Green Coffee: Cara Baru Minum Kopi



Sebelum dinikmati, biji kopi mengalami berbagai macam proses untuk menghasilkan minuman kopi yang nikmat. Dalam proses tersebut, didapatkan jenis biji kopi yang diharapkan antara lain kopi hijau, kopi hitam, dan kopi putih. Salah satu prosesnya, antara lain sebelum digiling biji kopi harus disangrai atau dipanggang terlebih dahulu. Proses ini bertujuan untuk mengeluarkan aroma dan rasa kopi.

Dulu digunakan wajan biasa untuk menyangrai kopi, namun kini sudah diciptakan sebuah mesin khusus dengan petunjuk waktu dan suhu agar proses sangrai berjalan dengan sempurna dan waktu sangrainya pas. Proses sangrai ini lamanya tidak sama untuk setiap jenis kopi. Biji kopi yang telah disangrai harus berwarna cokelat, beraroma harum dan mengeluarkan sedikit minyak. Biji kopi yang disangrai akan berwarna kehitaman (black coffee).

Berbeda halnya dengan kopi hitam, green coffee (kopi hijau) adalah biji kopi yang belum sampai mengalami proses pemanggangan atau penyangraian. Pertama kali ditemukan di kawasan Laut Merah, yang ketika itu masyarakat di sana mengonsumsi kopi dengan biji yang belum sampai dipanggang karena memang belum ditemukan cara memanggang kopi. Mengapa kopi tanpa dipanggang ini dinamakan kopi hijau? Ya, itu istilah yang lebih mudah digunakan oleh orang untuk membedakan antara kopi yang dipanggang dengan kopi yang tidak dipanggang. KI

Selengkapnya tentang Green, Black, dan White Coffee dapat diakses di Majalah KULINOLOGI INDONESIA edisi Januari 2017

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...