Penyimpanan Daging Beku





Daging merupakan bahan baku yang sering digunakan, baik di hotel, restoran, katering, ataupun bisnis jasa boga lainnya. Produk ini kaya akan zat gizi, baik mikro maupun makro. Sayangnya, kandungan gizi daging juga memberikan kondisi yang ideal bagi pertumbuhan mikroba. Oleh sebab itu tidak aneh, jika daging bersifat mudah rusak (perishable). Untuk memperoleh bahan baku baik, daging dalam kondisi sesegar mungkin adalah yang terbaik. Pada saat itu, daging masih tidak terlalu banyak terpapar mikroba. Namun demikian, tentu sangat menyulitkan untuk memperoleh daging segar setiap saat. Biasanya, restoran, katering, atau hotel membeli dalam skala besar untuk digunakan dalam periode waktu tertentu. Penyimpanan dingin adalah solusi yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan daging. Hanya saja, seringkali diperoleh hasil yang tidak sesuai. Daging yang disimpan dingin tetap rusak.

 

Tips Menyimpan Daging :

1. Pilih daging berkualitas baik

2. Pastikan kualitas refrigerator/freezer dalam kondisi prima

3. Rutin mengkalibrasi peralatan, termasuk termometer

4. Jaga kebersihan peralatan, ruang penyimpanan, dan pekerja

5. Jangan membuka tutup lemari penyimpanan dingin/beku

6. Daging yang telah di-thawing jangan dibekukan kembali


Selanjutnya bisa di baca di Majalah Kulinologi Edisi September 2014. 

Artikel Lainnya