Membangun Citra dan Kecintaan terhadap Pangan Tradisional



Masuknya berbagai jenis produk pangan impor ke Indonesia menyebabkan berkurangnya minat generasi muda untuk mengonsumsi pangan tradisional. Kecenderungan untuk menikmati makanan impor semakin tinggi dengan adanya beragam promosi menarik. Makanan tradisional yang memiliki komposisi lebih sehat justru mulai ditinggalkan karena kurangnya promosi pada generasi muda. Hal tersebut mendasari Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Sahid Jakarta menyelenggarakan acara Sahid Food Technology Expo (SAFOTECH EXPO 2017) dengan tema "My Traditional Food, My Functional Food" yang dimulai 17 Januari dan berakhir Februari 2017.

 

Acara ini terdiri atas beberapa rangkaian acara yaitu: kompetisi business plan antar mahasiswa D3/S1, demo pameran produk olahan pangan, lomba debat pangan dan bazar pangan tradisional. Acara dihadiri oleh Dekan FTIP Dr. Ir. Iman Basriman, MSi dan Wakil Rektor C Universitas Sahid Jakarta Dr. Ir. Sihono Dwi Waluyo, MSi. "Informasi tentang pangan tradisional dan pengembangan serta prospek ke depan tentang inkubator bisnis sangat penting bagi FTIP Universitas Sahid Jakarta", tutur Dekan FTIP.

 

Kegiatan business plan yang telah terselenggara diikuti oleh 20 kelompok, kemudian kelompok yang lolos seleksi proposal oleh juri mengikuti pameran. Kelompok tersebut yaitu Caqyou, Apesi, Pempek Chachelli, Ranggita, Dag-Niz, Cimol Sahid, Supa Soke, Kukuwe Ice, Sweet Rangi Cake, Si Codding, Rolinza Onde, Dragon Éclair, Violet Batatas, Dolaku,  dan Jari Keki.

 

Juara 1 business plan diraih oleh Rolinza Onde. Juara juga diberikan untuk kategori best plating, best serving, dan best stand yang diraih oleh Si Codding, Rolinza Onde, dan Caqyou. KI-33

Artikel Lainnya