Lebih Jauh Mengenal Olive Oil





Bagi masyarakat Indonesia, minyak zaitun atau olive oil bukan merupakan bahan utama untuk menggoreng atau memasak sebuah hidangan yang memerlukan minyak didalamnya. Umumnya, orang-orang tahu olive oil dijadikan sebagai salad dressing. Melalui kampanye bertajuk “Bergabunglah di Revolusi Olive Oil” Olive Oil from Spain, bekerjasama dengan The European Union (EU) dan Spanish Ministry of Agriculture, Food, and Environment (MAGRAMA) mengadakan Talkshow dengan tema ‘Healthy Food for Healthy Life’ yang membahas seputar olive oil di Central Park, Jakarta pada akhir April lalu.

Terdapat tiga jenis olive oil, yaitu extra virgin olive oil yang merupakan perasan pertama dan kandungan vitamin, zat gizi, dan omeganya masih lengkap. Virgin olive oil, perasan kedua yang kandungan zat gizi, vitamin, dan omeganya tidak selengkap perasan pertama. Yang ketiga adalah extra light olive oil berupa perasaan minyak zaitun yang berkualitas rendah. Kualitas dari ketiga jenis olive oil ini dapat dikenali dari perbedaan warna, rasa, dan aroma.

Dr. Cindyawati seorang ahli gizi klinis di sebuah rumah sakit menyampaikan terdapat smoke point pada masing-masing jenis olive oil, yaitu extra virgin olive oil 191°C, virgin olive oil 199°C, dan extra light olive oil 242°C. Sehingga hal ini dapat menjadi gambaran jenis masakan apa saja yang cocok menggunakan ketiga jenis olive oil tersebut. Menurutnya, penggunaan extra virgin olive oil merupakan yang terbaik untuk sebuah hidangan juga pengaruhnya pada kesehatan. Untuk diketahui, olive oil baik untuk mengurangi resiko berbagai penyakit, diantaranya penyakit jantung, kanker, diabetes, dan darah tinggi. Menurut Chef Bara Pattiradjawane, pada dasarnya olive oil cocok untuk dimasak pada hidangan Indonesia, “justru pengaruhnya pada masakan tersebut, yaitu akan adanya aroma baru dan enak, tetapi tetap sesuai dengan aroma dan rasa masakan Indonesia,” ucapnya. Riska

Artikel Lainnya