Para Chef Profesional Siap Berbagi Ilmu





Menggandeng para chef profesional dari berbagai hospitality di Indonesia, Pekan Cita Rasa (PCR) yang diselenggarakan oleh Institut Franchise Indonesia (IFI) menjadi sebuah acara rutin tahunan yang siap menularkan ilmu tata boga terhadap ratusan siswa dari berbagai tingkatan umur dan pendidikan di kota Jakarta.

Acara ini rencananya akan diselenggarakan selama 5 hari dari, 13 – 17 Oktober 2014 dengan lokasi yang berbeda-beda. Sebenarnya, PCR merupakan tradisi baru pada tahun 1990 di Perancis yang dirancang agar para chef dan profesional di bidang kuliner dapat menularkan semangat mereka kepada anak-anak usia dini. Kemudian IFI mengadaptasinya ke Indonesia, namun dengan tingkatan umur peserta yang berbeda-beda, tidak hanya anak usia dibawah 8 tahun saja.

Dengan tujuan “educating the youngest to taste” sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak mengenai keanekaragaman rasa dari sebuah hidangan. Disebutkan acara ini akan merangkul 19 chef profesional seperti, Gillex Marx dari Amuz Restaurant, Antoine Audran dari Potato Head, Jerome Laurent dari Pullman Jakarta Indonesia, dan Vindex Tengker dari The Darmawangsa.

“Sejak hari pertama sampai hari terakhir, kami akan ke sekolah-sekolah untuk melihat calon-calon chef masa mendatang, chef dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), chef cilik, dengan workshop yang tidak hanya sekedar cooking class biasa,” kata Nabila Hkikat Koordinator PCR.

“Acara ini merupakan pertama kalinya untuk saya, ini merupakan kesempatan bagi para siswa untuk belajar memasak dan mengetahui tekniknya dari para profesional,” jelas chef Julio dari Sriwijaya Restaurant The Darmawangsa. Riska 

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...