Sepuluh Tips Menggunakan Susu Pasteurisasi



Susu pasteurisasi banyak mendapat tempat tersendiri di industri jasa boga. Tidak sedikit yang beranggapan, bahwa susu pasteurisasi memiliki flavor susu yang lebih alami dibandingkan susu jenis lain.

Namun demikian untuk menggunakan susu pasteurisasi, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama terkait keamanan pangan. Apalagi suhu yang digunakan untuk pasteurisasi relatif lebih rendah dibandingkan proses sterilisasi, sehingga pertumbuhan mikroba pembusuk masih memungkinkan. Tidak aneh, jika susu pasteurisasi wajib disimpan pada suhu refrigerator. Tetapi tidak perlu khawatir. Penanganan yang baik dapat menjaga mutu dan keamanan susu pasteurisasi. Berikut adalah beberapa tips dalam menggunakan susu pasteurisasi:

  1. Pilih susu pasteurisasi dengan kondisi kemasan yang baik pada saat membelinya.
  2. Baca dan perhatikan dengan seksama masa kedaluwarsanya.
  3. Baca label –termasuk komposisi, untuk mendapatkan susu yang sesuai kebutuhan.
  4. Jika membeli di supermarket, pastikan mengambil susu pasteurisasi pada saat akhir berbelanja.
  5. Simpan susu pasteurisasi pada suhu refrigerator.
  6. Setelah digunakan, sesegera mungkin disimpan kembali dalam suhu refrigerator.
  7. Pastikan suhu refrigerator berada dalam suhu yang sesuai. Jangan menyimpan barang berlebihan di refrigerator.
  8. Jika susu berlebih dan tidak digunakan, jangan menyimpan atau mencampurnya dengan susu yang masih berada dalam kemasan.
  9. Jangan menyimpan susu dengan bahan-bahan yang menimbulkan bau, seperti daging mentah atau lainnya.
  10. Selalu simpan susu dalam kondisi kemasan tertutup untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi. KI-05

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...