Evaporated Milk as Coconut Milk Subtitute





Di pasaran susu dijual dengan berbagai tipe, mulai dari susu segar, susu pasteurisasi, susu UHT, susu kental manis, hingga susu bubuk yang dapat dengan mudah ditemukan. Begitu juga dengan produk olahan susu, seperti keju, krim dan butter tak jarang ditemukan di berbagai pasar swalayan. Sederetan jenis susu diatas sudah tidak asing lagi, tapi apakah pernah mendengar atau menggunakan susu evaporasi?

 

Menurut kategori pangan BPOM RI pengertian susu evaporasi dibagi menjadi tiga jenis, yakni susu evaporasi, susu skim evaporasi dan susu isi evaporasi (evaporated filled milk). Susu evaporasi dapat diartikan sebagai produk susu cair yang diperoleh dengan cara menghilangkan sebagian air dari susu segar atau susu rekonstitusi atau susu rekombinasi, dengan menggunakan proses evaporasi hingga diperoleh tingkat kepekatan tertentu dengan persyaratan minimum kadar lemak susu tidak kurang dari 7,5% dan total padatan tidak kurang dari 25%.

Susu skim evaporasi diartikan sebagai produk susu cair yang diperoleh dengan cara menghilangkan sebagian air dari susu skim atau susu skim hasil rekonstitusi, dengan menggunakan proses evaporasi sehingga diperoleh tingkat kepekatan tertentu, kadar lemak susu tidak lebih dari 0,5% dan total padatan tidak kurang dari 20%. Kemudian susu isi evaporasi (evaporated filled milk) didefinisikan sebagai produk susu berbentuk cair yang diperoleh dengan cara menghilangkan sebagian air dari susu isi atau susu isi hasil rekonstitusi (dengan pencampuran komponen-komponen susu isi : skim, lemak nabati dan sebagainya) hingga diperoleh kepekatan tertentu, persyaratan minimumnya adalah kadar lemak susu tidak kurang dari 7,5% dan total padatan tidak kurang dari 25%.

Selanjutnya dapat anda baca di Majalah Kulinologi Indonesia edisi Juli “Menjaga Kepuasan Pelanggan Saat Berpuasa”. Kiki 

Artikel Lainnya

  • Mei 23, 2019

    Prinsip-Prinsip Dasar dalam Menjamin Keamanan Pangan

    Prinsip dasar kebersihan makanan untuk menjamin kemanan pangan yang perlu disiapkan oleh produsen antara lain sebagai berikut. Pilih resep makanan dengan seksama Saat memilih menu produk yang akan dijual, perlu mengetahui beberapa kualitas dan komposisi bahan yang digunakan. Beberapa produk pangan dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa konsumen. Oleh karena itu perlu diberikan informasi yang cukup pada label pangan. Selain itu juga menu yang disajikan diharapkan dapat memberikan asupan gizi dalam jumlah yang tepat. ...

  • Mei 22, 2019

    Asupan Zat Gizi agar Tubuh Tetap Bugar

    Pada prinsipnya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka harus lengkap, mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Sebenarnya, kunci asupan gizi seimbang dicerminkan oleh beragam makanan yang kita konsumsi baik di saat buka maupun sahur, dan empat sehat lima sempurna merupakan cermin keberagaman makanan meski kini sudah ada acuan yang lebih lengkap, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. ...

  • Mei 21, 2019

    Menyusun Menu yang Baik selama Bulan Ramadan

    Buah kurma, pisang, pepaya, mangga, melon, semangka, kiwi, apel, air kelapa, dan jenis buah-buahan dengan kandungan air tinggi lainnya sangat ideal sebagai menu takjil atau menu yang disegerakan untuk berbuka puasa. Sebisa mungkin mengontrol penggunaan gula pasir dalam menu puasa, karena bila berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Selain itu penting untuk diperhatikan adalah konsumsi air putih, usahakan dari saat buka puasa sampai saat sebelum tidur minimal minum satu liter air atau sesuai kebutuhan. ...

  • Mei 20, 2019

    Panduan Sederhana Mengonsumsi Protein Nabati

    Anggapan bahwa protein nabati tidak lebih baik dari protein hewani adalah pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Meskipun beberapa komoditas menunjukkan kekurangan dalam komponen asam aminonya, namun banyak jalan yang bisa ditempuh untuk membuatnya setara dengan komponen protein hewani. ...

  • Mei 17, 2019

    Benarkah Protein Nabati Tidak Lengkap?

    Mutu protein bahan pangan salah satunya ditentukan oleh jenis dan proporsi asam amino yang di kandungnya. Setidaknya, terdapat 20 jenis asam amino yang terdiri dari sembilan asam amino esensial dan 11 asam amino non-esensial. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh, sedangkan asam amino esensial  merupakan asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dan didapat dari sumber pangan. ...