Mengenal Casing Sosis



 



Sosis merupakan salah satu olahan daging yang populer di kalangan masyarakat. Karena pengolahannya yang dianggap praktis dan banyak digemari, sosis dapat mudah ditemukan di berbagai cafe, restoran atau pun hidangan catering.

 

Istilah sosis berasal dari kata ‘salsus’ yang berarti diasinkan. Sesuai dengan penamaannya sosis pertama kali dibuat dengan tujuan untuk mengawetkan daging. Awalnya daging yang dicampur dengan garam dimasukkan pada usus hewan dan ternyata daging tersebut dapat bertahan lama. Hingga saat ini pembuatan sosis terus berkembang. Umumnya sosis dibuat dari daging sapi, ayam atau domba yang dicincang halus lalu diberi bumbu kemudian dimasukkan ke dalam casing atau selongsong yang terbuat dari usus hewan atau pembungkus buatan. “Pada awal pembuatan sosis, casing yang digunakan memang berupa natural casing yang terdiri dari sheep casing, pork casing dan beef casing, namun jenis casing yang sedang berkembang saat ini adalah artificial casing,” tutur Diding Darojat, General Manager PT Markaindo Selaras.

 

Di Indonesia jenis casing yang banyak digunakan oleh industri sosis adalah collagen, cellulose dan polyamide casing. Setiap jenis casing tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri. Kelebihan yang dimiliki natural casing. Misalnya, dapat menimbulkan sensasi k’nak bite sehingga menjadi casing terbaik sedangkan kekurangannya harganya yang mahal, ketersediaannya yang terbatas, penanganannya yang rumit serta ketidakseragaman bentuk pada produk sosis yang dihasilkan. “Sedangkan pada artifi cial, casing yang terbuat dari collagen memiliki karakteristik yang mendekati natural casing karena memiliki sensasi k’nak bite serta dapat langsung dimakan (edible), namun bedanya bentuk produk yang dihasilkan seragam, sedangkan kekurangannya harga yang masih relatif mahal. Sedangkan untuk cellulose dan polyamide casing memiliki kelebihan dari segi harga yang lebih murah, namun tidak bisa langsung dimakan (non edible),” ungkap Diding. Polyamide casing pun memiliki kelebihan lain, yakni pori¬-porinya lebih kecil dari cellulose casing sehingga produk sosisnya akan lebih awet.

 

Selanjutnya bisa di baca di Majalah Kulinologi Edisi September 2014. 

Artikel Lainnya

  • Jan 24, 2019

    Tips Bertahan dalam Bisnis Kuliner

    Bisnis kuliner memang menjadi bisnis yang menjanjikan, terlebih lagi kuliner dewasa ini sudah menjadi gaya hidup. Meskipun menjadi bisnis yang amat menjanjikan, bukan berarti tidak ada kendala dan tantangan. Bisnis kuliner tak hanya soal membuat pelanggan datang, namun juga membuat pelanggan datang kembali. Selain kenyamanan tempat, makanan dan minuman yang disuguhkan juga harus memuaskan lidah. Hal-hal tersebut adalah sederet tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis kuliner. ...

  • Jan 23, 2019

    Mikroba Penyebab Kerusakan Jus Buah

    Umur simpan jus buah dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pengolahan, peralatan dan mesin pengolahan, pengemasan, serta kondisi penyimpanan. Akan tetapi faktor utama kerusakan jus buah tak lepas dari adanya mikroba penyebab kerusakan. Kandungan zat gizi pada jus buah merupakan tempat hidup yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba, selain itu didukung dengan kadar air yang tinggi dan nilai aktifias air (aw) yang juga tinggi (0,97-1,00). Jenis mikroba umum yang menjadi penyebab kerusakan jus buah yaitu dari golongan bakteri (misalnya E. coli, dan Klebsiella), kapang (misalnya Aspergillus sp.), dan khamir. Bakteri, kapang, dan khamir dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap, toksin, gas, alkohol, busa, lendir, cemaran fisik, perubahan rasa, warna, bentuk dan kekentalan.   ...

  • Jan 22, 2019

    Branding Restoran Masa Kini melalui Teknik Memorable Experience

    Membuat masakan yang enak bukan menjadi satu-satunya modal membangun bisnis resto. Menyajikan makanan terenak sekalipun belum tentu dapat mendatangkan pelanggan yang banyak tanpa strategi pemasaran yang bagus. Strategi pemasaran yang harus dipikirkan oleh resto modern adalah bagaimana menciptakan pengalaman luar biasa yang belum pernah diberikan oleh resto-resto yang sudah ada sebelumnya. ...

  • Jan 21, 2019

    Membuat Roti dengan Teknik Sourdough

    Metode sourdough juga dikenal dengan metode biang, merupakan teknik lawas yang digunakan untuk membuat adonan roti jauh sebelum ditemukannya ragi instan pada tahun 1800-an. Prinsip teknik sourdough adalah membuat adonan biang sebagai starter (seperti starter untuk yoghurt) dan menjadikan biang tersebut sebagai leavening agent dalam adonan roti. Adonan biang tersebut mengandung yeast dan bakteri hidup Lactobacillus yang ditangkap secara alami dari udara dan dari dalam terigu, kemudian dibiakkan secara terus menerus. ...

  • Jan 18, 2019

    Jus VS Buah Segar

    Buah adalah salah satu bahan pangan penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Di dalam buah terkandung sejumlah zat gizi, serat pangan, dan berbagai komponen bioaktif. Terdapat beberapa cara dalam menikmati buah dan sayur. Salah satunya yang cukup populer adalah mengolahnya menjadi jus. ...