Eksisnya Cincau Hitam 2



Eksisnya Cincau Hitam

Belakangan, bahan pangan olah cincau hitam menjadi sorotan. Cincau hitam disulap menjadi minuman gaul yang lebih modern. Cincau diserut, lalu disajikan dengan cappucino instan yang diseduh dengan air es.

Berkat inovasi dan sentuhan kreativitas, minuman di jagat kuliner terus mengeluarkan tren baru. Tak hanya resto dan kafe yang berlomba-lomba menciptakan minuman yang hits, gerai minuman sederhana dalam bentuk booth dan mini kafe juga tak ketinggalan ikut menciptakan minuman ’gaya baru’ lewat variasi rasa dan teknik padu padan. Salah satu yang menjadi bahan olahan favorit adalah cincau hitam.

Awalnya, cincau hitam dikenal sebagai bahan pangan menyehatkan karena mengandung banyak manfaat. Beberapa keistimewaannya adalah  mengandung serat larut air (soluble dietary fiber) yang sangat diperlukan oleh tubuh.

Serat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam makanan yang dicerna. Kandungan air yang banyak pada cincau hitam dan kandungan seratnya yang tinggi menimbulkan rasa cepat kenyang, sehingga cocok bagi mereka yang berusaha menurunkan berat badan. Selain itu, cincau hitam juga bisa meredakan panas dalam dan radang tenggorokan.

Sebagai bahan minuman, hampir semua orang mengenal cincau hitam, mulai dari anak-anak hingga dewasa, tak peduli pria atau wanita. Tekstur cincau hitam yang lembut, tidak terlalu kenyal, dan luwes berpadu dengan bahan lain, adalah alasan mengapa cincau hitam selalu difavoritkan sebagai pelepas dahaga yang enak, sekaligus menyehatkan!

Cerita cincau hitam

Cincau adalah istilah generik untuk menyebut gel serupa agar-agar, yang diperoleh dari hasil perendaman dan peremasan daun dalam air.

Para ahli ilmu tumbuhan menyebut, gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung sejenis karbohidrat yang mampu mengikat air.

Daun tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai penghasil cincau hitam adalah Mesona palustris, yaitu tumbuhan rambat  yang oleh masyarakat beberapa daerah di Indonesia dikenal sebagai janggelan. Tanaman ini mempunyai batang yang kecil dan ramping. Pada ujung batang tumbuh batang-batang kecil yang menjalar ke tanah dan ada pula yang tegak. Bentuk daunnya lonjong dan runcing di bagian ujung. Bentuk bunganya mirip kembang kemangi, berwarna merah muda atau putih keunguan.

Menurut sebuah catatan, penamaan ‘cincau’ berasal dari dialek Hokkian, sienchau, atau xiancau dalam dialek Hanzi. Istilah ini lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara, yang kemudian diserap dalam bahasa Indonesia menjadi ’cincau’. Kabarnya, tumbuhan ini sudah dikenal sejak lama di wilayah Asia, menyebar dari India, Birma, Indocina, Filipina, hingga dikenal juga di Indonesia.

Janggelan tumbuh subur di daerah berhawa dingin. Budidaya tanaman ini sangat mudah karena tidak memerlukan pemeliharaan khusus. Daun tanaman janggelan bisa dipanen setelah berumur 3-4 bulan.

Proses pengolahanan daun tanaman janggelan hingga menjadi cincau hitam relatif mudah. Cukup dengan meremas daun-daun dalam rendaman air. Ada juga yang mengawalinya dengan cara ditumbuk, atau dilakukan perebusan terlebih dahulu. Hasil rendaman atau perasan (setelah disaring) akan mengental dan menghasilkan gel.


CINCAU HITAM MELEJIT

Banyak sekali gerai yang menawarkan minuman cappuccino cincau bermunculan di kota-kota besar, hingga pelosok daerah di Indonesia. Tawaran sistem waralaba membuat pemasaran minuman ini jadi lebih cepat. Kolaborasi yang tidak biasa dari cincau dan minuman kopi justru membuat minuman ini menapaki tangga popularitas dari dua tahun lalu. Bahan pangan olah cincau hitam pun ikut melejit.

Kalau mau dirunut, cincau hitam atau dikenal juga dengan sebutan ’cao’ sebetulnya sudah dikenal sejak zaman baheula berkat beragam khasiatnya. Selain sebagai obat, sejak dulu cincau hitam segar yang banyak dijual di pasar tradisional dan supermarket, kerap dijadikan komponen dalam minuman penyegar (seperti es campur). Es berbahan cincau cocok dinikmati di tengah cuaca panas karena efek dingin dari cincau hitam mampu memberikan sensasi segar. Pamor cincau hitam semakin eksis di bulan Ramadhan sebagai menu takjil favorit banyak orang. Regukan es cincau bisa menggantikan energi yang hilang saat berpuasa. 

Di pasaran, selain dalam bentuk bahan minuman siap olah, cincau hitam juga dijual dalam bentuk minuman siap minum yang biasanya dijajakan dalam keadaan dingin. Untuk alasan kepraktisan, banyak produsen minuman skala besar dan rumahan menciptakan minuman kemasan berbasis cincau hitam. Di negara-negara maju, seperti di Jepang dan Korea, cincau hitam diproduksi menjadi ekstrak bubuk instan agar lebih mudah dibuat. Namun, ada pula yang dikemas kalengan yang siap ditambahkan ke dalam minuman.

Selain di Indonesia, cincau hitam juga kondang di Filipina, Taiwan, Cina, dan Korea. Di Cina dan Taiwan, cincau hitam disebut hsian tsao dalam bahasa lokal, digunakan sebagai obat penurun tekanan darah dan obat diuretik. Di Korea Selatan, cincau hitam yang dicampur dengan rempah-rempah dipasarkan sebagai makanan kesehatan.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari cincau hitam, tentunya harus diimbangi dengan asupan bahan lain dalam porsi yang wajar. Apabila cincau hitam disajikan sebagai minuman dingin, tentu sayang apabila banyak ’bumbu tambahan’ yang juga merupakan sumber lemak atau karbohidrat tinggi.

ADA CINCAU HITAM DALAM MINUMAN INI!

Beberapa minuman populer yang dimeriahkan oleh cincau hitam.

1. Es Tebak

Berbeda dari es campur lain yang menggunakan blewah, alpukat, kelapa muda, dan biji mutiara. Isian es tebak alias es campur versi Sumatera Barat hanya menggunakan cincau hitam, kolang-kaling, tapai singkong, tebak, dan nangka. Tebak serupa dengan cendol, dibuat dari adonan tepung beras dan tepung sagu aren.  Tak ketinggalan es serut, santan, susu kental manis dan sirop merah di dalam campurannya.

2. Red bean yam soup

Es campur Taiwan yang juga sedang booming di Ibukota. Dessert dengan es serut ini disebut baobing di Taiwan, dan menjadi salah satu menu favorit di musim panas. Isian red bean yam soup terdiri dari cincau hitam, kacang merah, ubi merah, dan ‘pearl’ (bola-bola kenyal dari tepung tapioka). Disajikan dengan kuah santan, es serut, dan es krim vanila.

3. Es cincau kolang kaling

Salah satu menu takjil favorit di bulan Ramadhan. Bahannya simpel, dari potongan cincau hitam, kolang kaling atau buah atep kata orang Jakarta, atau celuruk kata orang Sunda. Kolang kaling ini sudah direbus terlebih dulu supaya empuk. Jangan lupa tambahkan sirup merah dan potongan es batu supaya lebih nikmat.

4. Es cao

Minuman klasik dari campuran sederhana: cincau hitam dan selasih. Tambahkan sirup merah sebelum disajikan, beri juga potongan es batu. Mel

Artikel Lainnya