Kopi: Minuman Kaya Antioksidan



Sebagai salah satu minuman yang banyak dikonsumsi di dunia selain teh, pengembangan produk kopi saat ini juga banyak dikembangkan misalnya ke arah pengembangan produk kopi organik.  Kopi organik dihasilkan dari pertanian organik yang saat ini juga menjadi salah satu tren sebagai pangan fungsional.  Selain itu, produk decaffeinated coffee yaitu kopi yang tidak mengandung kafein saat ini juga sudah banyak dikembangkan dengan tujuan memenuhi permintaan konsumen yang tidak ingin mengkonsumsi kafein. Pemanfaatan kopi sebagai ingridien pangan juga pada umumnya didasarkan terhadap aktifitas antioksidan pada kopi. Hal tersebut karena kopi banyak mengandung beberapa senyawa antioksidan dari golongan hydroxycinnamic acids (chlorogenic acid, caffeic acid, coumaric acid and ferulic acids), melanoidin, dan beberapa produk reaksi pencoklatan non-enzymatic (reaksi maillard).  Selain itu perkembangan green coffee beans yang belum mengalami proses roasting dan reaksi fermentasi juga saat ini mendapatkan perhatian dari konsumen.  Green coffee beans masih kaya akan senyawa fenolik serta polisakarida yang juga banyak dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional.

Saat ini beberapa produk kopi yang telah diturunkan kadar kepahitannya juga telah banyak dikembangkan.  Hidrolisis menggunakan enzim tertentu yang dapat mengkonversi asam klorogenat maupun asam klorogenat lactone yang merupakan beberapa senyawa yang berkontribusi terhadap tingkat kepahitan kopi dapat menurunkan tingkat kepahitan kopi. KI

Selengkapnya tentang Antioksidan pada Kopi dapat diakses di majalah KULINOLOGI INDONESIA edisi Januari 2017

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...