Program Coffee Made Happy untuk Petani Kopi Indonesia





Kopi merupakan salah satu bahan dasar yang banyak dibutuhkan oleh industri pangan di seluruh dunia. Sebagai negara penghasil kopi Indonesia menduduki peringkat keempat dalam produksi kopi, sedangkan untuk produksi jenis kopi robusta menduduki peringkat kedua setelah Vietnam. Melihat keadaan tersebut, Mondelez International meluncurkan program Coffee Made Happy dan membuka Pusat Pelatihan Petani Kopi di Semendo, Lampung, Sumatera Selatan. Mondelez International berkomitmen menginvestasikan  minimum US$ 200 juta untuk memberdayakan satu juta petani kopi di beberapa negara penghasil kopi hingga tahun 2020. Perusahaan ini pun adalah salah satu pembeli biji kopi Indonesia terbesar dan Indonesia menjadi negara yang menjadi fokus dari program Coffee Made Happy.

 

“Program ini menekankan sustainbility, maka usaha yang tidak berkelanjutan akan cepat bangkrut, selain itu program ini juga bertujuan untuk fokus meningkatkan kesejahteraan petani dan kepuasan konsumen,” jelas Simon Talbott, Director Corporate Sustainability Asia Pacific Mondel─ôz International, pada peluncuran program tersebut di Jakarta, Kamis lalu (24/4).

 Geraldine O’Grady, Global Coffee Sustainability Manager Mondelez International, menuturkan, “Coffee Made Happy adalah sebuah program untuk membantu petani kopi meningkatkan kemampuan mereka dalam bertani. Melalui program ini kami ingin membeantu menemukan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh para petani demi terciptanya pasokan yang berkelanjutan.”

Pusat pealtihan petani di Semendo ini merupakan hasil kolaborasi antara Mondelez International dengan organisasi swasta di Indonesia. Sebanyak 3.000 petani berskala kecil akan mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan peralatan dan perlengkapan, pencatatan transaksi bisnis dan pengaturan anggaran belanja, serta kemampuan untuk membuat rencana bisnis. K-15

Artikel Lainnya

  • Jun 24, 2019

    Lemak yang Digunakan dalam Produk Bakeri

    Produk baking meliputi rerotian, cake, biskuit, cookies, cracker, kue kering, pastry, pie, mufin, dan lainnya yang merupakan aplikasi bahan tepung-tepungan yang dipanggang dalam oven. Lemak sebagai bahan utama dalam pembuatan produk baking berperan dalam menambah citarasa, aroma, kelembapan, nilai gizi, pembentuk tekstur (melembutkan), dan menjaga kualitas selama penyimpanan. ...

  • Jun 21, 2019

    Menghambat Oksidasi Minyak

    Reaksi oksidasi terjadi ketika minyak goreng terpapar dengan udara. Untuk menghambat reaksi ini, biasanya industri minyak goreng menambahkan antioksidan, yakni suatu senyawa yang dapat menangkap radikal bebas. Komponen radikal bebas terbentuk selama reaksi terjadi dan memicu terjadinya berbagai kerusakan. ...

  • Jun 20, 2019

    Mengenal Teknik Memasak Shallow Frying

    Shallow frying merupakan teknik menggoreng dengan sedikit lemak atau minyak dengan menggunakan wajan datar. Shallow frying merupakan teknik memasak cepat, dan biasanya digunakan untuk bahan yang berkuran kecil dan memiliki tekstur lunak seperti telur dan ikan. Namun perlu diperhatikan, minyak yang digunakan harus dipastikan sudah benar-benar panas. Jika minyak yang digunakan belum cukup panas, maka pangan yang dihasilkan akan menyerap minyak. ...

  • Jun 19, 2019

    Risiko Konsumsi Lemak Jenuh untuk Kesehatan

    Lemak jenuh ada yang bersumber dari hewan (seperti gajih, lemak dalam daging, dan lainnya) dan ada yang bersumber dari pangan nabati (seperti minyak kelapa). Dalam kaitannya dengan penyakit jantung, maka lemak jenuh yang berasal dari hewan dinyatakan lebih berbahaya. ...

  • Jun 18, 2019

    3 Reaksi Kimia Penyebab Kerusakan Minyak Goreng

    Salah satu cara menjaga mutu produk goreng adalah dengan mengendalikan kualitas minyak goreng yang digunakan sebaik mungkin. Oleh sebab itu, terdapat beberapa faktor yang perlu diketahui oleh industri jasa boga terkait penggunaan minyak goreng. Penyebab utama kerusakan minyak goreng adalah reaksi kimia. Terdapat tiga reaksi kimia yang sering terjadi pada minyak goreng, yakni: ...