Sekilas Cerita Mengenai Java Coffee





Kopi di Indonesia sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, tidak hanya kopi! Kopi yang pernah menjadi kopi terbaik dunia pada ratusan tahun yang lalu pun berasal dari Indonesia. Sejarah kopi ini dimulai dari permintaan kopi dari pasar Eropa yang terus meningkat setiap harinya, Belanda yang saat itu menguasai Indonesia pada tahun 1696 mengambil Coffea Arabica (kopi arabika) dari pantai Malabar-India untuk ditanam di Pulau Jawa tetapi gagal. Kemudian pada tahun 1699, benih-benih tersebut ditanam kembali di sekitar Kampung Melayu, Bidara Cina, Jatinegara dan Sudimara yang kemudian dibawa ke Amsterdam untuk diteliti. Pada tahun 1707, benih tersebut disebar ke seluruh kebun botani ternama di Eropa, termasuk dikirim kepada raja Perancis, Louis XIV karena biji kopi tersebut memiliki kualitas tinggi.

 

Pada tahun yang sama, Gubernur Jenderal VOC Williem Van Outsborn melibatkan bupati Priangan untuk budidaya tanaman kopi di pulau Jawa, hal ini yang menjadi titik awal dimana Coffea Arabica ditanam dengan skala besar dan juga melibatkan penduduk pribumi. Kemudian, kopi dari pulau jawa ini berhasil meraih harga tertinggi pada pelelangan yang diadakan di Balai Lelang Amsterdam pada tahun 1711. Perkembangan kopi ini terus melaju sehingga pada tahun 1723 tumbuh lebih dari satu juta pohon kopi di wilayah Priangan Barat, terutama di kabupaten Cianjur. Kopi tersebut banyak dijual di pasar Eropa dan populer dengan nama Java Coffee. Sebanyak 2.145 ton kopi jawa berhasil mendominasi pasar di Amsterdam dan hanya 277 ton yang berasal dari Mocha. Hal ini memperjelas bahwa sebanyak 90% kopi yang berasal dari Jawa yang ada di pasar Amsterdam.

Cerita kejayaan Java Coffee tersebut masih terus melaju, pada tahun 1840 tumbuh sekitar 330 juta pohon kopi yang mengakibatkan 2x lipat produksi dan ekspor dan pada tahun 1845 sekitar 27% kopi yang beredar di pasar dunia berasal dari perkebunan kopi di pulau Jawa dan menempatkan pulau Jawa sebagai eksportir besar kopi dunia bersama dengan Brazil dan Ceylon.

Tetapi kejayaan tersebut mulai runtuh, salah satunya disebabkan oleh serangan jamur karat daun Hemileia Vastatrix yang menghancurkan perkebunan kopi dipulau Jawa, membuat produk Java Coffee sempat menghilang di pasar dunia. Hal tersebut dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk melakukan kecurangan perdagangan.

Masih banyak cerita menarik mengenai Java Coffee yang pernah menjadi primadona kopi dari bangsa ini. Seluruh cerita tersebut, terangkum dalam buku “The Road To Java Coffee” yang ditulis oleh Prawoto Indarto. Riska

Artikel Lainnya

  • Sep 22, 2018

    Sehat Tidak Selalu Tidak Enak

    Paradigma terhadap makanan yang menyehatkan masih erat dengan rasa yang tidak enak dan tidak menarik untuk dikonsumsi. Guna mendobrak paradigma tersebut, diperlukan usaha dari para pelaku kepentingan seperti praktisi kesehatan, pelaku kuliner, dan juga konsumen sebagai target utama mengubah paradigma tersebut. ...

  • Sep 20, 2018

    Keamanan Pengemas Jajanan dan Makanan Cepat Saji

    Penggunaan kemasan adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya cemaran pada produk olahan pangan. Selain berfungsi sebagai pelindung, kemasan juga berperan sebagai media untuk promosi. Kemasan dapat mempengaruhi berbagai aspek pada pangan seperti nilai jual, estetika, dan keamanan pangan. Makin kompleks suatu kemasan, maka nilai tambah produk pangan juga akan dapat meningkat. Konsumen cenderung memilih kemasan yang menarik dan mampu menunjukkan mutu produk pangan. ...

  • Sep 17, 2018

    Apa itu Gaya Hidup Ketofastosis?

    Diet ketogenik merupakan salah satu tren diet yang cukup populer di Indonesia. Prinsip diet ini ada pada pengaturan pola makanan harian untuk mencapai kondisi ketosis. Diet ini dipandang efektif untuk penurunan berat badan. Saat ini, diet ketogenik dikombinasikan dengan puasa pada kondisi ketosis dengan tujuan mempertahankan metabolisme lemak yang optimal sehingga disebut dengan ketofastosis....

  • Sep 14, 2018

    Kemeriahan Lomba Cipta Menu Berbahan Lokal

    Crafting Special Recipe (CRISPY) Competition merupakan lomba cipta menu dan masak dengan menggunakan bahan pangan lokal. CRISPY tahun 2018 mengangkat tema “Kreasi olahan cemilan sehat untuk keluarga : one bite size” dan menggunakan buah sukun sebagai bahan dasar utama.  Acara yang berlangsung pada 9 September 2018 lalu di Kampus IPB Dramaga tersebut diikuti oleh 24 tim peserta dari masyarakat umum dan berbagai instansi, di antaranya adalah Stikes Mitra Keluarga, UPN Jakarta, Poltekkes Jakarta II, UHAMKA, Bhi, Poltekkes Kemenkes Bandung, Universitas Negeri Jakarta, STP Bogor, Akpar Pertiwi, Universitas Djuanda, Universitas Ibnu Khaldun, Bina Sarana Informatika, Sekolah Vokasi IPB, dan IPB. ...

  • Ags 30, 2018

    Efektifitas Rantai Pasok untuk Peningkatan Kualitas Susu Segar

    Susu merupakan salah satu produk industri peternakan yang potensial di Indonesia. Sebagian besar (98%) susu di Indonesia diproduksi di Pulau Jawa yang berasal dari peternakan rakyat. Terdapat tiga permasalahan utama terkait produksi susu di Indonesia yaitu kurangnya pengetahuan peternak tentang penanganan susu, lahan peternakan dan skala kepemilikan, serta persoalan regenerasi....