Keuntungan dan Kelemahan Minyak Tak Jenuh Sebagai Ingridien Kuliner





Minyak merupakan satu jenis bahan yang dibutuhkan untuk rumah tangga dan industri kuliner. Minyak juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Minyak memberikan energi kepada tubuh sebesar 9 kkal, jauh lebih besar dibandingkan karbohidrat dan protein. Selama ini terdapat kontroversi mengenai peran makanan berminyak atau berlemak serta kolesterol terhadap risiko penyakit jantung. Padahal tidak semua jenis makanan berminyak berperan meningkatkan kolesterol dan resiko penyakit jantung, tergantung jenis minyak yang digunakan atau ditambahkan.

 

Minyak atau lemak merupakan ester trigliserida dari gliserol yang rantai utamanya mengikat 3 asam lemak. Asam lemak yang berikatan dengan trigliserida pada dasarnya merupakan rantai karbon (C) dengan gugus karboksil (COOH) pada salah satu ujungnya yang dapat bereaksi (berikatan) dengan molekul lain. Ada dua puluh jenis asam lemak yang telah diketahui. Satu jenis minyak tersusun atas campuran asam lemak-asam lemak yang berbeda, dan tidak ada minyak atau lemak yang tersusun atas satu jenis asam lemak. Perbedaan dan proporsi asam lemak-asam lemak tersebut menyebabkan perbedaan sifat masing-masing minyak.

Asam lemak jenuh dan tak jenuh

Ada bermacam-macam asam lemak, yang secara umum dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang rantai hidrokarbonnya tidak memiliki ikatan rangkap, contohnya asam stearat. Asam lemak jenuh bersifat non essensial, dapat disintesis oleh tubuh, padat pada suhu kamar, dan biasanya diperoleh dari sumber zat hewani seperti daging sapi dan susu. Lemak jenuh tidak menyehatkan jantung, karena dapat meningkatkan kolesterol LDL (low density lipoprotein) atau dikenal sebagai kolesterol jahat.

Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak yang rantai hidrokarbonnya memiliki ikatan rangkap. Berbeda dengan asam lemak jenuh, asam lemak tak jenuh bersifat essensial, tidak dapat diproduksi tubuh, berbentuk cair pada suhu kamar dan diperoleh dari sumber nabati. Beberapa jenis asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak essensial seperti asam oleat, linoleat, linolenat dan arachidonat.

Asam lemak tak jenuh dapat dibedakan menjadi asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda. Asam lemak tak jenuh tunggal hanya memiliki satu ikatan rangkap, contohnya asam oleat (C18:1). Asam lemak tak jenuh ganda (poly unsaturated fatty acid, PUFA) omega-3 adalah asam lemak yang memiliki dua atau lebih ikatan rangkap, dengan ikatan rangkap terakhir terletak pada atom karbon ketiga dari ujung metil rantai asam lemak. Asam lemak tak jenuh omega-3 selama ini paling dikenal masyarakat dibandingkan jenis asam lemak tak jenuh lainnya. Contoh asam lemak tak jenuh ganda yang paling banyak ditemui adalah asam alfa linolenat (ALA, 18:3), asam eikosapentaenoik (EPA, 20:5) dan asam dokosaheksaenoik (DHA, 22:6).

Selanjutnya, dapat anda baca di KULINOLOGI INDONESIA Edisi 05 Vol VI “Let’s Fry it Right”. Klik disini 

Artikel Lainnya

  • Mar 21, 2019

    Tepat Menyimpan Produk Bakeri

    Teknik pendinginan merupakan metode yang sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan. Prinsipnya sangat sederhana, yakni menghambat pertumbuhan mikroba. Aplikasi penurunan suhu ini sangat luas digunakan dalam berbagai produk pangan, termasuk produk bakeri seperti kue,roti, patiseri, dan lainnya.   ...

  • Mar 20, 2019

    Diet Keto dari Sisi Gizi dan Kesehatan

    Diet keto memang dianggap efektif menurunkan berat badan (Campos, 2017). Dari segi gizi, diet keto menekankan pola asupan tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat. Diet ini mengandalkan lemak serta protein hewani sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Asupan karbohidrat yang berkurang drastis ini akan menyebabkan tubuh kekurangan karbohidrat dan gula, proses inilah yang disebut dengan ketosis. ...

  • Mar 19, 2019

    Upaya Menghindari Foodborne Diseases

    Sebagian besar foodborne patogen lebih menyukai lingkungan yang hangat, walaupun bisa tumbuh dalam kisaran suhu yang luas. Suhu di atas 40C dan di bawah 600C sering diacu sebagai zona berbahaya, karena bakteri patogen seperti E. Coli, Salmonella dan Listeria monocytogenes dapat berkembang biak pada suhu tersebut, sehingga menyebabkan penyakit. Menyimpan produk pangan pada suhu refrigerasi yang tepat pada suhu di bawah 40C dan memanaskan pada suhu diatas 600C, adalah usaha yang direkomendasikan agar terhidar dari foodborne disease. Oleh karena itu, penanganan pangan dari mulai bahan baku hingga distribusi harus memenuhi pedoman penanganan yang tepat, seperti: ...

  • Mar 18, 2019

    Alternatif Pola Hidup Sehat dengan Diet Ketogenik

    Diet ketogenik adalah pola konsumsi dengan tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat yang akan menyediakan cukup protein untuk pertumbuhan tetapi kurang karbohidrat untuk kebutuhan metabolisme tubuh. Dengan demikian, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi, yang pada prosesnya akan menghasilkan senyawa keton. Komposisi ketogenik menyaratkan porsi lemak tinggi (75-80%), porsi protein sedang (15% – 20%), dan porsi karbohidrat rendah (5% – 10%). ...

  • Mar 15, 2019

    Menu sebagai Alat Penjual

    Menu dalam bisnis pangan di industri hotel, restoran, katering, dan bakeri (horekaba) merupakan sarana pemasaran yang penting. Menu dapat digunakan sebagai gambaran dari produk yang ditawarkan. Perencanaan menu dibuat dengan menyusun daftar secara spesifik , yaitu menentukan makanan tersebut dibuat untuk satu periode makan (sarapan, makan siang, dan makan malam) atau untuk sehari penuh termasuk snack.   ...