peraturan Menteri Kesehatan maupun Peraturan Kepala Badan POM RI. Tujuan penambahan BTP perisa adalah untuk memberikan flavor pada yogurt. Sedangkan penstabil lebih kea rah menjaga keutuhan tekstur yogurt. Penstabil juga dapat mempengaruhi proses pelepasan flavor pada yogurt.

Penyimpanan

Setelah proses pengolahan selesai, faktor lain yang perlu dijaga adalah kondisi penyimpanannya. Suhu dan waktu penyimpanan dapat mempengaruhi komposisi komponen flavor. Oleh sebab itu, produsen yogurt perlu memperhatikan dengan mengontrol secara seksama kondisi penyimpanan produknya.

Dengan mengendalikan berbagai parameter tersebut, produsen yogurt dapat memperoleh mutu flavor yang optimum. Faktor-faktor tersebut perlu disusun standarnya, sehingga menjadi pegangan bagi semua karyawan. LF

Artikel Lainnya

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...

  • Okt 23, 2018

    Indonesia Kaya akan Kopi Unggul

    Tidak seperti tanaman lainnya, kopi diambil dari tanaman kopi bukanlah diambil dari buah atau dagingnya seperti buah-buahan lainnya melainkan bijinya. Pada awalnya biji kopi tidaklah memiliki aroma yang khas dan menyegarkan. Pembentukan cita rasa dan aroma kopi terjadi saat proses penyangraian (roasting). Reaksi yang berperan pada proses tersebut adalah reaksi Maillard yang merupakan reaksi antara gula pereduksi dan asam amino yang terkandung pada biji kopi.    Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB Prof Dr C Hanny WIjaya dalam Seminar Guru dalam rangkaian kegiatan LCTIP XXVI oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB di Bogor pada 6 Oktober lalu. Faktor yang memengaruhi kualitas flavor kopi yakni faktor pemanenan, penyimpanan, dan penyangraian.    Kelebihan Indonesia adalah memiliki kopi unggulan dari berbagai macam daerah yang telah diakui oleh dunia. Namun sayangnya Indonesia masih belum bisa memanfaatkan kekayaan alam tersebut, terutama masih belum bisa memaksimalkan pengemasan kopi untuk dapat dikonsumsi dengan kualitas terbaik oleh penikmat kopi.   Jenis-jenis kopi yang beredar di pasaran saat ini antara lain yakni green coffee,  dried coffee cherry, roasted coffee, decaffeinated coffee, liquid coffee, dan instant coffee. Untuk dapat menikmati kopi yang ada, maka Hanny menyarankan untuk  minum air putih dahulu sebelum minum kopi, minumlah 2-3 cangkir sehari, penambahan gula dan krim mengurangi citarasa kopi, dan tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. Untuk mengendalikan kafein dalam kopi, dapat dilakukan brewing dan pressing. K-08 ...