Teh Hijau, Teh Hitam, Teh Putih, Teh Oolong. Apa Bedanya?



Masyarakat Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan teh yang selalu hadir mulai dari membuka mata di pagi hari, teman kudapan makan siang, hingga menjamu tamu. Bahkan di beberapa rumah makan di kota besar menyediakan teh tawar secara gratis. Berbagai publikasi penelitian ilmiah tentang khasiat baik daun teh menambah pesona teh.

Beberapa jenis teh yang sering ditemui di Indonesia di antaranya teh putih, teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Daun teh yang digunakan sebenarnya sama-sama dari tanaman teh Camelia sinensis. Perbedaan jenis teh terletak pada ada dan tidaknya oksidasi enzimatis. Teh putih misalnya setelah mengalami pelayuan langsung dikeringkan tanpa perlu oksidasi enzimatis. Teh hijau diolah dengan pelayuan, penggulungan, dan pengeringan. Teh oolong dibuat dengan pelayuan, penggulungan, semi oksidasi enzimatis, dan pengeringan. Sedangkan teh hitam mengalami pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis, dan pengeringan. Perbedaan proses pengolahan daun teh ini memberikan sensasi rasa dan aroma yang berbeda. KI

Selengkapnya tentang Teh dan Manfaatnya dapat dibaca di Majalah KULINOLOGI INDONESIA edisi Februari 2017

Artikel Lainnya

  • Mar 21, 2019

    Tepat Menyimpan Produk Bakeri

    Teknik pendinginan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Prinsipnya sangat sederhana, yakni menghambat pertumbuhan mikroba. Aplikasi penurunan suhu ini sangat luas digunakan dalam berbagai produk pangan, termasuk produk bakeri seperti kue,roti, patiseri, dan lainnya.   ...

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...