Sahur dan Berbuka dengan Yoghurt, Tak Masalah





Bulan puasa tinggal menghitung hari. Ibadah wajib selama sebulan bagi umat muslim ini sangat penting. Selain karena hikmahnya, manfaat berpuasa juga tak terkira. Prof. Hardinsyah dari Departemen Gizi Manusia, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dalam acara media gathering bertajuk “Puasa Sehat Bersama Yoghurt” yang diselenggarakan oleh Cimory di Bogor (18/6/2014) menyebutkan bahwa, berpuasa merupakan salah satu proses detoksifikasi. “Selama satu bulan dalam satu tahun, tubuh melakukan proses cleansing atau detoksifikasi. Saat puasa, tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, saat itulah tubuh terutama sel pencernaan melakukan proses pembersihan. Proses detoksifikasi ini akan optimal jika asupan saat sahur dan berbuka juga dijaga,” jelas Prof. Hardinsyah.

 

 

Menurut Prof. Hardinsyah, menu sahur dan berbuka harus diatur dan tertib. Penuhi konsep gizi seimbang, agar tubuh tetap fit dan aktivitas berjalan lancar. Disarankan menu sahur dan berbuka tidak hanya mengenyangkan tetapi juga padat gizi. Yoghurt bisa menjadi pilihan menu pelengkap gizi saat sahur maupun berbuka. salah satu minuman padat gizi yang disarankan untuk menu berbuka adalah selain susu adalah yoghurt drink. Mengonsumsi minuman yoghurt dapat memberikan manfaat kesehatan, yakni dapat melancarkan pencernaan, dapat memaksimalkan penyerapan sari-sari makanan, serta dapat menjaga imunitas. Farrel Sutantio, Director PT Cisarua Mountain Dairy mengatakan, “yogurt drink kepunyaan Cimory yang mengandung bebagai vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B12, D, E, mineral dan jenis bakteri asam laktat Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus  yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran cerna dan dapat menjaga keseimbangan asupan gizi tubuh.” Karena terbuat dari 100% susu segar, yoghurt drink ini tak masalah jika dikonsumsi 2 botol sehari. Yoghurt dapat dikreasikan menjadi  pendamping berbagai hidangan berbuka, seperti misalnya dicampurkan dengan sop buah atau kelapa muda. Yoghurt drink juga dapat ditambahkan pada kolak sebagai pengganti santan. ItaBulan puasa tinggal menghitung hari. Ibadah wajib selama sebulan bagi umat muslim ini sangat penting. Selain karena hikmahnya, manfaat berpuasa juga tak terkira. Prof. Hardinsyah dari Departemen Gizi Manusia, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dalam acara media gathering bertajuk “Puasa Sehat Bersama Yoghurt” yang diselenggarakan oleh Cimory di Bogor (18/6/2014) menyebutkan bahwa, berpuasa merupakan salah satu proses detoksifikasi. “Selama satu bulan dalam satu tahun, tubuh melakukan proses cleansing atau detoksifikasi. Saat puasa, tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, saat itulah tubuh terutama sel pencernaan melakukan proses pembersihan. Proses detoksifikasi ini akan optimal jika asupan saat sahur dan berbuka juga dijaga,” jelas Prof. Hardinsyah.

Menurut Prof. Hardinsyah, menu sahur dan berbuka harus diatur dan tertib. Penuhi konsep gizi seimbang, agar tubuh tetap fit dan aktivitas berjalan lancar. Disarankan menu sahur dan berbuka tidak hanya mengenyangkan tetapi juga padat gizi. Yoghurt bisa menjadi pilihan menu pelengkap gizi saat sahur maupun berbuka. salah satu minuman padat gizi yang disarankan untuk menu berbuka adalah selain susu adalah yoghurt drink. Mengonsumsi minuman yoghurt dapat memberikan manfaat kesehatan, yakni dapat melancarkan pencernaan, dapat memaksimalkan penyerapan sari-sari makanan, serta dapat menjaga imunitas. Farrel Sutantio, Director PT Cisarua Mountain Dairy mengatakan, “yogurt drink kepunyaan Cimory yang mengandung bebagai vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B12, D, E, mineral dan jenis bakteri asam laktat Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus  yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran cerna dan dapat menjaga keseimbangan asupan gizi tubuh.” Karena terbuat dari 100% susu segar, yoghurt drink ini tak masalah jika dikonsumsi 2 botol sehari. Yoghurt dapat dikreasikan menjadi  pendamping berbagai hidangan berbuka, seperti misalnya dicampurkan dengan sop buah atau kelapa muda. Yoghurt drink juga dapat ditambahkan pada kolak sebagai pengganti santan. Ita

Artikel Lainnya

  • Jun 26, 2019

    Efek Konsumsi Lemak Trans terhadap Kesehatan

    Lemak trans ialah semua isomer geometrik dari asam lemak tidak jenuh tunggal dan asam lemak tidak jenuh jamak yang tidak terkonjugasi, dipengaruhi setidaknya oleh satu kelompok metilen, dengan ikatan rangkap karbon-karbon dalam konfiurasi trans. Lemak trans ini dapat terbentuk secara alami dalam bahan pangan serta selama proses pengolahan pangan pada temperatur yang sangat tinggi (proses deodorisasi dan penggorengan) dan melalui reaksi hidrogenasi. ...

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...