Kopi Gayo, Toraja, dan Flores : Kelompok Primadona Kopi Indonesia



Gayo merupakan nama suku yang mendiami daerah dataran tinggi tempat kopi ditanam. Minuman kopi Gayo dibuat dari kopi jenis kopi arabika yang khas dan sudah teruji menjadi salah satu kopi terbaik di dunia. Kopi ini sudah pernah diuji citarasanya oleh Christopher Davidson, salah seorang cupper internasional. Davidson mengatakan bahwa kopi Gayo memiliki keunikan tersendiri yang dikenal dengan istilah heavy body and light acidity, yaitu sensasi rasa keras saat kopi diteguk dan aroma yang menggugah semangat. Di pasar dunia, kopi Gayo merupakan kopi kelas premium.

Toraja adalah gudang kopi terbesar di wilayah bagian timur Indonesia. Kopi ini sering disebut sebagai ìqueen of coffeeî karena mempunyai cita rasa yang berbeda dibandingkan dengan kopi dari wilayah lain, yaitu aroma herbal yang harum, serta taste yang seimbang antara pahit dan asam. Biji kopi Toraja memiliki bentuk yang lebih kecil, mengilap, dan licin pada kulit bijinya serta memiliki aroma earthy yang khas. Kopi Toraja merupakan kopi jenis arabika dan robusta. Namun, saat ini kopi Toraja jenis arabika langka dan sulit ditemukan. Salah satu jenis kopi Toraja yang merupakan jenis kopi terbaik dan termahal di dunia adalah kopi luwak. Sayangnya, saat ini kopi Toraja sudah menjadi merek dagang di Jepang (Key Coffee) dan Amerika.

Selain itu, ada pula kopi Flores Bajawa yang memiliki rasa cukup abadi dibandingkan kopi lainnya, aromanya pun tahan lama. Kopi ini merupakan jenis kopi arabika yang ditanam pada ketinggian 1200-1800 meter di atas permukaan laut. Diproduksi oleh kelompok tani di Kabupaten Ngada, Flores. Pengolahan biji kopi dilakukan secara giling basah di permukaan datar lahan pertanian. Kopi ini mempunyai sedikit aroma fruitty dan sedikit bau tembakau pada after taste-nya. Kopi Flores Bejawa merupakan keunikan yang jarang ditemukan pada kopi lainnya.

Di samping ketiga kopi tersebut, terdapat 17 kopi yang lolos dalam cupping test oleh Caswells Coffee, salah satu kurator kopi dunia. Tujuh belas kopi tersebut adalah Kopi Gunung Puntang, Mekar Wangi, Manggarai, Malabar Honey, Atung Lintang, Toraja Sapan, Bluemoon Organik, Gayo Organik, Java Cibeber, Kopi Catur Washed, West Java Pasundan Honey, Arabica Toraja, Flores Golewa, Redelong, Preanger Weninggalih, Flores Ende, dan Java Temanggung. KI

Selengkapnya tentang Kopi Indonesia dapat diakses di Majalah KULINOLOGI INDONESIA edisi Januari 2017

Artikel Lainnya

  • Jul 24, 2018

    Tren Keju dalam Produk Pangan Indonesia

    Tren keju seakan tidak pernah ada habisnya. Meskipun bukan produk dan ingridien asli Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sangat akrab dengan cita rasa keju di berbagai produk pangan. Meningkatnya animo pasar dengan keju ini tentu harus disambut dengan inovasi produk pangan yang inovatif.  ...

  • Jul 16, 2018

    Promosi Hotel, Restoran dan Katering Indonesia dengan Kopi

    Keberhasilan Pameran Hotelex yang telah diselenggarakan di sepuluh negara Asia menjadi salah satu alasan kuat PT Pamerindo Indonesia untuk mengadakan Pameran Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 mendatang di Jakarta International Expo. "Pameran ini merupakan pameran business to business. Kami harapkan Pameran Hotelex Indonesia akan dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung yang merupakan para pelaku industri hotel, restoran dan katering," tutur Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwik Roberto dalam konferensi pers Hotelex Indonesia di Jakarta pada 6 Juli 2018. ...

  • Jun 29, 2018

    Tepat Menggunakan Rempah

    Berbagai rempah memiliki variasi komponen kimiawi yang berperan dalam pembentukan profil flavornya....

  • Jun 28, 2018

    Manfaat Rempah Bagi Kesehatan

    Berbagai rempah dan bumbu dapur yang selama ini dekat dengan...

  • Jun 27, 2018

    Mengenal Kunyit

    Kunyit merupakan salah satu suku tanaman temu-temuan (Zingiberaceae)....