Beda Keju Burrata dan Mozarella



Burrata, terkesan asing memang dan mungkin tidak sepopuler saudaranya, keju mozarella. Siapa yang menyangka, ternyata burrata dan mozarella tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Sama seperti mozarella yang asalnya dari Italia, burrata berasal dari wilayah Puglia, Italia. Seperti halnya keju mozarella, burrata masuk ke dalam kategori pasta filata type. Istilah ini berasal dari bahasa Italia, kurang lebih berarti stretched curd atau gampangnya spun paste. Kata ini mengacu pada proses pemanasan dan stretching di akhir pembuatan keju jenis ini.

Burrata berasal dari bahasa Italia yang berarti buttered, dimana kita bisa menjumpai adanya krim susu pada burrata. Bisa didekripsikan bahwa burrata merupakan keju mozarella yang berbentuk bola dengan rongga yang berisi cream dan potongan kecil mozarella. Tapi jangan salah membedakan dengan bocconcini (keju mozarella berbentuk bola), burrata juga berbentuk bola tapi berisi krim dan potongan keju mozarella di dalamnya. Jika buratta kita potong, akan keluar krim dan potongan keju mozarella yang lezat tentunya. Ibaratnya buah, bisa kita katakana burrata lapisan terluar sebagai kulit buahnya, adapun daging buahnya berupa krim dan potongan keju mozarella.

Di daerah asalnya, burrata berbentuk bola dengan berat antara 250-500 gram dan berdiameter sekitar 7-12 cm. Untuk sebagian orang, ukuran ini relatif besar sehingga dibuatlah burrata dengan ukuran dan diameter yang lebih kecil. Bentuknya pun bervariasi, tidak lagi bola tetapi bentuk pipih persegi pun ada. Yang terpenting masih dengan ciri utamanya, yaitu bagian dalamnya berisi krim dan potongan keju mozarella. Potongan keju mozarella di dalamnya pun bervariasi, dapat berupa potongan-potongan kecil, serutan memanjang, serutan halus, atau pun dalam variasi bentuk yang lain.

Burrata mempunyai aroma butter yang sangat memikat, milky flavour, dengan sensasi mild, berikut sedikit rasa manis dengan masih menyisakan rasa mozarella yang kental. Burrata merupakan fresh cheese dengan umur simpan yang sangat pendek, tidak lebih dari 1 minggu. Untuk menjaga kesegarannya, jika tidak langsung dikonsumsi setelah dibuat, burrata akan dimasukan dalam air dengan sedikit garam untuk memperkaya cita rasanya. Burrata cocok dikonsumsi langsung, khususnya dalam kondisi suhu ruang dan tidak terlalu dingin. Cobalah burrata dengan roti kering, atau sebagai topping hidangan pasta. Wahyu Prihanto

Artikel Lainnya