Sepuluh Tips Menggunakan Susu Pasteurisasi



Susu pasteurisasi banyak mendapat tempat tersendiri di industri jasa boga. Tidak sedikit yang beranggapan, bahwa susu pasteurisasi memiliki flavor susu yang lebih alami dibandingkan susu jenis lain.

Namun demikian untuk menggunakan susu pasteurisasi, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama terkait keamanan pangan. Apalagi suhu yang digunakan untuk pasteurisasi relatif lebih rendah dibandingkan proses sterilisasi, sehingga pertumbuhan mikroba pembusuk masih memungkinkan. Tidak aneh, jika susu pasteurisasi wajib disimpan pada suhu refrigerator. Tetapi tidak perlu khawatir. Penanganan yang baik dapat menjaga mutu dan keamanan susu pasteurisasi. Berikut adalah beberapa tips dalam menggunakan susu pasteurisasi:

  1. Pilih susu pasteurisasi dengan kondisi kemasan yang baik pada saat membelinya.
  2. Baca dan perhatikan dengan seksama masa kedaluwarsanya.
  3. Baca label –termasuk komposisi, untuk mendapatkan susu yang sesuai kebutuhan.
  4. Jika membeli di supermarket, pastikan mengambil susu pasteurisasi pada saat akhir berbelanja.
  5. Simpan susu pasteurisasi pada suhu refrigerator.
  6. Setelah digunakan, sesegera mungkin disimpan kembali dalam suhu refrigerator.
  7. Pastikan suhu refrigerator berada dalam suhu yang sesuai. Jangan menyimpan barang berlebihan di refrigerator.
  8. Jika susu berlebih dan tidak digunakan, jangan menyimpan atau mencampurnya dengan susu yang masih berada dalam kemasan.
  9. Jangan menyimpan susu dengan bahan-bahan yang menimbulkan bau, seperti daging mentah atau lainnya.
  10. Selalu simpan susu dalam kondisi kemasan tertutup untuk meminimalkan terjadinya kontaminasi. KI-05

Artikel Lainnya

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...

  • Mar 14, 2019

    Tip Menghindari Kesalahan dalam Penimbangan

    Pembuatan produk bakeri seperti roti dan pastry harus melibatkan proses perhitungan, penimbangan, dan prosedur baku yang harus diataati dalam tiap tahapannya. Penggunaan bahan-bahan seperti tepung, ragi, gula, dan bahan-bahan lain harus sesuai dengan standar formula yang sudah ditetapkan. Akurasi atau ketelitian diperlukan untuk mencegah kesalahan dalam penggunaan bahan. Berikut beberapa tip untuk menhindari kesalahan penimbangan dalam pembuatan produk bakeri.   ...