Bagaimana Cara Memperpanjang Umur Simpan Sari Buah?



Minuman sari buah adalah minuman yang dibuat dari ekstrak satu jenis atau beberapa jenis buah tanpa fermentasi. Sebagai produk dari bahan mentah dan segar, sari buah sangat rentan terhadap terjadinya kontaminasi, sehingga umur simpannya tidak lama.  Kerusakan sari buah disebabkan reaksi kimia dan pertumbuhan mikroba. Kerusakan karena reaksi kimia pada umumnya terjadinya penurunan kandungan vitamin C dan kerusakan warna. Sedangkan kerusakan mikrobiologi karena adanya aktivitas pertumbuhan mikroba. Oleh karena itu, perlu diketahui potensi kerusakan mikrobiologi karena umumnya lebih menjadi penentu umur simpan sari buah.

Sari buah umumnya mempunyai tingkat keasaman sedang sampai tinggi dengan pH kurang dari 4,5. Pada kondisi tersebut sedikit bakteri yang dapat tumbuh, akan tetapi kapang dan khamir masih dapat tumbuh dengan baik. Menjaga pH di bawah 4,5 menjadi penting karena akan mempermudah proses pengawetannya. Selain itu, dengan pH rendah jika menggunakan pengawetan suhu tinggi dapat dilakukan dengan proses pasteurisasi, sehingga dapat meminimalkan perubahan rasa. Oleh karena itu, pada waktu mengolah sari buah yang mempunyai pH diatas 4,5 ada baiknya ditambahkan asam seperti asam sitrat atau asam malat untuk menurunkan pH nya menjadi di bawah 4,5, dengan syarat tidak merubah rasa asli sari buahnya.

Saat ini telah tersedia berbagai metode pengawetan sari buah untuk memperpanjang umur simpannya. Prinsip pengawetan pangan adalah menjaga kualitas dan gizi serta mencegah kerusakan mikrobiologi.  Secara umum dapat dikatakan sari buah segar mempunyai kualitas yang tinggi, sehingga digunakan sebagai acuan untuk kualitas sari buah yang mengalami proses pengawetan. Akan tetapi sari buah segar mempunyai umur simpan yang relatif pendek, sehingga perlu diupayakan untuk memperpanjang umurnya dengan proses pengawetan. Beberapa proses pengawetan sari buah adalah pengawetan dengan suhu rendah, dengan perlakukan kombinasi serta dengan suhu tinggi. KI

Artikel selengkapnya tentang Pengawetan Sari Buah dapat diakses di Majalah Kulinologi Indonesia edisi November 2016

Artikel Lainnya

  • Jul 24, 2018

    Tren Keju dalam Produk Pangan Indonesia

    Tren keju seakan tidak pernah ada habisnya. Meskipun bukan produk dan ingridien asli Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sangat akrab dengan cita rasa keju di berbagai produk pangan. Meningkatnya animo pasar dengan keju ini tentu harus disambut dengan inovasi produk pangan yang inovatif.  ...

  • Jul 16, 2018

    Promosi Hotel, Restoran dan Katering Indonesia dengan Kopi

    Keberhasilan Pameran Hotelex yang telah diselenggarakan di sepuluh negara Asia menjadi salah satu alasan kuat PT Pamerindo Indonesia untuk mengadakan Pameran Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 mendatang di Jakarta International Expo. "Pameran ini merupakan pameran business to business. Kami harapkan Pameran Hotelex Indonesia akan dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung yang merupakan para pelaku industri hotel, restoran dan katering," tutur Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwik Roberto dalam konferensi pers Hotelex Indonesia di Jakarta pada 6 Juli 2018. ...

  • Jun 29, 2018

    Tepat Menggunakan Rempah

    Berbagai rempah memiliki variasi komponen kimiawi yang berperan dalam pembentukan profil flavornya....

  • Jun 28, 2018

    Manfaat Rempah Bagi Kesehatan

    Berbagai rempah dan bumbu dapur yang selama ini dekat dengan...

  • Jun 27, 2018

    Mengenal Kunyit

    Kunyit merupakan salah satu suku tanaman temu-temuan (Zingiberaceae)....