Resto Perancis tidak Selalu Fine Dining





Menyuguhkan suasana lain dari sebuah resto Perancis adalah konsep utama yang berhasil dibangun oleh Restoran Boka Buka Resto. Sejak berdiri pada tahun 2002, Boka Buka berhasil mempertahankan eksistensinya dengan menawarkan menu ala Perancis ‘rumahan’. Resto ini dikelola oleh 3 wanita yang ketiganya bersaudara, diantaranya Tiara Kusuma Budiendra, Sandria Kirana Budiendra, dan Ratria Perwitasari Budiendra.  “Biasanya, resto Perancis identik dengan fine dining dan mahal, tapi di Boka Buka kami menawarkan hidangan Perancis klasik disajikan ala rumahan, dengan harapan setiap orang yang datang dapat menikmati hidangan seperti di rumah sendiri,”Jelas Sandria.

“Kami sudah memiliki 2 outlet, yang pertama di Jln. Cipete Raya dan yang kedua di Food Street Pondok Indah Mall (PIM). Outlet yang pertama pengunjungnya lebih banyak ekspatriat karena berada kawasan ekspatriat dan konsep dari restonya lebih klasik. Sedangkan, yang di Food Street PIM konsepnya lebih santai tetapi tetap klasik sehingga diharapkan pengunjungnya lebih banyak warga Jakarta itu sendiri dan anak muda,”kata Tiara.

 “Menu yang ditawarkan adalah menu klasik Perancis, dengan rasa yang sedikit disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Resepnya dibuat sendiri oleh Chef terdahulu yang memang asli orang Perancis. Seperti, garlic butter dan Escargot de Bourgogne yang merupakan menu andalan kami. Rasa dari menu tersebut ala Boka-Buka yang tidak akan ditemukan di tempat lain,”jelas Sandria.

Periode penambahan dan pergantian menu juga dilakukan setiap satu bulan sekali, dan seasonal. Dari menu yang ditambahkan akan diulas penjualannya, jika penjualan bagus akan ada penambahan jangka waktu, hal tersebut yang diungkapkan oleh Sandria. “Untuk saat ini, kami hanya ada promo weekdays, dengan membayar Rp.95.000 pengunjung mendapat satu set menu, mulai dari hidangan pembuka, utama, hingga hidangan penutup,”jelasnya.

Kontrol kualitas bahan makanan pada resto Boka Buka dilakukan secara dua lapis dan juga memberlakukan sistem First in First Out (FIFO) hal tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan Boka Buka untuk menjaga keamanan pangan pada resto. “Pertama, bahan makanan yang datang dari supplier masuk di central kitchen (resto Boka Buka di Cipete Raya, red.) kemudian dilakukan pengecekan kualitas dan jumlah bahan yang dipesan, jika tidak sesuai maka kami akan mengembalikannya lagi, setelah itu baru dikirim ke otlet kedua sesuai dengan permintaan dan kebutuhan, sampai disana di cek kembali.”jelas Sandria.

Selain itu, sandria juga menjelaskan bahwa setiap minggunya selalu dilakukan remind training, “Setiap karyawan dapur  dites kembali mengenai SOP, sejauh mana mereka mengingat dan memahami peraturan yang berlaku. Untuk menjaga higienitas didapur, karyawan dapur dituntut untuk menjaga kebersihan area dan juga personil. Kami juga mengganti alat-alat masak yang sudah tidak layak pakai,”ungkapnya.

“Sebenarnya ada dua hal yang membuat konsumen datang kembali ke sebuah resto yaitu, pelayanan dan kualitas makanan. Sebagai pemilik resto atau pengelola sebuah resto, disamping menyajikan hidangan yang lezat, kita harus mampu menciptakan suasana nyaman pada para pengunjung, hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial, kemudian good word of mouth akan datang dengan sendirinya dan hal tersebut adalah senjata paling ampuh untuk memasarkan produk yang kita jual,”tutup Ratria. Riska

Artikel Lainnya

  • Ags 02, 2019

    Bahan Pangan Pembentuk Rasa Umami

    Awalnya, manusia hanya mengenal empat rasa dasar, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Namun sejak seratus tahun yang lalu telah ditemukan komponen rasa dasar kelima, yakni umami. Untuk lebih mempermudah mendeskripsikan rasa umami, sering digunakan istilah ‘gurih’. Keberadaan umami sangat penting dalam menciptakan rasa yang enak. ...

  • Ags 02, 2019

    Peluang Bisnis Pasta di Industri Kuliner Indonesia

    Tren kuliner sangat mudah masuk dan berkembang dari satu negara ke negara lain akibat banyak faktor, salah satunya pertukaran budaya. Semakin berkembangnya dunia kuliner juga menjadikan para pelaku industri ini saling berlomba-lomba menghadirkan inovasi dari tren-tren yang ada. Menggabungkan masakan dari luar negeri dengan bahan-bahan khas negeri sendiri sudah banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu masakan khas negara lain yang dipadu-padankan dengan ingridien khas nusantara ialah olahan pasta.    Terdapat berbagai macam olahan pasta, seperti lasagna, fettucine, makaroni keju, dan spagheti. Meskipun olahan pasta ini disukai hampir semua golongan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, namun masih jarang pelaku bisnis kuliner menengah ke bawah yang menyediakan menu pasta.    “Olahan pasta di kalangan masyarakat kita dianggap sebagai masakan yang mewah, mahal, pembuatannya ribet, sehingga minim penjual. Padahal kenyataannya, pembuatan olahan pasta cukup mudah, harga bahan-bahannya juga cukup terjangkau dan pastinya mudah didapatkan. Selain itu, olahan pasta bisa disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia dengan menambah bahan-bahan yang kita punya, seperti spagheti rasa kari dan rendang, makaroni tuna, dan sebagainya,” terang Pasta Expert, Chef Ade Rachmat dalam Pelatihan Usaha Kuliner Pasta yang diselenggarakan oleh Indofood, bertempat di Bogor pada 1 Agustus 2019.   Pelatihan Usaha Kuliner Pasta ini sudah diadakan sejak 1 Juli lalu dan berakhir pada hari ini (1/8), dengan menghadirkan 34 peserta yang bergerak dalam bidang kuliner untuk mengikuti pelatihan memasak olahan pasta secara gratis.    Meskipun terbilang cukup mudah, namun ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam mengolah pasta. “Terdapat beberapa hal penting dalam mengolah pasta agar menjadi olahan yang istimewa, antara lain cara memasak, tingkat kematangan, proses penirisan, penyimpanan pasta kering, dan penyimpanan pasta matang harus diperhatikan. Selain itu, pilih bahan-bahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan biaya, namun tentunya tidak boleh mengesampingkan kualitas. Bahan-bahan yang dirasa cukup mahal bisa disubtitusi dengan bahan lain yang memiliki funsgi sama namun lebih terjangkau,” jelas Ade. KI-37 ...

  • Ags 01, 2019

    Tips Menurunkan Penggunaan Garam

    Penggunaan garam secara berlebihan berpotensi mendatangkan beberapa penyakit seperti hipertensi dan penyakit jantung.  Pembatasan asupan garam tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tip yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan garam dalam masakan, di antaranya: i) memodifikasi penggunaan garam dapur, menggunakan bumbu dan rempah-rempah seperti seledri, daun bawang, daun salam, untuk meningkatkan cita rasa masakan tanpa harus menambah garam; ...

  • Jul 31, 2019

    Cara Bijak Mengonsumsi dan Menyiapkan Menu Berbasis Daging

    Mengonsumsi daging diusahakan tidak setiap hari untuk menghindari penumpukan lemak jenuh dan kolesterol di dalam tubuh. Konsumsi daging harus diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan. Konsumsi daging sebaikya berganti-ganti antara daging sapi dan ayam (unggas). Sebagian ahli mengatakan daging putih lebih sehat daripada daging merah. Daging yang dimasak secara matang lebih mudah dicerna dibandingkan daging setengah matang.   ...

  • Jul 30, 2019

    Ragam Kondimen Pendamping Masakan Daging

    Selain bumbu yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu masakan, juga terdapat bahan-bahan yang menjadikan masakan tersebut kurang lengkap jika tidak menggunakannya. Bahan-bahan tersebut ialah kondimen, yang merupakan bahan makanan yang berjumlah sedikit dan berfungsi sebagai pelengkap maupun penyerta hidangan. ...