Tips Pengendalian Pes dalam Industri Jasa Boga





Pes merupakan ancaman tersendiri dalam penjaminan keamanan pangan di industri jasa boga. Binatang pengganggu ini dapat menambah risiko kontaminasi yang cukup besar. Contohnya tikus yang banyak menjadi masalah besar bagi keamanan pangan. Binatang pengerat ini dapat menjadi carrier bagi bakteri Salmonella, baik melalui kotoran maupun kontak langsung dengan pangan. Selain itu, tikus juga menyebabkan gangguan dengan memakan dan mengotori lingkungan bahan bangunan dan bahan baku; memakan atau menggorogoti bungkus, plastik, kertas dan barang lainnya; merusak peralatan pengolahan; menimbulkan rasa jijik bagi calon konsumen; serta mencemari produk dan bisa menjadi sumber penyakit (Hariyadi, RD. dan Purwiyatno H., 2011).

 

Ratih Dewanti-Hariyadi dan Purwiyatno Hariyadi (2011) memberikan beberapa tips dalam mengendalikan tikus dan pes lainnya dalam industri jasa boga. Berikut beberapa diantaranya:

  1. Menjaga kebersihan pekarangan di sekitar tempat produksi, gudang, dan fasilitas lainnya. Termasuk memotong rumput dan gulma secara teratur.
  2. Jangan menimbun barang-barang atau peralatan sembarangan. Hendaknya diatur dan disusun dengan baik.
  3. Bersihkan ruang pengolahan dan gudang secara teratur, termasuk ke daerah tersembunyi dan susah terjangkau.
  4. Bersihkan tempat sampah dan jangan sampai tercecer. Tempat sampah hendaknya ditutup dengan rapat.
  5. bangunan dan fondasi didesain sedemikian rupa agar tikus tidak mempunyai kesempatan masuk ke dalam bangunan.
  6. Pintu masuk dan tempat keluar masuk barang harus dilengkapi penghalang khusus, sehingga tikus dan binatang pengganggu lainnya tidak dapat masuk.
  7. sebaiknya dilengkapi dengan kawat kasa, sehingga dapat menjadi penghalang bagi burung, lalat, nyamuk, dan lainnya.
  8. Tutup sedemikian rupa semua lubang yang memungkinkan tikus, nyamuk, atau hewan pengganggu lainnya untuk masuk.
  9. Jika dianggap perlu, di sekitar bangunan bisa disiapkan perangkap tikus.
  10.  Jika gangguan pes sudah sedemikian rupa beratnya, berarti sistem good restaurant practises yang diterapkan tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu harus dievaluasi. Dan pes harus segera ditangani serius. Keberadaan pes tidak bisa dianggap ringan, sebab dapat menimbulkan dampak yang sangat merugikan. Industri jasa boga harus memberikan perhatian serius dalam pest control management. K09.

Artikel Lainnya

  • Okt 06, 2018

    Tren Specialty Tea Indonesia

    Specialty tea merupakan teh berkualitas tinggi yang dibuat dari pucuk muda tanaman teh....

  • Okt 06, 2018

    Menu Engineering dalam Bisnis Waralaba

    Menjalankan waralaba tentu diperlukan beberapa aspek yang menyertai....

  • Okt 04, 2018

    Konsep Baru Industri Horeka Indonesia

    Perkembangan industri jasa boga saat ini semakin intensif di Indonesia....

  • Okt 01, 2018

    Pameran Bisnis Waralaba & Kafe Terbesar di tahun 2018

    Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan. Kopi Indonesia banyak digemari dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu cara modern untuk menikmati kopi adalah dengan datang ke kafe. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7% pertahun. Melihat hal tersebut, tidak mengherankan apabila perkembangan bisnis kafe di Indonesia begitu menjanjikan. Kafe kini bukan hanya sebagai tempat untuk menikmati kopi namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. ...

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...