Teknologi Pengolahan Minimal Buah dan Sayur



Kesadaran terhadap besarnya konsumsi buah dan sayur segar terhadap kesehatan menyebabkan terjadinya pergeseran tren konsumsi masyarakat modern. Kebutuhan terhadap konsumsi produk menyehatkan yang lebih beragam dan kurangnya waktu untuk memasak menyebabkan masyarakat modern saat ini makan di luar rumah. Kondisi tersebut menjadikan produk yang diolah minimal (minimally processed product) juga meningkat.

Buah dan sayur merupakan bahan pangan yang dijadikan produk olah minimal. Teknologi olah minimal adalah aplikasi proses yang minimal, seperti pengupasan, pemotongan, pengirisan, dan lain-lain, dengan proses pemanasan minimal atau tanpa pemanasan sama sekali. Perlakukan minimal tersebut menghasilkan kesegaran buah dan sayur yang tetap bertahan, tetapi proses yang diberikan tidak menginaktifkan mikrobia yang ada dalam produk.

Contoh produk yang diolah minimal adalah salad buah dan sayur, produk buah potong/iris (fresh cut product) dalam bentuk tunggal atau campuran yang mudah dikonsumsi (ready to eat) dan siap masak (ready to cook). Keunggulan dari produk yang diolah minimal terletak pada aspek kemudahan dalam pemanfaatannya dan nilai gizi serta kesegarannya relative tidak berbeda dari buah dan sayur segar.

Karena produk buah dan sayur yang diolah minimal biasanya tanpa melalui proses pemanasan, maka produk tersebut harus ditangani dan disimpan dalam pada suhu refrigerasi 5 C atau atau lebih rendah untuk mencapai umur simpan yang cukup dan aman secara mikrobiologis. Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan prosedur sanitasi serta pendinginan produk menjadi suatu keharusan karena beberapa mikrobia patogen seperti Listeria monocytogenes, Yersinia enterocolitica, Salmonella spp., dan Aeromonas Hydrophila mungkin masih bisa bertahan dan bahkan memperbanyak diri pada suhu rendah.

Pengendalian mutu dan keamanan buah dan sayur yang diolah minimal

Persyaratan penting yang harus diikuti dalam pengolahan minimal buah dan sayur adalah sebagai berikut:

  • Bahan baku yang digunakan memiliki mutu yang baik, tidak cacat, keragaman minimal dan varietas yang jelas.
  • Proses dilakukan dalam kondisi higienis, dengan penerapan GMP dan Hazard and Analytical Control Point (HACCP) yang ketat.
  • Proses preparasi dilakukan pada suhu rendah.
  • Pembersihan dan pencucian dilakukan dengan hati-hati, sebelum dan sesudah pengupasan.
  • Air pencuci yang digunakan bermutu baik dan memenuhi standar air minum.
  • Penggunaan sedikit zat aditif pada waktu pencucian sebagai desinfektan dan sebagai pencegah pencokelatan.
  • Proses pengeringan setelah pencucian harus dilakukan dengan hati-hati.
  • Pengupasan, pemotongan, dan pengirisan harus dilakukan dengan hati-hati.
  • Penggunaan kemasan yang tepat.
  • Penggunaan suhu dan kelembaban yang tepat selama penyimpanan, distribusi dan penjualan (display) produk. Suhu yang untuk penyimpanan produk adalah ? 5 0 C. penyimpanan diatas suhu tersebut sebaiknya dihindari karena akan mempercepat kerusakan dan merangsang pertumbuhan mikrobia patogen. Elvira Syamsir

Topik menarik lainnya tentang Buah dan Sayur dapat dibaca di Majalah Kulinologi Indonesia edisi April 2017

Artikel Lainnya

  • Apr 18, 2019

    Tips Memilih Whipped Cream

    hipped cream merupakan krim yang timbul di bagian atas dari susu pada waktu didiamkan atau dipisahkan, sehingga whipped cream juga disebut sebagai ‘kepala susu’.Kegagalan dalam pengolahan whipped cream biasanya ada pada suhu, pengocokan, dan perbandingan air (khusus untuk bubuk whipped cream). “Penggunaan air es dalam pengocokkan bubuk whipped cream sangat penting, karena air es tersebut membantu whipped cream mengembang secara maksimal.  ...

  • Apr 16, 2019

    Bahan-bahan yang mempengaruhi tekstur es krim

    Es krim dibuat dengan cara membekukan campuran susu, lemak hewani atau nabati, gula, dengan atau tanpa penambahan ingridien lain yang diizinkan. Bentuk dan ukuran masing-masing bahan penyusun es krim tersebut sangat menentukan kualitas es krim, terutama tekstur. Tekstur yang diinginkan pada es krim adalah lembut, creaminess (seperti kondisi kaya akan lemak) dan homogen. Sedangkan body yang diinginkan adalah firm dengan substansi padatan yang bersatu dalam bentuk buih/busa. Ketahanan es krim untuk tidak mudah meleleh juga menentukan apresiasi konsumen.   ...

  • Apr 15, 2019

    Costing Menu Honey Blended

    Honey Blended  adalah smoothie yang berbahan dasar raspberry, yoghurt, dan madu. Raspberry merupakan jenis buah yang banyak menyumbangkan manfaat untuk tubuh karena mengandung vitamin C dan magnesium yang cukup tinggi. Dipadukan dengan yogurt maka semakin melengkapi menfaat dari buah ini. ...

  • Apr 15, 2019

    Kenali Perbedaan Alergi Susu dengan Intoleransi Laktosa

    Alergi protein susu dan intoleransi laktosa merupakan dua masalah utama mengapa orang tidak dapat mengonsumsi susu. Perlu diketahui bahwa keduanya merupakan hal yang berbeda, meskipun dapat memberikan gejala yang sama. Alergi susu, biasanya yang berasal dari sapi, timbul akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang menganggap bahwa protein susu yang masuk ke dalam tubuh ialah zat yang berbahaya. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh memberikan respon penolakan dan menghasilkan gejala alergi. Susu sapi mengandung dua jenis protein, yaitu whey dan kasein yang keduanya dapat memicu reaksi alergi.   ...

  • Apr 11, 2019

    Jenis-Jenis Susu dan Kandungan Lemaknya

    Susu sebagai bahan makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sifatnya mudah dicerna dan diserap,sehingga baik untuk dikonsumsi. Susu cair, selain dikonsumsi langsung, juga banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri jasa boga, seperti untuk pembuatan yoghurt, pendamping breakfast cereal, pengganti santan, dan lainnya. Di pasaran terdapat berbagai jenis susu cair. Oleh sebab itu, industri perlu membaca label untuk memilih produk susu yang sesuai dengan kebutuhan. ...