Teh Hijau, Teh Hitam, Teh Putih, Teh Oolong. Apa Bedanya?



Masyarakat Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan teh yang selalu hadir mulai dari membuka mata di pagi hari, teman kudapan makan siang, hingga menjamu tamu. Bahkan di beberapa rumah makan di kota besar menyediakan teh tawar secara gratis. Berbagai publikasi penelitian ilmiah tentang khasiat baik daun teh menambah pesona teh.

Beberapa jenis teh yang sering ditemui di Indonesia di antaranya teh putih, teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Daun teh yang digunakan sebenarnya sama-sama dari tanaman teh Camelia sinensis. Perbedaan jenis teh terletak pada ada dan tidaknya oksidasi enzimatis. Teh putih misalnya setelah mengalami pelayuan langsung dikeringkan tanpa perlu oksidasi enzimatis. Teh hijau diolah dengan pelayuan, penggulungan, dan pengeringan. Teh oolong dibuat dengan pelayuan, penggulungan, semi oksidasi enzimatis, dan pengeringan. Sedangkan teh hitam mengalami pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis, dan pengeringan. Perbedaan proses pengolahan daun teh ini memberikan sensasi rasa dan aroma yang berbeda. KI

Selengkapnya tentang Teh dan Manfaatnya dapat dibaca di Majalah KULINOLOGI INDONESIA edisi Februari 2017

Artikel Lainnya

  • Jan 24, 2019

    Tips Bertahan dalam Bisnis Kuliner

    Bisnis kuliner memang menjadi bisnis yang menjanjikan, terlebih lagi kuliner dewasa ini sudah menjadi gaya hidup. Meskipun menjadi bisnis yang amat menjanjikan, bukan berarti tidak ada kendala dan tantangan. Bisnis kuliner tak hanya soal membuat pelanggan datang, namun juga membuat pelanggan datang kembali. Selain kenyamanan tempat, makanan dan minuman yang disuguhkan juga harus memuaskan lidah. Hal-hal tersebut adalah sederet tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis kuliner. ...

  • Jan 23, 2019

    Mikroba Penyebab Kerusakan Jus Buah

    Umur simpan jus buah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan, peralatan dan mesin pengolahan, pengemasan, serta kondisi penyimpanan. Akan tetapi faktor utama kerusakan jus buah tak lepas dari adanya mikroba penyebab kerusakan. Kandungan zat gizi pada jus buah merupakan tempat hidup yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba, selain itu didukung dengan kadar air yang tinggi dan nilai aktifias air (aw) yang juga tinggi (0,97-1,00). Jenis mikroba umum yang menjadi penyebab kerusakan jus buah yaitu dari golongan bakteri (misalnya E. coli, dan Klebsiella), kapang (misalnya Aspergillus sp.), dan khamir. Bakteri, kapang, dan khamir dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap, toksin, gas, alkohol, busa, lendir, cemaran fisik, perubahan rasa, warna, bentuk dan kekentalan.   ...

  • Jan 22, 2019

    Branding Restoran Masa Kini melalui Teknik Memorable Experience

    Membuat masakan yang enak bukan menjadi satu-satunya modal membangun bisnis resto. Menyajikan makanan terenak sekalipun belum tentu dapat mendatangkan pelanggan yang banyak tanpa strategi pemasaran yang bagus. Strategi pemasaran yang harus dipikirkan oleh resto modern adalah bagaimana menciptakan pengalaman luar biasa yang belum pernah diberikan oleh resto-resto yang sudah ada sebelumnya. ...

  • Jan 21, 2019

    Membuat Roti dengan Teknik Sourdough

    Metode sourdough juga dikenal dengan metode biang, merupakan teknik lawas yang digunakan untuk membuat adonan roti jauh sebelum ditemukannya ragi instan pada tahun 1800-an. Prinsip teknik sourdough adalah membuat adonan biang sebagai starter (seperti starter untuk yoghurt) dan menjadikan biang tersebut sebagai leavening agent dalam adonan roti. Adonan biang tersebut mengandung yeast dan bakteri hidup Lactobacillus yang ditangkap secara alami dari udara dan dari dalam terigu, kemudian dibiakkan secara terus menerus. ...

  • Jan 18, 2019

    Jus VS Buah Segar

    Buah adalah salah satu bahan pangan penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Di dalam buah terkandung sejumlah zat gizi, serat pangan, dan berbagai komponen bioaktif. Terdapat beberapa cara dalam menikmati buah dan sayur. Salah satunya yang cukup populer adalah mengolahnya menjadi jus. ...