Kandungan Marbling Tentukan Kelembutan Daging Wagyu



Sebagai salah satu produsen daging sapi terbesar di dunia, Australia terkenal dengan berbagai jenis produknya seperti grass fed beef, grain fed beef dan wagyu beef. Australia adalah negara eksportir terbesar untuk daging merah dan ternak dengan mengekspor 65% dari total daging sapi dan 39% dari total daging domba muda ke lebih dari 100 negara. Untuk menjaga standard kualitas produk yang tinggi, industri daging sapi dan domba Australia dan semua elemen pemerintahannya telah bekerjasama untuk membangun standard dan sistem yang ketat. Sehingga dihasilkan produk yang bersertifikat Halal dan bebas dari penyakit hewan.

Meat & Livestock Australia bekerjasama dengan PT Global Pratama Wijaya mengadakan  acara “Australian Wagyu: The Best of Beef” di ENERGY Cafe Jakarta pada akhir Juni lalu, yang bertujuan untuk memperkenalkan kualitas daging sapi Wagyu asal Australia, dan juga produk daging merah premium lainnya dari Australia. Selain itu juga, untuk mengedukasi para konsumen, khususnya penikmat daging sapi Australia, tentang apa itu wagyu dan macam-macam jenisnya. PT Global Pratama Wijaya selaku importir membawakan beberapa brand ternama daging sapi wagyu asal Australia, disertai juga dengan cooking demo oleh Chef Stefu Santoso dengan menu: Pan-roasted Wagyu Beef Raz el Hanout in Tortilla Wrapped dan Wagyu Beef Raz el Hanout Salad with Tomato, Onion and Lime Dressing

Daging wagyu pada umumnya memiliki ciri khas, yaitu memiliki kandungan marbling & tingginya kandungan marbling  tersebut memberikan sensasi kelembapan & kelembutan yang ‘meleleh’ di mulut serta memiliki cita rasa yang menetap di mulut secara intens. Marbling adalah tekstur lemak halus di dalam jaringan otot (daging), lemak ini dihasilkan dari kombinasi antara genetik asli sapi dan pola pemberian pakan. Marbling lemak ini sendiri memperkuat flavor, keempukan dan jus daging.   

Daging wagyu Australia sendiri memiliki berbagai jenis variasi, tergantung dari berapa lama pemberian pakannya, jenis biji-bijian dalam pakan, usia ternak dan juga dari jenis bibit ternaknya (wagyu murni, persilangan wagyu dengan black angus, holstein, dll). Selain itu, semakin lama ternak diberi pakan biji-bijian, semakin tinggi juga tingkat marblingnya. Seperti pada Tajima Wagyu, sapi Holstein diberi pakan biji-bijian selama minimal 500 hari, sehingga menghasilkan daging wagyu marbling  9+. Sementara itu, ada juga John Dee Black Angus yang dihasilkan dari sapi black angus yang diberi pakan biji-bijian selama minimal 150 hari sehingga menghasilkan daging black angus yang tinggi kualitasnya.

Sebelum wagyu memasuki pasar Australia, sistem grading marble wagyu Australia adalah 1-6, dengan jenis ternak Australia yang terbaik termasuk Angus, rata-rata sekitar 2. Sejak wagyu diperkenalkan di Australia, sistem grading Australia meningkat menjadi 9. Saat ini wagyu yang murni semakin sering diberi nilai 9+ dan lebih. K-15

Artikel Lainnya

  • Jul 24, 2018

    Tren Keju dalam Produk Pangan Indonesia

    Tren keju seakan tidak pernah ada habisnya. Meskipun bukan produk dan ingridien asli Indonesia, tetapi masyarakat Indonesia sangat akrab dengan cita rasa keju di berbagai produk pangan. Meningkatnya animo pasar dengan keju ini tentu harus disambut dengan inovasi produk pangan yang inovatif.  ...

  • Jul 24, 2018

    Jaminan Kualitas Daging Kurban di Momen Hari Raya Idul Adha

    Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momen penting bagi umat muslim. Pada hari tersebut dilaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai suatu rangkaian ibadah. Di Indonesia, proses penyembelihan hewan kurban masih memerlukan banyak perbaikan karena kriteria hewan sembelihan kurban lebih tinggi daripada hewan sembelihan di hari-hari yang lain. Diperlukan proses penatalaksanaan yang baik mulai dari sejak sebelum hewan disembelih hingga daging sembelihan didistribusikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya....

  • Jul 16, 2018

    Promosi Hotel, Restoran dan Katering Indonesia dengan Kopi

    Keberhasilan Pameran Hotelex yang telah diselenggarakan di sepuluh negara Asia menjadi salah satu alasan kuat PT Pamerindo Indonesia untuk mengadakan Pameran Hotelex Indonesia pada 18-20 Juli 2018 mendatang di Jakarta International Expo. "Pameran ini merupakan pameran business to business. Kami harapkan Pameran Hotelex Indonesia akan dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung yang merupakan para pelaku industri hotel, restoran dan katering," tutur Project Director PT Pamerindo Indonesia, Wiwik Roberto dalam konferensi pers Hotelex Indonesia di Jakarta pada 6 Juli 2018. ...

  • Jun 29, 2018

    Tepat Menggunakan Rempah

    Berbagai rempah memiliki variasi komponen kimiawi yang berperan dalam pembentukan profil flavornya....

  • Jun 28, 2018

    Manfaat Rempah Bagi Kesehatan

    Berbagai rempah dan bumbu dapur yang selama ini dekat dengan...