Makanan Enak Berdampak Positif terhadap Status Gizi Pasien





Hal tersebut diungkapkan oleh Peneliti SEAFAST Center IPB –Prof. Nuri Andarwulan di hadapan peserta Pelatihan Peningkatan Kualitas Citarasa Makanan Rumah Sakit terhadap Status Gizi dan Kesehatan Pasien, di Malang dan Semarang beberapa waktu lalu. Sayangnya, saat ini makanan rumah sakit lebih cenderung dirancang dengan hanya memperhatikan sisi kesehatan daripada kualitas rasa. Tidak aneh jika kemudian banyak pasien yang mengeluh rasa masakan rumah sakit tidak enak. Data yang ada menunjukkan 52,3% pasien tidak menghabiskan makanannya, dan 53,1% menyatakan bahwa makanannya tidak enak.

Dengan data tersebut, Nuri bersama tim penelitinya kemudian melaksanakan studi untuk mengetahui pengaruh peningkatan mutu rasa makanan rumah sakit terhadap status gizi pasien. Kami menganalisa data jenis makanan rumah sakit yang dapat ditambahkan bumbu untuk meningkatkan kualitas citarasa, kata Nuri. Makanan yang diberi bumbupun hanya satu resep saja, jadi bukan keseluruhan menu. Hasil penelitian menunjukkan, walau hanya satu resep saja, tetapi sudah dapat mendorong pasien mengonsumsi makanannya lebih banyak.

Oleh K-09
Selengkapnya artikel ini dapat dibaca di majalah Kulinologi edisi Juli 2015, yang dapat diunduh di http://www.kulinologi.co.id/

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...

  • Sep 20, 2018

    Keamanan Pengemas Jajanan dan Makanan Cepat Saji

    Penggunaan kemasan adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya cemaran pada produk olahan pangan. Selain berfungsi sebagai pelindung, kemasan juga berperan sebagai media untuk promosi. Kemasan dapat mempengaruhi berbagai aspek pada pangan seperti nilai jual, estetika, dan keamanan pangan. Makin kompleks suatu kemasan, maka nilai tambah produk pangan juga akan dapat meningkat. Konsumen cenderung memilih kemasan yang menarik dan mampu menunjukkan mutu produk pangan. ...

  • Sep 17, 2018

    Apa itu Gaya Hidup Ketofastosis?

    Diet ketogenik merupakan salah satu tren diet yang cukup populer di Indonesia. Prinsip diet ini ada pada pengaturan pola makanan harian untuk mencapai kondisi ketosis. Diet ini dipandang efektif untuk penurunan berat badan. Saat ini, diet ketogenik dikombinasikan dengan puasa pada kondisi ketosis dengan tujuan mempertahankan metabolisme lemak yang optimal sehingga disebut dengan ketofastosis....

  • Sep 14, 2018

    Kemeriahan Lomba Cipta Menu Berbahan Lokal

    Crafting Special Recipe (CRISPY) Competition merupakan lomba cipta menu dan masak dengan menggunakan bahan pangan lokal. CRISPY tahun 2018 mengangkat tema “Kreasi olahan cemilan sehat untuk keluarga : one bite size” dan menggunakan buah sukun sebagai bahan dasar utama.  Acara yang berlangsung pada 9 September 2018 lalu di Kampus IPB Dramaga tersebut diikuti oleh 24 tim peserta dari masyarakat umum dan berbagai instansi, di antaranya adalah Stikes Mitra Keluarga, UPN Jakarta, Poltekkes Jakarta II, UHAMKA, Bhi, Poltekkes Kemenkes Bandung, Universitas Negeri Jakarta, STP Bogor, Akpar Pertiwi, Universitas Djuanda, Universitas Ibnu Khaldun, Bina Sarana Informatika, Sekolah Vokasi IPB, dan IPB. ...

  • Ags 30, 2018

    Efektifitas Rantai Pasok untuk Peningkatan Kualitas Susu Segar

    Susu merupakan salah satu produk industri peternakan yang potensial di Indonesia. Sebagian besar (98%) susu di Indonesia diproduksi di Pulau Jawa yang berasal dari peternakan rakyat. Terdapat tiga permasalahan utama terkait produksi susu di Indonesia yaitu kurangnya pengetahuan peternak tentang penanganan susu, lahan peternakan dan skala kepemilikan, serta persoalan regenerasi....