Makanan Enak Berdampak Positif terhadap Status Gizi Pasien





Hal tersebut diungkapkan oleh Peneliti SEAFAST Center IPB –Prof. Nuri Andarwulan di hadapan peserta Pelatihan Peningkatan Kualitas Citarasa Makanan Rumah Sakit terhadap Status Gizi dan Kesehatan Pasien, di Malang dan Semarang beberapa waktu lalu. Sayangnya, saat ini makanan rumah sakit lebih cenderung dirancang dengan hanya memperhatikan sisi kesehatan daripada kualitas rasa. Tidak aneh jika kemudian banyak pasien yang mengeluh rasa masakan rumah sakit tidak enak. Data yang ada menunjukkan 52,3% pasien tidak menghabiskan makanannya, dan 53,1% menyatakan bahwa makanannya tidak enak.

Dengan data tersebut, Nuri bersama tim penelitinya kemudian melaksanakan studi untuk mengetahui pengaruh peningkatan mutu rasa makanan rumah sakit terhadap status gizi pasien. Kami menganalisa data jenis makanan rumah sakit yang dapat ditambahkan bumbu untuk meningkatkan kualitas citarasa, kata Nuri. Makanan yang diberi bumbupun hanya satu resep saja, jadi bukan keseluruhan menu. Hasil penelitian menunjukkan, walau hanya satu resep saja, tetapi sudah dapat mendorong pasien mengonsumsi makanannya lebih banyak.

Oleh K-09
Selengkapnya artikel ini dapat dibaca di majalah Kulinologi edisi Juli 2015, yang dapat diunduh di http://www.kulinologi.co.id/

Artikel Lainnya