Sekolah Kuliner, 90% Lebih banyak Praktek





Seiring dengan perkembangan kuliner di Indonesia, minat terhadap akademi dengan latar pendidikan kuliner juga semakin tinggi, namun di Indonesia sendiri belum banyak akademi dengan latar pendidikan kuliner. Hal ini yang mendorong Institut Francais Indonesia (IFI) untuk memperkenalkan salah satu sekolah kuliner asal Perancis yang juga terdapat dibeberapa Negara lainnya seperti Malaysia, Thailand,  Australia, dan Jepang, yaitu Le Cordon Bleu (LCB) pada Sabtu (17/5) lalu di Oh La La Mension, Jakarta.

 

Le Cordon Bleu yang telah berdiri sejak 1895 dikenal sebagai sekolah yang memiliki kualifikasi Internasional. Terdapat 2 program yang selalu ada diberbagai Negara yaitu, Diplome Cuisine dan Diplome Pattiserie, masing-masing dari program tersebut berlangsung selama 9 bulan dan dibagi menjadi 3 tahapan yakni, Basic, Intermediate, dan Superior.  Menurut Ming Rathswohl Ho selaku General Manager Le Cordon Bleu Malaysia, bagi seseorang yang ingin belajar di akademi tersebut tidak harus bisa memasak atau memiliki latar belakang kuliner, sehingga siapa saja yang memiliki minat belajar cuisine atau pattiserie bisa mendaftar di Le Cordon Bleu.

“Setiap siswa belajar selama 9 bulan, 3 bulan Basic, 3 bulan Intermediate, dan 3 bulan Superior. Mereka diajarkan dari dasar. Di LCB 90% praktek, setelah para Chef demo masak , para siswa kemudian langsung mempraktekannya,” kata Ming. Mariani selaku Marketing Manager menambahkan teknik-teknik dasar dari Perancis juga diajarkan pada tahap Basic dan pada tahap ini siswa menggunakan metode manual, misalnya dalam pembuatan roti, adonan dibuat tidak menggunakan mesin melainkan tangan. Hal ini dilakukan agar siswa tidak ketergantungan dengan mesin, dan lebih memahami tekstur yang baik pada adonan tersebut.

Setiap harinya para siswa belajar 3-4 resep hidangan sehingga dapat dipastikan mereka akan menguasai berbagai macam resep baik cuisine atau pattiserie sesuai dengan jurusan yang diambil, “Para siswa yang belajar sudah siap kerja, mereka dibentuk menjadi seorang profesional. Bisa bekerja di hotel berbintang, restoran, bahkan membuka restoran atau toko kue sendiri,” jelas Thierry Lerallu, Pastry Chef Instructor-Head Le Cordon Bleu Malaysia.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak lulusan dari Le Cordon Bleu ataupun yang saat ini sedang belajar di akademi tersebut. “Selama 3-4 tahun ini kuliner sedang berkembang pesat, kemunculan chef-chef di layar televisi tentu meningkatkan keinginan seseorang untuk belajar menjadi seorang chef. Oleh sebab itu, setiap tahunnya permintaan untuk belajar di sekolah ini selalu meningkat,” tutup Mariana. Riska

Artikel Lainnya