Homemade Cotton Coffee Pudding: Alternatif Snack Sehat



Pudding merupakan sajian yang biasanya dikonsumsi sebagai pendamping makanan utama. Cotton coffee pudding adalah inovasi baru pudding yang dipadukan dengan flavor kopi. Selain sebagai penambah cita rasa, kopi juga memberikan manfaat positif seperti mengurangi stres dan meningkatkan kesegaran otak.

Selain kopi, bahan untuk membuat cotton coffee pudding adalah susu cair, gula pasir, kuning telur, putih telur, agar-agar, dan garam. Dalam satu porsi puding ini terkandung 333 kalori dengan proporsi masing-masing: protein 12,8 gram; lemak 14,6 gram; dan karbohidrat 37,9 gram. KI

Selengkapnya tentang Resep Cotton Coffee Pudding dapat diakses di majalah KULINOLOGI INDONESIA edisi Januari 2017

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...