Geliat Inovasi Pangan Menyehatkan Kreasi Mahasiswa



Selain sebagai pemenuhan gizi bagi tubuh, produk pangan juga harus memenuhi selera konsumen sehingga dapat dikonsumsi dengan baik. Oleh kerena itu, inovasi dalam produk pangan menjadi hal yang mutlak dilakukan. Berinovasi mengembangkan produk pangan salah satunya dapat dilakukan oleh para mahasiswa dengan praktek langsung memproduksi sebuah produk batu. Hal tersebut mendasari Universitas Pelita Harapan untuk mengadakan pergelaran Food Explore 9 yang menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk berkreasi dalam menghasilkan produk pangan yang selain enak dan bergizi, juga memberikan efek menyehatkan bagi tubuh.
  
Karya yang dipamerkan tentunya harus memenuhi kualitas pangan baik. Termasuk dalam hal cara produksi, kebersihan dan sanitasi, kualitas bahan baku, serta sesuai standar dan regulasi. Sesuai tema Food Explore 9, maka bahan pangan yang digunakan diutamakan produk lokal, jelas Ferdian Hendrawan, Ketua Food Explore 9 dalam kegiatan yang berhasil diselenggarakan pada 2-4 November 2016 lalu.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FaST) UPH, Prof. Dr. Manlian Ronald A. Simanjuntak, ST., MT., D.Min., menyambut baik kegiatan tahunan Food Explore ini  dan berharap dapat menjadi penggerak bagi pengembangan model  Teknologi Pangan nasional bahkan internasional.
 
Salah satu inovasi pangan yang dipamerkan dalam Food Explore 9 diberi nama Jaipong, karya Gabriella Prameswari dan Stella Meiska. Jaipong merupakan taburan makanan yang terbuat dari jantung pisang dan daun pohpohan. Taburan makanan ini bergizi tinggi karena mengandung mineral, kalsium, protein, dan serat. Inovasi lainnya yang tidak kalah menarik adalah Sumol karya Gary Winata. Sumol merupakan cimol yang berbahan dasar tepung sukun. Kandungan gizi dalam sumol lebih tinggi dibandingkan cimol pada umumnya, karena sukun mengandung dietary fiber, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor dan potasium.
 
Masih banyak lagi inovasi makanan dan minuman yang unik yang dipamerkan di Rumah Inovasi Food Explore 9,  di antaranya: Celedri (cendol seledri), Bir Pletok Jelly Drink, Graphalmon Ice Cream (ekstrak daun ungu dan mahkota dewa), Semrawut (kue semprong dari tepung jewawut merah), Jackie Nugget (terbuat dari kacang koro dan sayur nangka), Kumis (permen terbuat dari ekstrak daun kemuning) dan BAI Cookies (makanan ringan terbuat dari tepung ubi dan tepung jamur. KI-29

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...