KUDAPAN DARI KEJU





Keju merupakan produk olahan susu sarat gizi dan sangat luwes diolah dalam berbagai makanan atau kudapan. Kandungan gizi keju lebih tinggi dari susu. Karena tahap pemadatan dan fermentasi dalam proses pembuatan keju meningkatkan nilai gizi keju. Berikut, kehadiran keju dalam berbagai kudapan lezat yang bikin Anda ketagihan untuk memakannya.

BOLU GULUNG KEJU
Buah tangan favorit dari kota Medan ini memang sulit dilewatkan. Bolu nan lembut dengan taburan keju yang memenuhi permukaannya. Olesan krim dan taburan keju yang melimpah di dalamnya, membuat ingin menggigitnya lagi dan lagi.

BAKPIA KEJU
Nama bakpia seolah sudah melekat dan identik dengan kota gudeg, Yogyakarta. Kulit bakpia yang teksturnya berlapis-lapis dan rapuh, dibuat dari tepung terigu. Isiannya bisa bermacam rasa. Keju adalah salah satu varian rasa yang banyak dicari. Biasanya, keju parut dicampur dengan susu supaya cita rasa bakpia makin gurih dan nikmat.

BOLLEN PISANG KEJU
Legitnya pisang dengan potongan keju yang royal, berbalut adonan kulit pastry. Nah, pasti tau kan oleholeh dari kota mana ini? Ya, Bandung! Paduan manis dan gurih kue ini sungguh membuat ketagihan. Terbukti, para wisatawan yang berkunjung ke kota kembang, rela antri demi mendapatkannya.

LASAGNA
Buat Anda penyuka rasa pasta yang creamy, variasi pasta lezat dari Italia ini sukar untuk ditampik. Lapis demi lapis pasta yang lembut, berpadu dengan béchamel saus berbahan keju yang melimpah plus tomat segar dalam saus bolognaise. Enak!

CHEESECAKE
Dari namanya, tentu sudah jelas terbaca bahwa cake ini kaya akan keju. Tapi, jangan lantas terbayang sepotong cake yang berselimut keju parut. Cheesecake memang berbahan dasar keju, tapi yang digunakan jenis keju yang tidak bisa diparut. Krim cheese atau keju krim dan keju mascarpone paling sering digunakan sebagai bahan isi untuk cheesecake.

MARTABAK KEJU
Merupakan golongan martabak manis. Selain dikenal dengan nama martabak, banyak orang menyebutnya kue terang bulan karena bentuknya mirip bulan purnama. Kulit dasar martabak dibuat dari campuran tepung terigu, telur, gula pasir, soda kue, dan air. Adonan dipanggang di atas penggorengan besi yang cukup tebal. Apabila sudah matang, adonan akan berserat dan bagian luar kulit akan berwarna kecokelatan. Untuk isi, bisa disesuaikan dengan selera, biasanya diberi taburan gula pasir, meisis, kacang tanah cincang, wijen atau keju. Sebelum ditumpuk dan dipotong-potong, di atas isian disiram dengan susu kental manis.

KASTANGEL
Salah satu jenis kue kering yang selalu ada setiap hari raya Idul Fitri. Kue klasik berbahan keju ini memang selalu jadi favorit. Untuk resep kastangel, campur keju cheddar yang bercita rasa lembut dengan keju beraroma tajam seperti edam atau parmesan supaya cita rasa kastangel medok kejunya.

CHEESE STICK
Rasa keju yang gurih dan dominan, membuat kletikan renyah yang satu ini disukai semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Cheese stick dibuat dari campuran tepung, keju, margarin, dan telur. Adonan diuleni hingga kalis, kemudian digilas menggunakan alat pembuat mi. Tekstur cheese stick bisa kriuk-kriuk berkat cara pembuatannya yang digoreng. Pastikan menggorengnya dalam minyak banyak yang sudah dipanaskan terlebih dulu, kemudian digoreng hingga berwarna kuning keemasan dan kering.

MACARONI and CHEESE
Meski catatan sejarah pasta berasal dari Italia, namun resep Mac and Cheese disebut-sebut berasal dari Inggris dan begitu populer di Amerika. Paduan sempurna pasta makaroni dan keju ini kabarnya identik dengan negeri Paman Sam. Resep aslinya, sering ditambahkan sedikit saja keju beraroma tajam seperti parmesan, selain cheddar. Mac and Cheese yang creamy paling cocok disajikan dalam keadaan panas sebagai  menu selingan. Mel

Artikel Lainnya

  • Nov 21, 2018

    Resmi Dibuka, SIAL Interfood 2018

    Industri kuliner kian berkembang di Indonesia. Berkembanganya industri kuliner di Indonesia membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata. Bahkan, wisata kuliner menempati 30% dari total pengeluaran atau belanja wisatawan. Dengan kata lain, industri kuliner sebagai salah satu penyumbang besar devisa negara.    "Industri kuliner menjadi salah satu daya tarik pariwisata tanah air. Dengan adanya pameran SIAL INTERFOOD 2018 ini, akan berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Acara ini juga akan menjadi ajang promosi dan informasi yang mampu mendorong kemajuan wisata kuliner nasional," terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I kementerian pariwisata RI, Dra. Ni Wayan Giri A. M.Sc, dalam upacara pembukaan pameran SIAL INTERFOOD 2018 yang di selenggarakan di Jakarta pada 21 November 2018.   Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mentargetkan 75.000 pengunjung dan akan dimeriahkan beragam program menarik. Program-program tersebut di antaranya SIAL Innovations, yaitu program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan kontainer. Selain itu juga ada kompetisi dan perlombaan dalam bidang patiseri, teh, dan kopi yang bekerjasama dengan berbagai asosiasi.  Tidak sampai di situ, SIAL INTERFOOD juga menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop dengan mengangkat topik yang berkaitan dengan tantangan keamanan pangan, penanganan limbah, dan pengembangan bisnis kuliner di Indonesia. KI-37 ...

  • Nov 05, 2018

    Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk Produsen Pangan Skala UMKM

    Jaminan produk halal merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan pada pola konsumsi pangan saat ini. Pergeseran tren ini menjadikan pemerintah berencana menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada bulan Oktober 2019 mendatang.    Produk pangan yang diolah dari bahan halal sekalipun tetap harus memiliki sertifikasi halal agar dapat dipasarkan ke masyarakat. Implementasi kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian karena kapasitas produksi pangan sangat beragam, mulai dari yang besar (industrial) hingga skala UMKM.    Penerapan sertifikasi halal bagi produsen pangan skala UMKM inilah yang perlu diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. “Masyarakat perlu dipahamkan tentang pentingnya jaminan produk halal beserta nilai tambah produk apabila memiliki sertifikasi halal.   Produsen UMKM banyak yang belum memperhatikan hal ini karena sertifikasi halal sampai sekarang masih bersifat sukarela,” jelas Desi Triyanti dari LPPOM MUI dalam acara Pengenalan Sertifikasi Halal Untuk UMKM sebagai rangkaian Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 yang diadakan pada 3 November 2018 di Smesco Convention Hall Jakarta.    Desi menekankan bahwa ada tiga hal yang harus ada untuk mempercepat proses sertifikasi halal bagi UMKM yaitu kejujuran dalam proses audit, kesadaran produsen untuk menggunakan bahan halal, dan adanya ketertelusuran komponen produk yang dihasilkan.    Partisipasi aktif para produsen pangan merupakan kunci penting keberhasilan sertifikasi. Selain dari pihak produsen, LPPOM MUI juga memfasilitasi pengajuan proses sertifikasi produk halal melalui aplikasi Cerol yang lebih efektif dan efisien. Fri-36 ...

  • Nov 03, 2018

    Jaminan Halal Ingredien Berbasis Protein

    Dalam industri pangan, obat-obatan, dan kosmetik, banyak digunakan ingredien yang diproduksi dari sumber protein hewani seperti gelatin, kolagen, dan kondroitin. Pada mulanya sebagian ingredien tersebut diproduksi dari sumber non-halal. Namun saat ini, tren konsumen khususnya pada umat muslim telah bergeser ke arah tuntutan jaminan produk halal sehingga diperlukan suatu perubahan yang menyeluruh terhadap sistem produksi ingredien tersebut.   ...

  • Nov 01, 2018

    Indonesia sebagai Pusat Produk Halal Dunia

    Indonesia tengah bersiap sebagai pusat produk halal dunia. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam membuat hal tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk memperkenalkan langkah tersebut, diadakan Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 yang menghadirkan berbagai macam acara seperti pameran, seminar, dan juga gelar wicara. ...

  • Okt 29, 2018

    Rempah-Rempah Indonesia Membumbui Dunia

    Kekayaan rempah-rempah Indonesia tanpa disadari membumbui pangan dunia. Sejarah menceritakan bahwa bangsa-bangsa Eropa dan Jepang menjajah nusantara salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah Indonesia seperti lada dan pala. Hingga saat ini pun kuliner dan industri pangan tak akan lepas dari rempah-rempah sebagai penghasil flavor spesifik. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada,  Supriyadi mengatakan, "Inilah 4 primadona rempah Indonesia: cengkeh, pala, kayu manis, kemudian lada." Ada beberapa bagian tanaman Indonesia yang digunakan sebagai rempah-rempah diantaranya akar, umbi, daun, kulit batang, bunga, dan buah. Adapun pemanfaatan bumbu bisa dalam bentuk segar, kering, saus, dan oleorosin. Nur ...