Jus Pace: Kaya Senyawa Aktif yang Menyehatkan



Pace (Morinda citrifolia) merupakan sebutan untuk buah mengkudu bagi masyarakat Jawa. Sedangkan orang Hawaii mengenal buah ini dengan sebutan buah noni. Pace mengandung berbagai senyawa aktif yang bermanfaat seperti terpen, scopoletin, asam oktanoat, kalium, vitamin C, terpenoid, alkaloid antraquinon, rutin, dan berbagai senyawa aktif lainnya. Beberapa studi menunjukkan bahwa mengkonsumsi pace dapat digunakan untuk mengobati radang sendi, penyakit jantung, kanker, gangguan peredaran darah, hipertensi, penyakit jantung, diabetes, konstipasi, dan infeksi. Hal ini terkait dengan peranan pace sebagai antiperadangan, antibakteri, analgesik (pereda nyeri), antioksidan, dan antitumor (Utami dan Puspaningtyas, 2013).

Selama ini pace memang jarang dikonsumsi secara langsung, karena aromanya yang kurang sedap membuat orang enggan untuk mengkonsumsinya. Pengolahan pace menjadi juice dapat dilakukan sebagai salah satu alternatif agar buah ini menjadi produk yang lebih enak dikonsumsi.

Untuk membuat jus pace, 2 buah pace yang matangnya pas, berwarna kuning namun belum mengeluarkan aroma yang tajam dicuci bersih, lalu dipotong-potong dalam ukuran kecil. Daging buah dan biji pace jangan lupa dipisahkan. Potongan pace dimasukkan ke dalam blender/juicer, lalu dihaluskan sempurna bersama 250 ml air matang, sirup vanili, madu, dan gula pasir sesuai selera. Jus pace dapat dihidangkan dengan atau tanpa es batu sesuai keinginan. KI

Selengkapnya tentang Jus dan Sari Buah Khas Indonesia dapat diakses di majalah KULINOLOGI INDONESIA edisi Januari 2017

Artikel Lainnya

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...

  • Mar 14, 2019

    Tip Menghindari Kesalahan dalam Penimbangan

    Pembuatan produk bakeri seperti roti dan pastry harus melibatkan proses perhitungan, penimbangan, dan prosedur baku yang harus diataati dalam tiap tahapannya. Penggunaan bahan-bahan seperti tepung, ragi, gula, dan bahan-bahan lain harus sesuai dengan standar formula yang sudah ditetapkan. Akurasi atau ketelitian diperlukan untuk mencegah kesalahan dalam penggunaan bahan. Berikut beberapa tip untuk menhindari kesalahan penimbangan dalam pembuatan produk bakeri.   ...